Curhat Trezeguet: Final Liga Champions 2003 jadi Penyesalan Terbesar, Sedih Lihat Juventus Kehilangan Jiwa Juara
Editor Bolanet | 11 Oktober 2025 16:00
Bola.net - Sebuah penyesalan besar ternyata masih membayangi karier gemilang David Trezeguet hingga saat ini. Striker legendaris Juventus tersebut akhirnya membuka kembali luka lama, menunjuk kekalahan menyakitkan dari AC Milan di final Liga Champions 2003 sebagai penyesalan terdalam sepanjang kariernya.
Momen menyakitkan itu terjadi saat Juventus harus mengakui keunggulan rival abadi mereka, AC Milan. Laga puncak sesama tim Italia tersebut berlangsung di Old Trafford, Manchester.
Menurut Trezeguet, kekalahan itu terasa lebih menyakitkan karena ia merasa Juventus datang dengan kondisi yang lebih baik. Namun, takdir berkata lain dan kemenangan menjadi hal yang mustahil untuk diraih.
Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan kekecewaan mendalamnya terhadap kondisi Juventus pasca 2006. Ia merasa timnya saat itu telah kehilangan kapasitas untuk bisa bersaing memperebutkan trofi Si Kuping Besar.
Luka Terdalam Sepanjang Karier
David Trezeguet kembali mengenang salah satu malam paling kelam dalam sejarah Juventus. Final Liga Champions 2003 melawan AC Milan menjadi sebuah memori pahit yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Pertandingan tersebut harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pada akhirnya, Milan keluar sebagai juara dengan kemenangan 3-2.
Saat berbicara di Festival dello Sport, Trezeguet tanpa ragu menyebut malam itu sebagai penyesalan terbesarnya. Baginya, mentalitas Juventus saat itu adalah wajib menang, dan kegagalan melakukannya terasa sangat menyakitkan.
"Juve punya gagasan bahwa kami harus menang, tidak ada hal lain yang penting," kata Trezeguet, via MilanNews24.
"Yang terpenting adalah menang, dan kami tidak berhasil melakukannya. Itulah penyesalan terbesar dalam karier saya," tegasnya.
Merasa Unggul Secara Moral
Salah satu hal yang membuat kekalahan itu semakin sulit diterima adalah perasaan superioritas yang dimiliki skuad Juventus saat itu. Trezeguet merasa bahwa timnya tiba di Old Trafford dengan kondisi moral yang jauh lebih baik daripada AC Milan.
Namun, di atas lapangan, pertandingan berjalan alot dan tidak menyajikan tontonan yang indah. Pada akhirnya, hasil akhir menjadi satu-satunya hal yang paling penting dalam laga sepenting itu.
"Secara moral kami tiba dalam kondisi yang lebih baik daripada Milan," ungkap Trezeguet.
"Tetapi itu bukanlah pertandingan yang indah," sambungnya.
Harapan yang Tak Pernah Terwujud
Rasa frustrasi Trezeguet tidak berhenti pada kekalahan di final 2003 saja. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena Juventus tidak pernah lagi mampu kembali ke partai puncak Liga Champions di tahun-tahun berikutnya.
Padahal, ia sempat memiliki harapan besar setelah klub mendatangkan sejumlah pemain bintang. Ia berpikir bahwa dengan amunisi baru, kesempatan untuk membalas kegagalan akan segera datang.
Namun, harapan tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Penantian panjang itu membuatnya sadar bahwa ada sesuatu yang telah berubah di dalam timnya.
"Melihat para pemain hebat yang datang di tahun-tahun berikutnya, saya pikir kami akan kembali ke sana," tuturnya.
"Tetapi kami tidak pernah berhasil melakukannya," tambah Trezeguet.
Juventus yang Kehilangan Jiwa
Puncak dari kekecewaan Trezeguet adalah pengakuannya mengenai perubahan besar yang terjadi di Juventus. Ia secara gamblang membedakan kekuatan tim pada periode 2000-2006 dengan periode setelahnya.
Pemain asal Prancis ini merasa bahwa Juventus yang ia bela dari tahun 2006 hingga 2010 adalah sebuah tim yang berbeda. Ada sesuatu yang hilang dari dalam tim tersebut.
"Biar saya katakan ini, dari tahun 2000 hingga 2006 ada satu Juventus, dan dari 2006 hingga 2010 saya tetap bertahan, tetapi itu adalah sesuatu yang berbeda," jelasnya.
"Di dalam hati, saya merasa tim tidak lagi memiliki kapasitas untuk meraih trofi itu, Liga Champions," pungkas Trezeguet.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spalletti Minta Manajemen Juventus Beli Kim Min-jae dari Bayern Munchen?
Liga Italia 14 April 2026, 11:52
LATEST UPDATE
-
Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Mencari Bintang ke-5
Piala Dunia 15 April 2026, 22:22
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia 16 April 2026
Tim Nasional 15 April 2026, 21:39
-
4 Alasan Bayern Munchen Bisa Kalahkan Real Madrid Lagi di Liga Champions
Liga Champions 15 April 2026, 21:33
-
Final Four Proliga 2026 di Semarang: Pertaruhan Terakhir Menuju Grand Final
Voli 15 April 2026, 21:02
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: Arsenal vs Sporting
Liga Champions 15 April 2026, 20:24
-
FFF Kirim Sinyal Positif, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Prancis
Tim Nasional 15 April 2026, 19:57
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Bayern vs Madrid?
Liga Champions 15 April 2026, 19:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39











