Como vs Inter: Tak Puas 0-0, Cesc Fabregas Klaim Timnya Layak Menang

Dimas Ardi Prasetya | 4 Maret 2026 08:35
Como vs Inter: Tak Puas 0-0, Cesc Fabregas Klaim Timnya Layak Menang
Duel antarpemain di laga Como vs Inter, leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 (c) Official X Inter

Bola.net - Hasil kurang memuaskan tersaji pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Como dan Inter Milan. Laga di Giuseppe Sinigaglia Stadium, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa gol.

Skor 0-0 memang membuat peluang kedua tim tetap terbuka jelang leg kedua. Namun, jalannya pertandingan menyisakan cerita berbeda bagi tuan rumah.

Advertisement

Como tampil berani dan mampu menahan dominasi Inter yang dalam beberapa musim terakhir begitu kuat di kompetisi domestik. Bahkan, tim asuhan Cesc Fabregas menciptakan peluang-peluang yang membuat publik tuan rumah sempat menahan napas.

Sementara Inter hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Fakta itu membuat Fabregas merasa hasil imbang ini belum sepenuhnya adil bagi timnya.

1 dari 4 halaman

Peluang Emas Terbuang, Fabregas Nilai Como Pantas Cetak Gol

Peluang Emas Terbuang, Fabregas Nilai Como Pantas Cetak Gol

Duel antarpemain di laga Como vs Inter, leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 (c) Official X Inter

Sejak awal laga, kedua pelatih membuat keputusan taktis yang cukup mengejutkan. Inter hanya menurunkan satu penyerang tengah, sementara Como memilih memainkan Nico Paz sebagai false 9 dalam sebagian besar pertandingan.

Pendekatan tersebut membuat Como lebih fleksibel dalam membangun serangan. Mereka bahkan sempat mengancam lewat peluang Mergim Vojvoda dan terutama kesempatan emas Alex Valle dari jarak sekitar lima meter yang gagal berbuah gol.

Di sisi lain, Inter mendapatkan peluang terbaik melalui Matteo Darmian yang sepakannya dari sudut sempit membentur tiang gawang. Meski demikian, secara keseluruhan Como terlihat lebih mendekati gol dibandingkan tim tamu.

“Hasilnya memang seperti itu. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol,” kata Fabregas kepada Sport Mediaset, via Football Italia.

2 dari 4 halaman

Duel Taktik Ala Catur

Duel Taktik Ala Catur

Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Fabregas melihat pertandingan ini sebagai adu strategi tingkat tinggi. Ia menilai Inter sampai harus mengubah pendekatan mereka demi meredam kekuatan Como.

Menurutnya, duel di lapangan berjalan sangat taktis dan penuh perhitungan. Kedua tim saling menutup ruang dan meminimalkan risiko kesalahan.

Menghadapi tim yang disebutnya sebagai yang paling dominan di Serie A, Como tetap berani memainkan gaya yang mereka inginkan. Soliditas lini belakang dan disiplin organisasi permainan menjadi kunci utama.

“Ini seperti pertandingan catur, sangat taktis, di mana melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan. Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle di mana tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Rasa Pahit Fabregas: Como Layak Menang

Rasa Pahit Fabregas: Como Layak Menang

Selebrasi skuad Como dalam laga versus Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Meski menghormati kualitas Inter, Fabregas tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menilai performa anak asuhnya sudah cukup untuk membawa pulang kemenangan tipis.

Inter yang dalam lima tahun terakhir mendominasi sepak bola Italia justru kesulitan mengembangkan permainan. Statistik tembakan tepat sasaran yang nihil menjadi bukti efektivitas pertahanan Como.

Fabregas mengakui hasil imbang ini menjaga asa kedua tim tetap hidup. Namun, ia merasa ada peluang besar yang terlewat untuk mencuri keunggulan sebelum leg kedua.

“Inter telah mendominasi sepak bola Italia dalam lima tahun terakhir, tetapi mereka hanya memiliki satu tembakan ke gawang hari ini. Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya kami bisa menang 1-0," klaim Fabregas.