Direktur Verona Ngamuk: Tim Kuat Seperti Juventus tak Seharusnya jadi Tukang Protes!

Afdholud Dzikry | 4 Mei 2026 07:25
Direktur Verona Ngamuk: Tim Kuat Seperti Juventus tak Seharusnya jadi Tukang Protes!
Selebrasi pemain Hellas Verona, Kieron Bowie usai membobol gawang Juventus di Liga Italia, 3 Mei 2026. (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Bola.net - Hellas Verona mencuri perhatian saat menahan imbang Juventus 1-1 di Allianz Stadium, Minggu (3/5/2026) malam WIB. Meski sudah dipastikan turun ke Serie B, tim tamu tetap bermain tanpa beban dan memberi perlawanan sengit sejak awal laga.

Verona bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum Juventus menyamakan kedudukan di babak kedua. Dusan Vlahovic menjadi penyelamat tuan rumah lewat gol yang menjaga posisi mereka di peringkat keempat klasemen sementara Serie A, meski jarak dengan AS Roma kini hanya terpaut empat poin.

Advertisement

Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan di atas lapangan. Ketegangan justru terasa kuat di area pinggir lapangan, terutama dari kubu Verona. Direktur Olahraga Verona, Sean Sogliano, terlihat sangat emosional hingga akhirnya menerima kartu merah pada menit-menit akhir.

Sogliano tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap sikap pemain dan staf Juventus sepanjang pertandingan. Situasi memanas saat wasit memberikan tendangan bebas untuk Juventus menjelang laga usai, yang menurutnya menjadi bagian dari rangkaian keputusan yang dianggap tidak adil.

1 dari 3 halaman

Kecaman Sogliano terhadap Budaya Sepak Bola Italia

Kecaman Sogliano terhadap Budaya Sepak Bola Italia

Pemain Juventus Gleison Bremer (kanan) berebut bola dengan pemain Hellas Verona Kieron Bowie pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Verona di Turin, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Sean Sogliano menilai ada persoalan mendasar dalam budaya sepak bola Italia saat ini. Ia mempertanyakan mengapa tim sebesar Juventus masih kerap melayangkan protes kepada wasit, bahkan saat menghadapi tim yang sudah terdegradasi seperti Verona.

Menurutnya, kebiasaan mengeluh berlebihan justru menjadi kemunduran bagi kualitas sepak bola itu sendiri. Ia juga mengaitkan sikap tersebut dengan kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia, karena drama di luar lapangan sering kali mengaburkan esensi permainan.

“Saya diusir hari ini juga karena melihat hal-hal yang tidak saya sukai,” ujar Sean Sogliano kepada Sky Sport.

“Kita bicara tentang budaya dan fakta bahwa kita tidak pergi ke Piala Dunia. Di sini ceritanya selalu sama saja. Bahkan melawan tim yang sudah terdegradasi, saya mendengar hal-hal yang tidak ingin saya ulangi, karena jika saya mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya mungkin harus berhenti bekerja,” tegasnya.

2 dari 3 halaman

Kritik Tajam untuk Protes Pemain Juventus

Sogliano secara khusus menyoroti intensitas protes yang dilakukan pemain tim besar terhadap wasit. Ia menilai Juventus tidak perlu bersikap demikian, mengingat kualitas skuad dan dukungan suporter yang mereka miliki sudah sangat kuat.

Ia menyampaikan kritik tersebut dengan emosi setelah memperhatikan situasi di bangku cadangan kedua tim. Bahkan, ia menantang pihak penyiar untuk merekam aktivitas di bench agar publik bisa melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi sepanjang pertandingan.

"Tim kuat yang mengeluh soal wasit padahal dalam satu menit, fans mereka seolah akan membantu memasukkan bola ke gawang untuk mereka," sindir Sogliano terhadap sikap lawan.

"Verona menunjukkan harga diri dan mendapatkan poin. Jika seseorang diusir karena kehilangan kesabaran atas hal-hal tertentu, rekamlah kedua bangku cadangan, barulah kita punya bahan bicara selain soal VAR," lanjutnya dengan nada berang.

3 dari 3 halaman

Kebanggaan Verona Meski Harus Turun Kasta

Di balik hasil imbang ini, Verona membawa pulang lebih dari sekadar satu poin. Sogliano menilai timnya telah menjaga harga diri dengan menunjukkan determinasi tinggi hingga peluit akhir berbunyi.

Ia menegaskan bahwa degradasi tidak menghapus kebanggaan klub dan para pemainnya. Mereka tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak setelah mampu memberi perlawanan berarti kepada salah satu tim besar Italia.

“Saya mengatakan ini sebagai seseorang yang sudah terdegradasi, jadi tidak ada yang benar-benar peduli,” ucap Sogliano menutup pembicaraan.

“Saya pulang bersama para pemain dan klub karena kami adalah orang-orang dengan harga diri,” tambahnya.

LATEST UPDATE