Allegri Hidupkan Sepak Bola 'Corto Muso' di AC Milan: Menang Tipis, Tapi Makin Mematikan!
Asad Arifin | 4 Januari 2026 11:40
Bola.net - AC Milan menemukan wajah barunya pada musim 2025/2026. Bukan dengan dominasi penuh dan sebuah permainan atraktif yang disertai terciptanya banyak gol, melainkan kemenangan tipis yang konsisten.
Gaya yang diterapkan AC Milan itu dikenal sebagai corto muso, istilah khas Massimiliano Allegri yang berarti menang dengan selisih minimal. Efektif, pragmatis, dan penuh kontrol.
Pola tersebut kembali terlihat saat Milan menaklukkan Cagliari 1-0 pada pekan ke-18 Serie A di Unipol Domus, Sabtu (3/1). Gol Rafael Leao menjadi pembeda. Milan hanya menerima satu shot on target di laga tersebut.
Hasil itu bukan kebetulan. Milan berulang kali menang dengan margin satu gol dan tetap memimpin klasemen. Sebuah sinyal kekuatan yang senyap, tetapi nyata. Milan 'membunuh' lawan bukan dengan mencetak gol, akan tetapi tidak memberi peluang gol.
Menang Tipis Jadi Pola, Bukan Kebetulan

Kemenangan atas Cagliari memperpanjang daftar hasil tipis Milan di Serie A. Sebelumnya, Rossoneri menang 1-0 atas Lazio, Inter Milan, AS Roma, dan Bologna. Skornya memang tipis, akan tetapi tetap bernilai tiga poin.
Milan juga meraih kemenangan satu gol atas Torino (3-2), Fiorentina (2-1), dan Napoli (2-1). Polanya jelas dan konsisten.
Dalam laga-laga tersebut, Milan tidak selalu dominan. Namun, mereka tahu kapan harus menyerang dan kapan harus mengamankan hasil.
Pendekatan ini membuat Milan sulit dikalahkan. Setiap gol menjadi aset berharga yang dijaga dengan disiplin tinggi. Milan menerapkan permainan dengan resiko yang tinggi dan sejauh ini berhasil.
Kolektivitas Jadi Inti Filosofi Corto Muso

Menurut Luca Bianchin, jurnalis dari Gazzetta dello Sport, kekuatan utama Milan terletak pada kerja sama tim. Bukan individu, melainkan sistem yang berjalan rapi.
Hal itu tampak jelas saat melawan Cagliari. Milan sempat tertekan, lalu mengontrol tempo, mencetak gol, dan menutup laga tanpa risiko berlebih.
“Gaya sepak bola corto muso mungkin tidak populer, tetapi satu kualitas yang tidak dapat disangkal: ini adalah ekspresi kolektif, bukan individual," ucap Luca Bianchin.
"Jika semua orang tidak percaya pada tujuan tersebut, itu tidak akan berhasil, karena satu kesalahan saja sudah cukup untuk menggagalkan rencana tim," tegas Luca Bianchin.
Sumber: Gazzetta dello Sport, SempreMilan
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Rekap Hasil Liga Italia Tadi Malam: Juventus Tertahan, AS Roma Tumbang di Rumah Lama Gasperini
- Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
- Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
- Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
- Hasil Juventus vs Lecce: Penalti Panenka Jonathan David Gagal, Poin Tuan Rumah Melayang
- Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 9 April 2026, 08:01
-
Ketika Semua Melambat di Hadapan David Raya Si Raja Nirbobol
Liga Champions 8 April 2026, 19:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi St. Pauli vs Bayern 11 April 2026
Bundesliga 10 April 2026, 13:30
-
Prediksi Barcelona vs Espanyol 11 April 2026
Liga Spanyol 10 April 2026, 12:48
-
PSIM vs PSM Makassar: Menanti Ledakan Savio Sheva di Stadion Sultan Agung
Bola Indonesia 10 April 2026, 11:35
-
Layakkah Harry Maguire Masih Termasuk Jajaran Bek Terbaik Dunia?
Liga Inggris 10 April 2026, 11:34
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:33
-
Prediksi West Ham vs Wolves 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25








