Como Tersingkir Dramatis, Cesc Fabregas Tegaskan Timnya Kian Mendekati Level Inter
Ari Prayoga | 22 April 2026 08:37
Bola.net - Pelatih Como, Cesc Fabregas, tetap menunjukkan sikap positif meski timnya harus mengubur mimpi tampil di final Coppa Italia usai kalah dramatis 2-3 dari Inter Milan di babak semifinal, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.
Como sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu melalui Martin Baturina dan Lucas Da Cunha. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Inter bangkit lewat dua gol Hakan Calhanoglu dan satu tambahan dari Petar Sucic, memastikan kemenangan Nerazzurri baik pada laga ini maupun secara agregat.
Hasil ini terasa pahit bagi Como, mengingat mereka hampir mencatat sejarah dengan melaju ke final Coppa Italia untuk pertama kalinya. Klub tersebut terakhir kali mencapai semifinal pada 1986, dan perjalanan mereka dalam beberapa tahun terakhir terbilang luar biasa, bangkit dari kebangkrutan pada 2017 hingga sempat berkutat di Serie C pada 2021.
Fabregas: Kami Belum Setara, Tapi Sudah Dekat

Fabregas menegaskan bahwa perbedaan kualitas antara Como dan Inter memang masih ada, namun jaraknya kini semakin tipis.
“Kami tahu Inter adalah tim yang sudah matang, mereka bermain bersama selama enam atau tujuh tahun. Itu membuat mereka lebih siap untuk bersaing di level tertinggi,” ujar Fabregas.
Ia juga menyinggung pengalaman Inter yang musim lalu berhasil mencapai final Liga Champions, sebagai bukti bahwa lawan mereka adalah tim dengan mental juara.
“Apakah kami sudah setara dengan Inter? Belum. Tapi kami semakin mendekat. Perbedaan terbesar ada di efektivitas kami di kedua kotak penalti,” lanjut mantan gelandang Arsenal tersebut.
Tetap Bangga Meski Gagal

Alih-alih kecewa berlebihan, Fabregas justru mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. Ia menilai timnya telah menunjukkan respons positif setelah sebelumnya kalah dari Sassuolo di kompetisi domestik.
“Saya sudah memperkirakan para pemain akan tampil maksimal, dan mereka melakukannya. Kami memang masih punya kekurangan, tapi itu bagian dari proses,” jelasnya.
Menurut Fabregas, kekalahan seperti ini tidak seharusnya membuat tim melupakan seluruh progres yang telah dicapai sepanjang musim.
“Ada kalanya Anda kalah meski bermain bagus. Itu tidak berarti kami harus meragukan perjalanan kami sejauh ini,” tegasnya.
Minim Pengalaman Jadi Catatan

Fabregas juga mengakui bahwa faktor pengalaman menjadi salah satu pembeda utama. Dalam dua pertemuan melawan Inter bulan ini, Como sempat mengendalikan permainan, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
“Kami menghadapi tim elite, jadi mereka pantas mendapat kredit. Selain itu, kami juga kehilangan beberapa pemain penting, dan ada yang belum sepenuhnya fit,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Como saat ini termasuk salah satu tim di Eropa yang banyak memberi kesempatan kepada pemain muda, khususnya di bawah usia 23 tahun.
“Ini bukan hal mudah. Saya pernah menjadi kapten di usia 21 tahun di bawah Arsene Wenger, yang juga mengandalkan pemain muda. Sekarang sebagai pelatih, saya paham betapa menantangnya hal itu,” kata Fabregas.
Meski gagal melaju ke final, perjalanan Como musim ini tetap menjadi kisah inspiratif. Dari klub yang sempat bangkrut hingga kini mampu bersaing dengan salah satu raksasa Italia, mereka menunjukkan bahwa proses dan perkembangan bisa membawa tim menuju level yang lebih tinggi.
Klasemen Serie A 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


