Ada Conte di Inter dan 'Sarriball' Juventus, Serie A Kian Sulit Diprediksi
Yaumil Azis | 11 Juli 2019 23:00
Bola.net - Ada dua sosok yang sedang dinanti-nantikan kiprahnya di Serie A musim depan, mereka adalah Antonio Conte dan Maurizio Sarri. Keberadaan dua pelatih itu membuat presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, merasa pemenang Serie A kian sulit untuk diprediksi.
Seperti yang diketahui, Antonio Conte didapuk sebagai pengganti Luciano Spalletti di kursi kepelatihan Inter Milan. Sedangkan Maurizio Sarri dipercaya sebagai suksesor Massimiliano Allegri di sang juara bertahan, Juventus.
Keduanya punya kisah yang hampir lumayan mirip selama menukangi Chelsea. Ya, Conte dan Sarri sama-sama berhasil membawa pulang satu trofi ke Stamford Bridge meskipun terus dirundung kritikan keras dari publik di sepanjang musim terakhirnya.
Tapi satu yang tak bisa diragukan lagi adalah kualitas racikan strateginya. Penerapan 'grinta' ala Conte sudah teruji saat dirinya menukangi Juventus, sementara Sarri terkenal akan skema 'Sarriball' yang hampir mirip dengan tiki-taka milik Josep Guardiola.
Kiprah keduanya sangat dinantikan, tak terkecuali oleh De Laurentiis yang klubnya, Napoli, selalu menjadi penantang serius Juventus di Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Pria berumur 70 tahun itu melihat Serie A seperti sebuah film yang belum diketahui jalan ceritanya.
"Ini seperti sebuah film yang belum kami ketahui naskahnya. Ini akan tertulis sebagaimana perjalanannya," tutur De Laurentiis sembari tersenyum kepada Corriere dello Sport.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Keluarga Italia Berkuasa
Selain kedatangan sosok penting seperti Conte dan Sarri, juga Cristiano Ronaldo pada tahun 2018 lalu, Serie A kian menarik untuk disaksikan. Apalagi ada banyak investor dari luar Italia yang siap menggelontorkan dana untuk menghadirkan pemain berkualitas.
AC Milan, misalnya, sudah berganti kepemilikan sebanyak dua kali setelah rezim Silvio Berlusconi berakhir pada tahun 2017 lalu. Inter Milan pun demikian pada tahun 2013, di mana Massimo Moratti melepas saham mayoritasnya kepada Erick Thohir.
Kini Milan sedang dinaungi oleh Elliott Management dan Inter Milan dikuasai Suning Group. Ada juga AS Roma yang dipimpin pengusaha asal Amerika Serikat, James Pallotta. Tapi De Laurentiis percaya klub Serie A akan lebih baik jika dipegang oleh keluarga berpengaruh Italia.
"Pemilik asing berdatangan, tapi klub yang 100 persen milik keluarga Italia - yang saya maksud adalah Agnelli dan De Laurentii - dibangun dengan prinsip jaminan yang takkan anda lihat di tempat lain," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











