6 Alasan Andrea Pirlo Gagal Total di Juventus: Ronaldo Disebut-sebut!
Richard Andreas | 30 Mei 2021 15:00
Bola.net - Mimpi Andrea Pirlo untuk melatih Juventus hanya bertahan satu musim. Beberapa hari lalu, Juve memutuskan mengakhiri kontrak Pirlo dan menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pengganti.
Keputusan Juve ini tetap mengejutkan meski sudah diduga. Bagaimanapun, Pirlo adalah anak emas Juve sejak masih jadi pemain dan didukung penuh oleh fans sebagai pelatih.
Namun, torehan Juve musim 2020/21 ini membuat Pirlo harus kehilangan posisinya. Juve harus merelakan gelar Serie A, yang dianggap sebagai kegagalan besar untuk tim sekaliber Juve.
Nah jika mengingat perjalanan Juve semusim terakhir, setidaknya ada 6 alasan mengapa Pirlo harus kehilangan pekerjaan. Apa saja? Scroll ke bawah yuk!
Kurang pengalaman
Satu hal yang paling jelas, Pirlo masih kurang pengalaman. Dia terlalu cepat melatih tim inti Juventus, padahal belum punya pengalaman melatih tim top.
Juve membuat keputusan ceroboh dengan menunjuk Pirlo sebagai pelatih utama. Padahal saat itu Pirlo masih harus menuntaskan ujian UEFA Pro Coaching untuk mendapatkan lisensi.
Memang ada beberapa pertanda positif, seperti kemenangan atas Barcelona, trofi Coppa Italia, tapi Pirlo masih kurang pengalaman melatih.
Skuad tua
Pirlo memang kurang pengalaman, tapi tidak sepenuhnya bersalah. Dia juga disulitkan dengan kondisi tim Juventus yang memang tidak siap untuk juara.
Juve terlalu lambat melihat pertanda untuk regenerasi skuad. Saat ini ada banyak pemain tua dalam tim Juve yang sulit bermain di level tertinggi.
Sebut saja duel 16 besar Liga Champions kontra Porto lalu, di starting XI ada 6 pemain Juventus engan usia lebih dari 30 tahun.
Regenerasi butuh waktu
Masih terkait dengan kasus skuad tua, pemain-pemain muda Juve sekarang juga belum bisa memenuhi ekspektasi. Sebenarnya Juve sudah memulai regenerasi, tapi terlalu lambat.
Pemain seperti Federico Chiesa dan Dejan Kulusevski menunjukkan pertanda positif, hanya masih belum konsisten. Alhasil, mereka masih sangat bergantung pada pemain-pemain tua.
Masalah ini tidak hanya terjadi di lini serang, tapi juga di lini belakang dengan kasus Matthijs de Ligt dan Merih Demiral yang masih belum cukup pengalaman.
Main imbang
Juventus ditahan imbang 9 kali di Serie A 2020/21, catatan terbanyak mereka dalam enam tahun terakhir.
Ada beberapa pertandingan aneh, seperti dua hasil imbang kontra Hellas Verona serta permainan lesu dan ceroboh saat menghadapi Fiorentina.
Juve kehilangan 18 poin dari hasil imbang, plus 18 poin lainnya dari kekalahan. Wajar jika gelar juara lepas dari tangan mereka dan harus berjuang untuk empat besar.
Dilema Ronaldo-Morata
Dengan gelar top scorer musim ini, Ronaldo tidak bisa benar-benar disalahkan. Striker Portugal ini mencetak total 29 gol di Serie A, catatan apik, tapi juga menimbulkan masalah.
Kehadiran Ronaldo di lini serang memunculkan dilema baru untuk Pirlo. Sebab, Pirlo masih punya Alvaro Morata yang juga bisa mencetak gol di laga-laga penting.
Pirlo pun memilih menurunkan keduanya bersamaan. Ronaldo lebih banyak berdiam di depan, Morata menjemput bola di belakang.
Kombinasi ini terkadang berhasil, tapi banyak masalah. Hubungan keduanya buruk, tidak benar-benar menyatu.
Dybala ke mana?
Untuk yang satu ini, Pirlo mungkin sedikit tidak beruntung. Dia tidak bisa mengandalkan Paulo Dybala yang seharusnya jadi salah satu pemain terbaik Juve.
Dybala beberapa kali cedera. Di awal musim saja dia sudah melewatkan 47 hari, lalu harus menepi sepanjang 80 hari lagi setelah tahun baru.
Performa Dybala benar-benar merosot karena tidak punya ritme pertandingan. Selain itu, Pirlo sering kali menurunkan Dybala di posisi yang tidak seharusnya.
Sumber: Daily Mail, Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




