UEFA Siapkan Hukuman Keras Untuk Rasisme
Editor Bolanet | 11 April 2013 10:42
- Kasus rasisme yang akhir-akhir ini kembali meninggi, turut mengusik organisasi tertinggi sepakbola benua Eropa alias UEFA.
Mereka menyatakan sedang menyiapkan sanksi-sanksi baru yang lebih keras untuk mengatasi rasisme baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bagian dari upaya-upaya menghindarkan permainan ini dari diskriminasi dan pelecehan.
Sekretaris jenderal UEFA Gianni Infantino memperingatkan bahwa pemain-pemain yang didapati bersalah melakukan pelecehan rasial akan menghadapi minimal skorsing 10 pertandingan, sedangkan klub-klub dapat diminta memainkan pertandingan tanpa kehadiran penonton pada laga-laga yang terbukti terjadi pelecehan rasial oleh para penggemar.
Proposal-proposal Infantino terjadi ketika UEFA meminta raksasa Ukraina Dynamo Kiev untuk memainkan dua pertandingan Eropa selanjutnya tanpa kehadiran penonton akibat insiden-insiden tingkah laku rasis yang dilakukan para penggemar mereka dalam beberapa pertandingan terkini.
Sementara itu di Inggris, pihak kepolisian mengatakan mereka sedang menginvestigasi klaim-klaim bahwa pemain City Vincent Kompany mendapat pelecehan rasial menyusul pertandingan Derby Manchester dengan United pada Senin.
Pemain internasional Belgia itu diwawancarai di terowongan pemain di Old Trafford, ketika terdengar suara yang meneriakkan ejekan-ejekan rasis.
Bagaimanapun, ejekan-ejekan itu tidak terdengar jelas bagi para penonton televisi, dan baik Kompany maupun City belum mengajukan keluhan resmi.[initial] (afp/lex)
Mereka menyatakan sedang menyiapkan sanksi-sanksi baru yang lebih keras untuk mengatasi rasisme baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bagian dari upaya-upaya menghindarkan permainan ini dari diskriminasi dan pelecehan.
Sekretaris jenderal UEFA Gianni Infantino memperingatkan bahwa pemain-pemain yang didapati bersalah melakukan pelecehan rasial akan menghadapi minimal skorsing 10 pertandingan, sedangkan klub-klub dapat diminta memainkan pertandingan tanpa kehadiran penonton pada laga-laga yang terbukti terjadi pelecehan rasial oleh para penggemar.
Proposal-proposal Infantino terjadi ketika UEFA meminta raksasa Ukraina Dynamo Kiev untuk memainkan dua pertandingan Eropa selanjutnya tanpa kehadiran penonton akibat insiden-insiden tingkah laku rasis yang dilakukan para penggemar mereka dalam beberapa pertandingan terkini.
Sementara itu di Inggris, pihak kepolisian mengatakan mereka sedang menginvestigasi klaim-klaim bahwa pemain City Vincent Kompany mendapat pelecehan rasial menyusul pertandingan Derby Manchester dengan United pada Senin.
Pemain internasional Belgia itu diwawancarai di terowongan pemain di Old Trafford, ketika terdengar suara yang meneriakkan ejekan-ejekan rasis.
Bagaimanapun, ejekan-ejekan itu tidak terdengar jelas bagi para penonton televisi, dan baik Kompany maupun City belum mengajukan keluhan resmi.[initial] (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















