Como 2-0 Juventus: Ketika Keputusan Tudor Menimbulkan Tanda Tanya Besar
Gia Yuda Pradana | 19 Oktober 2025 23:57
Bola.net - Kekalahan 0-2 dari Como di Serie A menjadi tamparan pertama bagi Juventus di musim 2025/26. Dua gol dari Marc-Oliver Kempf dan Nico Paz di Stadio Sinigaglia bukan hanya menandai kemenangan bersejarah Como atas Bianconeri setelah hampir tujuh dekade, tetapi juga memperpanjang paceklik kemenangan Juventus yang sudah berlangsung lebih dari sebulan.
Pelatih Igor Tudor berada di bawah tekanan usai hasil tersebut. Juventus terakhir kali merasakan kemenangan pada 13 September, saat menundukkan Inter 4-3. Sejak itu, performa mereka menurun, dan kekalahan dari Como semakin menajamkan sorotan terhadap keputusan taktis sang pelatih.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keputusan Tudor memainkan Dusan Vlahovic hanya selama sepuluh menit terakhir. Keputusan itu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pendukung dan pengamat. Meski demikian, Tudor punya alasannya sendiri dan merasa langkah yang diambilnya sudah tepat.
Dalam wawancara usai laga, Tudor menjelaskan bahwa perubahan formasi dan keputusan soal Vlahovic bukan didasari emosi sesaat, melainkan hasil pertimbangan taktis menghadapi gaya bermain cepat dan disiplin dari pasukan Cesc Fabregas.
Laga Sulit buat Juventus

Juventus datang ke Como dengan niat bangkit, tetapi justru dipaksa menyerah dua gol tanpa balas. Tudor mengakui bahwa laga tersebut berjalan sulit sejak awal. “Itu pertandingan yang sulit melawan tim yang terorganisir dengan baik,” ujarnya kepada DAZN seusai pertandingan.
Ia menyoroti bahwa timnya sebenarnya sempat menunjukkan hal menarik, terutama di babak pertama. “Kami kebobolan dari situasi bola mati, tapi kami juga melakukan beberapa hal menarik, seperti yang mereka lakukan di babak pertama,” jelasnya. Namun, setelah tertinggal dua gol di menit ke-79, Tudor merasa laga sudah tak bisa diselamatkan. “Setelah 2-0, pertandingan sudah berakhir.”
Kekalahan ini bukan hanya soal hasil, melainkan cerminan bagaimana Juventus kesulitan menghadapi intensitas dan kecepatan serangan balik Como. Tudor pun mengakui bahwa keunggulan lawan dalam transisi menjadi faktor utama yang sulit diatasi.
Perubahan Formasi Juventus dan Risikonya

Cederanya Gleison Bremer membuat Tudor mengambil keputusan untuk mengubah struktur pertahanan dari tiga bek menjadi empat bek. Meski eksperimen itu berujung kekalahan, Tudor tetap yakin pilihannya tepat.
“Kami percaya bahwa ini hal terbaik untuk tim. Saya pikir itu pilihan yang benar, terlepas dari hasilnya,” katanya. “Kami bisa mendekati area mereka, tetapi gagal memberikan umpan atau tembakan akhir.”
Keputusan tersebut memang memperlihatkan niat Tudor untuk menjaga keseimbangan tim tanpa Bremer, tetapi di sisi lain, Juventus kehilangan soliditas di belakang dan tajam di depan. Kurangnya efektivitas di sepertiga akhir membuat segala upaya mereka tak membuahkan hasil.
Alasan di Balik Vlahovic Masuk Terlambat

Pertanyaan terbesar setelah laga tentu tertuju pada keputusan Tudor memasukkan Dusan Vlahovic di menit ke-77, saat Juventus sudah dalam posisi tertinggal. Tudor menjelaskan bahwa timing tersebut adalah bagian dari strategi, bukan bentuk keraguan terhadap kemampuan sang striker.
“Sudah tepat untuk mencoba dengan dua penyerang di akhir, tetapi Anda harus berlari melawan Como,” kata Tudor. “Tidak mudah untuk menutup ruang. Kami terkena serangan balik, dan saat skor 2-0, pertandingan sudah berakhir. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi.”
Ucapan itu menggambarkan betapa Tudor memandang laga ini sebagai pertarungan taktis, di mana stamina dan kecepatan menjadi faktor utama. Vlahovic yang dikenal sebagai penyerang target-man mungkin dianggap kurang sesuai untuk menghadapi tempo cepat Como di sepanjang pertandingan.
Meski begitu, keputusan itu tetap menimbulkan tanda tanya, karena Juventus membutuhkan gol sejak babak kedua dimulai. Tekanan terhadap Tudor pun makin besar, apalagi hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi lebih dari sebulan.
Tudor Fokus ke Depan

Ketika ditanya apakah dirinya khawatir soal masa depan di bangku pelatih Juventus, Tudor menjawab dengan nada realistis. “Saya selalu khawatir tentang segalanya, itulah kehidupan seorang pelatih. Anda selalu memikirkan hal-hal yang bisa Anda perbaiki. Kami pasti akan membicarakannya di ruang ganti,” ujarnya.
Bagi Tudor, laga di Como menjadi pengingat bahwa Juventus masih jauh dari stabilitas yang diharapkan. Keputusan taktisnya, baik soal formasi maupun pemilihan pemain, kini berada di bawah sorotan tajam. Ia tahu, kebangkitan Bianconeri tak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga mentalitas dan reaksi cepat di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Apakah Juventus akan kembali menemukan ritme dan kepercayaan diri mereka, atau justru terjebak dalam krisis berkepanjangan? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh bagaimana Igor Tudor mengelola ruang ganti dan mengembalikan keyakinan tim setelah menelan pil pahit di Como.
Sumber: Football Italia
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Niclas Fullkrug: Gol Debut, Assist Mimpi, dan Pengakuan 100 Persen Bahagia di Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:29
-
Fullkrug Cuma Butuh 3 Menit untuk jadi Pahlawan Milan, Pujian Allegri pun Datang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:18
-
AC Milan Masih Malu-malu Bicara Scudetto
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:14
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
LATEST UPDATE
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 16:27
-
Link Live Streaming Liga Champions 2025/26 Matchweek 7 di Vidio Pekan Ini
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:23
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







