Tuchel Dikritik, Ngapain Sih Mendy Diganti Kepa?
Richard Andreas | 2 Maret 2022 06:00
Bola.net - Chelsea gigit jari melihat Liverpool mengangkat trofi Carabao Cup usai duel final yang berlangsung sengit, Minggu (27/2/2022). The Blues kalah di babak adu penalti (10-11).
Pertemuan kedua tim ini memang diprediksi akan berlangsung sengit. Chelsea dan Liverpool sama-sama favorit juara, kekuatan skuad mereka juga tidak jauh berbeda.
Terbukti, belasan peluang matang tercipta, tapi tidak ada gol selama 120 menit. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menemukan juara.
Saat itulah Thomas Tuchel mengambil keputusan besar. Dia menarik Edouard Mendy untuk Kepa Arrizabalaga. Diyakini, Kepa lebih mahir menepis penalti daripada Mendy.
Justru merugikan
Statistik penalti Kepa memang lebih baik dari Mendy, sayangnya di laga kemarin Kepa sedang sial. Adu penalti Chelsea vs Liverpool kemarin akan diingat sebagai salah satu duel ikonik. Hampir semua pemain bisa mencetak gol, Liverpool menang dengan skor 11-10.
Untuk Liverpool, semua penendang berhasil mencetak gol, yaitu mulai penendang pertama sampai kiper, Caohimin Kelleher.
Chelsea pun demikian, semua penendang bisa mencetak gol, sampai tiba waktunya Kepa. Sepakan kiper Spanyol itu melambung di atas mistar, Chelsea pun harus tertunduk kalah.
Keputusan berbahaya

Singkatnya, Kepa dimasukkan di babak penalti dengan maksud menyelaamtkan Chelsea. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, sepakan Kepa gagal dan Chelsea pun gagal juara.
"Menurut saya itu keputusan berbahaya, bahwa Anda telah merencanakan pergantian pemain. Pergantian itu jelas sudah direncanakan sebelum pertandingan," ujar analis Premier League, Paul Merson.
"Di laga itu saya melihat permainan terbaik Mendy untuk Chelsea. Dia luar biasa. Jadi, mengapa Anda perlu menggantinya?"
Seharusnya bisa juara
Menurut Merson, seharusnya Chelsea bisa jadi juara andai Mendy tetap berada di bawah mistar. Masuknya Kepa sama sekali tidak membantu, dia tidak bisa menepis sepakan pemain Liverpool.
"Saya benar-benar tidak mengerti. Chelsea seharusnya bisa jadi juara Carabao Cup andai Mendy berada di gawang," lanjut Merson.
"Saya tidak ingat dia [Kepa] hampir menghentikan penalti. Salah selalu menendang ke kiri dan Kepa justru terjun ke arah sebaliknya," tutupnya.
Sumber: Carabao Cup, Metro
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
Tinggalkan Chelsea, Rudiger Pilih Real Madrid atau PSG?
Perihal Pencarian Pelatih Baru Manchester United, Ini Kabar Terbaru dari Murtough
Bulan-Bulan Pembuktian Donny van de Beek
Akui Blunder Handball Rodri, Wasit Minta Maaf ke Frank Lampard dan Everton
Jadwal Pertandingan Manchester United: 4 Pertandingan di Bulan Neraka untuk Setan Merah!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











