Alasan Kenapa Lord Borini Disukai Siapapun Pelatih Milan
Gia Yuda Pradana | 23 Agustus 2019 12:55
Bola.net - Sering sekali muncul pertanyaan, kenapa Fabio Borini selalu dipasang oleh siapapun pelatih AC Milan. Kenapa dia sangat disukai pelatih?
Padahal kalau orang awam yang nggak pernah nonton Milan akan berani bilang kalau pemain ini medioker saja. Kesenggol dikit saja jatuh dan finishingnya buruk sekali. Tapi kenapa, apakah itu oleh Montella, Gattuso atau Giampaolo (setidaknya di laga-laga pra musim), Borini selalu disukai.
Baiklah kita coba jawab pertanyaan yang sangat masuk akal ini.
Memang, finishing Borini buruk sekali kalau mengingat posisi aslinya sebenarnya striker atau winger. Saat bermain di Inggris bersama Chelsea, Liverpool atau Sunderland, catatannya buruk sekali. Dia main sebanyak 111 laga di kasta paling tinggi sepak bola Inggris tetapi hanya bikin sembilan gol dan lima assist. Statistik yang sangat buruk bukan?
Maka dari itu sungguh aneh jika dia bisa bertahan tiga musim di Milan dengan persaingan antar posisi yang sangat ketat.
Baiklah kita telusuri dulu siapa sebenarnya Borini.
Jejak Karier

Borini dibawa ke Milan pada akhir Juni 2017 oleh duet Fassone dan Mirabelli. Saat itu Milan masih dalam kepemilikan Li. Borini diboyong padahal Milan baru saja membeli Andre Silva seharga 38 juta euro dari Porto. Borini teken kontrak dengan status pinjaman dari Sunderland dengan kewajiban membeli di akhir musim oleh Milan.
Masa mudanya dihabiskan di Bologna dan Chelsea. Debutnya bersama Chelsea dibantu sesama kompatriot Italiano Carlo Ancelotti pada 2009. Bersama Chelsea dia sulit bersaing ke posisi inti karena banyaknya bintang besar yang sudah lebih dulu bercokol sebut saja Didier Drogba, Nicolas Anelka dan Salomon Kalou. Karena tak mampu bersaing tadi, Borini dipinjamkan ke Swansea City demi mendapatkan menit bermain.
Di Swansea, Borini dilatih Brendan Rogers yang mengasuhnya saat bermain untuk Chelsea usia muda. Borini ikut membantu Swansea promosi ke Premier League musim itu. Pada akhir musim dia ditransfer Parma, tetapi ternyata transfernya bermasalah sehingga digugat Chelsea. Parma harus membayar kompensasi ke Chelsea. Oleh Parma, Borini dipinjamkan ke Roma dimana dia main 24 laga dan mencetak 9 gol di semua kompetisi.
Pada 2012, Borini kembali reuni dengan Brendan Rogers. Dia menjadi pembelian pertama Rogers bersama Liverpool. Liverpool harus merogoh kocek 13,3 juta euro untuk servis Borini. Musim pertama di Liverpool dia bermain 20 kali dengan hanya mencetak dua gol. Borini lantas dipinjamkan ke Sunderland semusim untuk kembali lagi ke Liverpool musim berikutnya. Akhirnya pada musim berikutnya Borini dilego ke Sunderland. Selama di Inggris, Borini memainkan 131 laga dan mencetak 20 gol.
Untuk tim nasional Italia, Borini pernah membela tim U-21 dan membawa Azzurri ke final untuk kalah 2-4 dari Spanyol. Di timnas senior dia pernah dipanggil dalam daftar sementara 28 pemain untuk Euro 2016 kemudian dicoret pada saat tim dikerucutkan ke 23 pemain.
Kelebihan-kelebihan

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa Borini disukai banyak pelatih. Pada musim pertamanya di Milan, dia tampil dalam 24 laga, 13 di antaranya sebagai pemain pengganti. Dia menciptakan empat gol dan enam assist. Menurut Whoscored, ratingnya mencapai 6,59 di Seri A bahkan sampai 7,01 di Europa League. Pada musim kedua, dia tampil dalam 13 laga dengan tiga gol dan dua assist.
Kelebihan Fabio Borini, pertama adalah versatilitasnya. Dia pemain serbabisa yang mungkin hanya tidak pernah menempati posisi bek sentral dan kiper selama di Milan. Pelatih manapun akan suka dengan pemain serbabisa.
Pada awal-awal musim di Milan, Borini pernah bermain sebagai bek kanan, ketika Conti, Abate maupun Calabria tidak bisa bermain. Dia pernah pula sekali sebagai bek kiri. Dia pernah menjadi sayap kanan maupun sayap kiri. Sekarang di era Giampaolo dia dipasang sebagai midfielder di posisi kanan. Artinya dalam beberapa laga pramusim, dia sudah menyisihkan Franck Kessie dan Rade Krunic yang seharusnya ada dalam pecking order.
Dengan kemampuan sebagai utility man, pelatih tak akan kesulitan dalam memilihnya ketika dalam situasi pergantian pemain. Itulah yang menjelaskan dia sering dipasang sebagai pemain pengganti.
Kemampuan supportnya pada posisi kosong juga aduhai. Lihat saja golnya ke gawang SPAL di musim pertama bareng Milan. Sebagai utility man, Borini juga menunjukkan workrate yang tidak mengecewakan. Borini tipikal pemain yang cuek sehingga dia jarang sekali mengalami pressure tinggi pada laga penting. “Tekanan? Saya lalui saja dengan mudah. Lakukan apa yang biasa saya lakukan. Saya nggak baca koran dan hidup seperti normal saja. Ketika pulang ke rumah, saya tinggalkan semua urusan pekerjaan.” Tingkahnya di lapangan juga menunjukkan kalau Lord ini memang sosok yang cuek banget.
Kegunaan Borini yang tidak kalah penting berikutnya adalah sebagai pemancing situasi set piece. Borini mengingatkan kita kepada kepada Filippo Inzaghi yang mudah jatuh begitu kesenggol. Tengok dalam pertandingan-pertandingan pramusim, banyak freekick didapatkan Milan karena Borini dilanggar, albeit posisinya menguntungkan atau tidak menguntungkan. Tetapi dalam situasi set piece, Milan akan sangat membutuhkan mengingat mereka punya banyak eksekutor bagus seperti Suso, Calhanoglu atau Lucas Biglia.
Tugas ketiga yang tidak kalah penting dinikmati Borini adalah, dia menjadi penerjemah dalam tim. Di Milan, ketika pemain datang dari banyak negara, kemampuan bahasa Inggris akan bisa mempertautkan banyak orang. Lama berada di Inggris, Borini mengaku jago bahasa Inggris.
Itulah alasan mengapa Borini sampai sekarang masih disukai pelatih.
Artikel ini ditulis oleh Magico Milan. Jika ingin baca tulisan-tulisan lain tentang Rossoneri, follow fanpage Magico Milan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

