Cesc Fabregas Menolak Arsenal dan Chelsea, Ada Pesan Bijak dari Mourinho

Afdholud Dzikry | 5 Mei 2026 10:14
Cesc Fabregas Menolak Arsenal dan Chelsea, Ada Pesan Bijak dari Mourinho
Pelatih Como, Cesc Fabregas (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Cesc Fabregas menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Como di tengah minat dari klub-klub Premier League. Ia memilih fokus membangun fondasi karier kepelatihannya di Italia, alih-alih terburu-buru pindah. Keputusan itu diambil saat namanya mulai ramai diperbincangkan di pasar pelatih Eropa.

Mantan pemain Arsenal itu menilai proyek di Como terlalu penting untuk ditinggalkan sekarang. Ia merasa kenyamanan bekerja dan ruang berkembang di klub tersebut lebih berarti dibanding sekadar mengejar panggung besar.

Advertisement

Fabregas tak menampik bahwa Premier League adalah liga yang sangat ia cintai sejak masih bermain. Namun, ia terus mengingat nasihat dari Jose Mourinho tentang panjangnya perjalanan karier seorang pelatih.

Pesan itu membuatnya lebih santai dalam menentukan langkah. Ia yakin peluang kembali ke Inggris akan datang pada waktunya, tanpa perlu dipaksakan sejak dini.

"Premier League adalah liga terbaik di dunia dan saya selalu bersikap sangat jelas mengenai hal itu. Tapi Mourinho pernah berkata pada saya bahwa dia masih punya 30 tahun untuk bekerja," ungkap Fabregas.

"Jadi saya bisa berada di sini selama 10 tahun, dan tetap bisa pergi ke Premier League dalam 12 atau 15 tahun lagi. Sepak bola sangat tidak terduga, jadi mari nikmati momen indah yang kita jalani sekarang," lanjutnya.

1 dari 3 halaman

Merasa Beruntung di Como

Merasa Beruntung di Como

Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Hubungan Fabregas dengan Como tidak berhenti di sisi teknis. Ia juga menjadi pemegang saham minoritas sejak bergabung sebagai pemain pada 2022, sehingga memiliki keterikatan lebih dalam.

Peran itu membuatnya memikul tanggung jawab besar terhadap perkembangan klub. Ditambah lagi, kepercayaan penuh dari manajemen memberinya ruang luas untuk menentukan arah tim.

"Saya mengambil semua keputusan sepak bola dan melihat permainan dengan cara yang sama seperti direktur olahraga. Rekrutan pemain memang bekerja dengan data, tapi saya harus benar-benar yakin dengan pemain tersebut," tutur Fabregas.

"Saya sangat senang dan beruntung memiliki presiden yang memberikan kepercayaan diri kepada saya. Hal itu sangat penting bagi saya karena saya adalah orang yang percaya pada proyek ini," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Menikmati Proses Belajar di Italia

Menikmati Proses Belajar di Italia

Pelatih Como, Cesc Fabregas. (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP

Fabregas memahami dunia kepelatihan penuh ketidakpastian. Ia melihat banyak klub terlalu cepat mengganti pelatih, yang pada akhirnya merusak stabilitas jangka panjang.

Di Como, situasinya berbeda. Ia diberi waktu, ruang untuk salah, dan kesempatan belajar secara langsung dalam tekanan nyata.

"Saya menikmati apa yang saya lakukan dan berada di tempat yang indah dengan orang-orang luar biasa. Mereka membiarkan saya bekerja dan memberikan kepercayaan penuh kepada saya setiap harinya," kata Fabregas.

"Setiap hari saya merasa seperti di universitas karena harus membuat keputusan dalam jumlah yang gila di seluruh klub. Bagi saya ini bagus karena saya belajar lebih cepat daripada melakukan cara lainnya," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Tolak Tawaran Menjadi Pelatih Timnas

Selain dikaitkan dengan klub Inggris, muncul pula wacana yang menempatkannya sebagai calon pelatih tim nasional Italia. Namun, Fabregas menegaskan belum tertarik mengambil peran tersebut dalam waktu dekat.

Ia masih ingin terlibat langsung dalam rutinitas latihan harian bersama pemain. Bagi Fabregas, dinamika lapangan dan interaksi intens menjadi bagian penting dari proses yang ingin terus ia jalani.

"Jika Anda bertanya sekarang apakah saya ingin melatih tim nasional, maka jawaban saya adalah tidak. Saya mencintai pekerjaan melatih dan ingin berada di atas lapangan setiap hari," ucap Fabregas.

"Saya sangat suka berada di antara pemain muda, melakukan sesi individu, dan saya mencintai semua proses harian itu. Itulah alasan mengapa saya belum tertarik dengan pekerjaan di tim nasional," tutupnya.

LATEST UPDATE