AC Milan: Perubahan Formasi yang Justru Membuka Celah Besar di Lini Belakang
Gia Yuda Pradana | 12 April 2026 07:00
Bola.net - Laga Milan vs Udinese menjadi malam yang sulit bagi AC Milan di San Siro. Kekalahan telak 0-3 membuat harapan mereka terguncang di fase krusial musim.
Sejak awal, Milan mencoba pendekatan baru dengan perubahan formasi dari 3-5-2 ke 4-3-3. Namun, alih-alih memberi dampak positif, strategi itu justru membuka celah besar di lini belakang.
Udinese memanfaatkan situasi tersebut dengan efektif. Mereka unggul dua gol di babak pertama dan terus menekan hingga peluit akhir.
Milan Kehilangan Keseimbangan

Perubahan taktik yang diharapkan memberi energi baru justru berujung sebaliknya. Milan terlihat kehilangan keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.
Gol pertama lahir dari situasi tak menguntungkan setelah bola mengenai pemain sendiri. Tekanan terus berlanjut hingga gol kedua tercipta lewat sundulan tajam di dalam kotak penalti.
Di babak kedua, Udinese menambah keunggulan melalui aksi Arthur Atta. Gol tersebut mempertegas dominasi tim tamu sepanjang pertandingan.
Milan Terlalu Terburu-buru

Samuele Ricci mengakui timnya tampil di bawah standar. Ia menilai permainan Milan terlalu terburu-buru saat menguasai bola.
“Ini bukan pertandingan yang mudah dianalisis. Kami terlalu terburu-buru dalam penguasaan bola dan itu membuat kami rentan terhadap serangan balik,” ujar Ricci.
Ia juga menambahkan bahwa tim gagal menunjukkan sinyal kebangkitan. “Malam yang harus dilupakan, kami harus kembali bekerja keras dan fokus pada diri sendiri,” lanjutnya.
Ricci menyinggung kondisi mental tim yang ikut terpengaruh jalannya laga. Ia menilai situasi pertandingan membuat Milan kehilangan keteraturan lebih cepat.
Milan dalam Situasi yang Cukup Rawan

Kekalahan dalam laga Milan vs Udinese ini berpotensi memangkas jarak poin dengan posisi kelima. Situasi tersebut bisa mempersulit langkah Milan dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.
Ricci menilai hasil ini sangat mengecewakan bagi tim dan pendukung. Namun, ia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk bangkit adalah segera fokus ke pertandingan berikutnya.
Ia juga menggarisbawahi peluang yang gagal dimaksimalkan. Menurutnya, jika satu momen penting berbuah gol, arah pertandingan bisa berubah.
“Jika peluang itu masuk, mungkin ceritanya berbeda. Namun, kami memang kurang dibandingkan laga-laga sebelumnya,” tutupnya.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













