Didier Deschamps: Saya akan Mengikuti Sekolah Juventus
Yaumil Azis | 18 April 2020 01:28
Bola.net - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, tak menutup kemungkinan dirinya akan melatih di level klub suatu hari nanti. Dan saat itu terjadi, ia akan mengikuti prinsip bermain bekas klubnya dulu, Juventus.
Pria berumur 51 tahun tersebut punya keterikatan yang cukup mendalam dengan Juventus. Selalu ada nama klub berjuluk Bianconeri itu dalam karir profesionalnya sebagai pemain dan juga pelatih.
Ya, Deschamps pernah menjadi salah satu gelandang andalan Juventus. Kiprahnya di Turin berjalan selama lima musim, dimulai saat dirinya dibeli dari Marseille pada tahun 1994 hingga hengkang ke Chelsea di 1999.
Ia pun pernah melatih Juventus selama satu musim, di mana Bianconeri pada saat itu harus bermain di Serie B sebagai imbas dari kasus Calciopoli. Dan Berkat dia, Juventus jadi bisa kembali beraksi di Serie A.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Mengikuti Prinsip Juventus
Ya, Deschamps pernah melanglang buana di level klub sebelum Timnas Prancis menawarinya pekerjaan. Selain Juventus, ia juga pernah melatih AS Monaco dan juga Marseille.
Pengalaman di level klub membuat Deschamps jadi sukses memberikan prestasi penting bagi Les Blues, yakni trofi juara Piala Dunia 2018. Dan sekarang, sudah delapan tahun dirinya berpentas di level internasional.
Bukan berarti Deschamps akan terus-terusan melatih Timnas setelah ini. Ia juga punya hasrat untuk kembali menukangi klub. Dan jika kesempatan itu terwujud, ia ingin mengikuti prinsip Juventus.
"Saya akan mengikuti sekolah Juventus, di mana anda berlatih keras dan pada level yang sangat tinggi guna mendapatkan hasil," ujar Deschamps kepada L'Equipe.
Enggan Terpengaruh Sosok Lain
Saat ini, dunia kepelatihan memiliki beberapa sosok penting dengan karakteristik yang berbeda-beda. Josep Guardiola, Massimiliano Allegri, bahkan Maurizio Sarri juga punya gayanya sendiri.
Ketiganya dikenal sebagai pelatih terpandang di level klub saat ini. Kendati demikian, Deschamps mengaku tak ingin terinspirasi dari siapapun.
"Bahkan sebagai pemain, etiket seperti itu tidak pernah membuat saya tertarik. Saya tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk menjadi berguna buat tim," tambahnya.
"Tak ada gunanya untuk berkata bahwa saya akan seperti [Arrigo] Sacchi, [Johan] Cruyff, atau [Pep] Guardiola, anda harus memiliki makna untuk memainkan suatu tipe sepak bola dan setiap pelatih dinilai dari hasilnya," pungkasnya.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
LATEST UPDATE
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12















