Apa yang Bisa Diharapkan dari Era Kedua Allegri di Juventus?
Richard Andreas | 1 Agustus 2021 09:40
Bola.net - Untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir, Juventus memasuki musim baru dengan pelatih baru. Untungnya kali ini pelatiih baru yang dimaksud adalah wajah lama Massimiliano Allegri.
Juve membuat keputusan berani dengan memercayai Allegri kembali, terlebih dengan kontrak berdurasi 4 tahun. Allegri kembali membereskan masalah yang ditinggalkan Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo.
Dua tahun lalu Juve memutuskan memecat Allegri, lalu mencoba memercayai Sarri dan Pirlo. Sayangnya, kedua pelatih terakhir ini terbilang gagal untuk standar Juve.
Kini Bianconeri kembali menunjuk Allegri, tentunya ini keputusan berisiko. Apa jaminan era kedua Allegri bakal lebih baik dari era pertama lalu?
Spesialis transisi
Ada perbedaan besar perihal kondisi Juventus saat ini dan dua-tiga tahun lalu ketika ditinggal Allegri. Saat ini Juve memasuki masa transisi, pemain-pemain senior mulai mendekati usia pensiun, dan ada banyak pemain muda yang siap berkembang.
Menariknya, Allegri adalah pelatih yang ideal dalam urusan transisi tim. Dia adalah tipe pelatih pragmatis yang bisa memaksimalkan pemain yang ada dalam skuad.
Allegri juga sudah biasa melakukan transisi tim. Di AC Milan dahulu, dia harus menghadapi era sulit pasca-era Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva yang bergabung dengan PSG. Saat itu Seedorf, Inzaghi, Nesta, dan Gattuso sudah pensiun.
Sukses di Milan
Saat itu, tugas berat di Milan bisa dilewati Allegri dengan baik. Dia memikul beban besar, Milan bukan hanya kehilangan pemain senior, tapi karakter-karakter top yang membentuk klub.
Di tengah kesulitan dan kritik deras, Rossoneri bisa finis di peringkat ketiga musim 2012/13.Mereka memulai musim dengan buruk, tapi sejak masuk paruh kedua hingga akhir musim, Allegri bisa membimbing timnya berkembang dan hanya satu kali kalah di liga.
Memang masa transisi itu tidak selalu mulus, Allegri juga diserang sejumlah kritik keras. Namun, dia terbilang berhasil menyelamatkan nama besar klub, sekarang di Juve pun tantangannya demikian.
Tantangan besar di Juve
Di era pertama Allegri, Juve adalah tim dengan beberapa variasi taktik. Juve bisa bermain dengan 3-5-2, bisa juga dengan 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Sekarang, fans Juve bisa mengharapkan yang sama. Allegri akan memaksimalkan pemain-pemain yang ada tanpa rewel meminta pemain baru.
Tentu bakal berlebihan meminta Allegri mempersembahkan trofi Liga Champions. Namun, berdasarkan pembuktian sebelumnya, seharusnya Allegri bisa membantu menyelamatkan Juve untuk tetap bersaing di papan atas.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Link Live Streaming Liga Champions Inter vs Arsenal di Vidio, Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 02:13
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










