Wenger Adalah Contoh Terakhir Kultur Sepak Bola Zaman Baheula
Richard Andreas | 21 April 2018 11:03
Bola.net - - Keputusan Arsene Wenger untuk mundur dari kursi kepelatihan Arsenal pada akhir musim ini tampaknya semakin mempertegas era sepak bola modern yang tanpa ampun. Saat ini, setiap klub cenderung memecat pelatih yang dinilai kurang memuaskan hanya dalam waktu satu-dua musim.
Berbeda dengan sepak bola era 90-an dan awal 2000, kala itu pelatih diberi kesempatan untuk membuktikan dirinya dalam waktu yang cukup lama. Meski tak langsung mampu memberikan prestasi pada musim-musim awalnya, klub cenderung memberi kepercayaan pada pelatih tersebut untuk beberapa musim lagi.
Hal itu tentu membuat pelatih lebih tenang dan lebih diuntungkan karena mampu merancang rencana jangka panjang yang sesuai bagi klub dan bagi dirinya sendiri. Jauh berbeda dengan masa kini, ketika seorang pelatih senior pun hanya diberi waktu di bawah tiga musim untuk memberi prestasi.
Menukil goal internasional, penegasan tersebut dibuat oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte yang menilai sepak bola saat ini memiliki tekanan jauh lebih tinggi daripada masa silam. Karier pelatih pun tidak akan bertahan lama karena kebijakan keras klub.
Contohnya di Inggris, dahulu pelatih bisa menetap di sini dan bekerja untuk klub yang sama selama beberapa tahun. Ketika anda mengetahui ini dan memiliki kemungkinan ini, anda menghidupi sepak bola dan anda menjadi lebih rileks karena anda tahu memiliki waktu cukup untuk bekerja, untuk membuktikan pentingnya pekerjaan anda, ujar Conte.
Saat ini, sepak bola sudah tak lagi sama dengan dahulu. Di Inggris anda dapat melihat perbedaan ini. Sekarang setiap klub siap untuk mengganti pelatih jika anda tidak mendapat hasil yang diinginkan, jika anda gagal meraih kemenangan.
Saya kira jika sepak bola seperti ini terus dilakukan, karier pelatih tidak akan bertahan cukup lama karena anda memiliki lebih banyak tekanan daripada masa silam, tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






