AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Afdholud Dzikry | 9 Januari 2026 08:55
Bola.net - Hasil imbang 1-1 melawan Genoa di San Siro, Jumat (9/1/2026) dini hari, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi AC Milan. Menghadapi tim penghuni peringkat ke-17 Serie A, Rossoneri justru terlihat kehilangan arah dan nyaris dipermalukan di kandang sendiri.
Massimiliano Allegri tak menampik bahwa timnya tampil di bawah standar yang diharapkan. Sang pelatih secara terbuka menyebut laga ini sebagai pelajaran mahal tentang kedewasaan bagi skuadnya yang gagal membongkar pertahanan lawan dengan tenang.
Sempat tertinggal lewat gol Lorenzo Colombo di babak pertama, Milan baru bisa bernapas lega berkat gol penyeimbang Rafael Leao di menit ke-92. Namun, drama sesungguhnya terjadi di detik akhir ketika Genoa mendapatkan hadiah penalti.
Beruntung bagi Milan, eksekusi Stanciu melambung di atas mistar gawang. Kegagalan itu menyelamatkan wajah tuan rumah dari kekalahan memalukan, sekaligus menyadarkan Allegri betapa rapuhnya mentalitas tim saat berada di bawah tekanan.
Terburu-buru Membawa Bencana

Dalam interview pasca-laga kepada DAZN, Allegri menyoroti satu kelemahan fatal anak asuhnya: ketidaksabaran. Milan dinilai terlalu tergesa-gesa saat mencoba menembus blok rendah pertahanan Genoa yang tampil disiplin.
Alih-alih bermain taktis, Rossoneri justru kerap kehilangan bola karena keputusan yang terburu-buru. Hal ini membuat mereka rentan terhadap serangan balik, sebuah skenario yang nyaris membuat mereka kehilangan tiga poin penuh.
"Kami tidak memiliki cukup kesabaran, kami terlalu terburu-buru, dan ketergesaan tidak membawa kita ke mana-mana," ujar Allegri dengan nada kritis.
Ia menekankan bahwa menghadapi tim yang bertahan total membutuhkan ketenangan ekstra. Kecerobohan dalam penguasaan bola justru menjadi bumerang yang menguntungkan lawan.
"Hal yang harus kami perbaiki adalah kesabaran kami melawan tim dengan blok rendah ini, sehingga kami tidak membiarkan diri kami terekspos pada serangan balik, yang merupakan cara kami mengambil risiko kalah dalam permainan ini," tambahnya.
Pelajaran Musim Ini

Hasil ini membuat Milan kini tertinggal tiga poin dari rival sekota mereka, Inter, yang nyaman di puncak klasemen Serie A hingga pekan ke-19 musim 2025-26.
Allegri mengingatkan bahwa target utama tim adalah finis di empat besar, dan hal itu mustahil dicapai jika mentalitas "belum matang" ini terus dipelihara. Ia meminta para pemain untuk mengambil sisi positif namun tetap realistis bahwa mereka beruntung tidak kalah.
"Ini adalah pelajaran tentang kedewasaan jika kami ingin mencapai tujuan kami, yaitu finis di empat besar. Kami harus berbenah," tegas pelatih berpengalaman tersebut.
Mengenai hasil akhir, Allegri mencoba bersikap filosofis meski tak bisa menyembunyikan kekecewaannya gagal menang di kandang.
"Dalam sepak bola, Anda mengambil apa pun hasil yang diberikan kepada Anda," ucapnya. "Sayang sekali kami tidak bisa menang di kandang, kami mencoba menembak berkali-kali, tetapi itu tidak membantu. Faktanya, kami beruntung karena kami bisa saja kalah."
Pujian untuk Rafael Leao

Sorotan khusus juga diberikan kepada Rafael Leao. Sang penyerang sayap menjadi juru selamat lewat gol telatnya, meski secara fisik belum berada dalam kondisi 100 persen.
Allegri mengakui bahwa bintang asal Portugal itu sebenarnya bisa melakukan lebih baik dalam beberapa situasi open play. Namun, insting tajam Leao tetap menjadi pembeda di saat krusial.
"Dia (Leao) tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini, tetapi dia selalu ada dalam permainan dan tetap mencetak gol pada akhirnya," puji Allegri.
Kini, Milan harus segera melupakan hasil minor ini dan menatap laga selanjutnya. Allegri memastikan hampir seluruh pemainnya akan tersedia untuk lawatan berat ke Florence menghadapi Fiorentina.
"Kami harus tetap tenang menghadapi siapa pun. Kami akan siap," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mantap! Indosiar, SCTV dan Vidio Siarkan FIFA Series 2026 Indonesia, Catat Tanggalnya!
Tim Nasional 26 Februari 2026, 09:19
-
Jadwal Lengkap German Open 2026, 24 Februari-1 Maret 2026
Bulu Tangkis 26 Februari 2026, 09:05
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 26 Februari 2026, 08:50
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 26 Februari 2026, 08:50
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 26 Februari 2026
Voli 26 Februari 2026, 08:44
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 26 Februari 2026, 08:18
-
Rapor Pemain Real Madrid vs Benfica: Vinicius Jadi Penentu
Liga Champions 26 Februari 2026, 08:03
-
Man of the Match Juventus vs Galatasaray: Victor Osimhen
Liga Champions 26 Februari 2026, 07:48
-
Man of the Match PSG vs Monaco: Desire Doue
Liga Champions 26 Februari 2026, 06:49
-
Daftar Lengkap Tim Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2025/26
Liga Champions 26 Februari 2026, 06:22
-
Man of the Match Real Madrid vs Benfica: Aurelien Tchouameni
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:37
-
Hasil PSG vs Monaco: Gagal Menang, Les Parisiens Tetap Lolos ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:23
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







