Waktumu Tiba, Harry Kane
Richard Andreas | 26 April 2021 07:00
Bola.net - Harry Kane tidak punya banyak alasan lagi untuk terus bertahan di Tottenham Hotspur. Demi kariernya, Kane harus pindah ke klub yang lebih baik.
Minggu (25/4/2021), Spurs gagal mewujudkan mimpi meraih trofi. Kane dkk. takluk 0-1 dari Manchester City di final Carabao Cup 2020/21.
Hasil itu memupus harapan Spurs untuk meraih trofi pertama mereka setelah sekian tahun berpuasa trofi. Kane pun berada di situasi sulit.
Kane masih striker top, tapi dia hanya akan jalan di tempat jika terus bertahan di Tottenham. Apakah sudah waktunya Kane meninggalkan Tottenham?
Bukti Spurs tidak cukup untuk Kane
Opta mencatat bahwa Kane sama sekali tidak melepas tembakan atau menciptakan peluang sepanjang pertandingan.
Betapa tidak, Spurs terus tertekan dan dipaksa bertahan. Kane pun harus membantu pertahanan, mereka tidak bisa merebut bola untuk menyerang.
Ini bukti bahwa tim Spurs sekarang sudah tidak bisa mewadahi bakat dan potensi Kane. Striker Inggris ini membutuhkan tim yang lebih baik dengan rekan-rekan yang lebih tangguh untuk jadi juara.
Ucapan 4 tahun lalu
Di tahun 2017 Kane pernah berkata bahwa dia bakal sangat kecewa jika tidak meraih satu trofi pun bersama Spurs dalam kurun waktu tiga tahun berikutnya.
Kini, empat tahun sudah berlalu dan Kane masih belum juga meraih trofi. Langkah terjauhnya hanya sampai di final Liga Champions.
Seharusnya musim ini jadi kesempatan Kane meraih trofi pertamanya, tapi lagi-lagi gagal. Spurs tidak cukup tangguh untuk mengalahkan Man City.
Waktunya tiba, segera ke Man City?
Sebab itu, rasanya wajar jika Kane sekarang memutuskan meninggalkan Spurs. Ngotot bertahan hanya akan membuat bakatnya terbuang sia-sia.
Kane sudah 27 tahun. Dia sedang berada di usia emas pesepak bola. Seharusnya Kane tahu dia bisa meraih lebih banyak trofi bersama klub yang lebih tepat.
Ada beberapa calon klub baru Kane, Man City salah satunya. Keduanya saling membutuhkan. Man City butuh striker, Kane butuh klub yang bisa jadi juara.
Sumber: Opta, Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








