
Bola.net - Hasil imbang 1-1 antara Juventus dan Hellas Verona bukan hanya soal angka di papan skor. Pada menit-menit akhir pertandingan, suasana justru memanas di pinggir lapangan, melibatkan pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dan Direktur Verona, Sean Sogliano.
Sogliano akhirnya diusir wasit setelah melancarkan protes keras dari area bangku cadangan. Bahkan sebelum Spalletti berbicara kepada media, ia lebih dulu menyampaikan kritik tajam dalam wawancara, yang membuat suasana konferensi pers terasa kurang nyaman.
Menanggapi situasi tersebut, Spalletti terlihat tidak terlalu memedulikannya. Ia justru menilai kubu Verona banyak memainkan drama sepanjang pertandingan, sesuatu yang menurutnya ikut memengaruhi jalannya laga di lapangan.
Alih-alih meredam situasi, Spalletti membalas dengan sindiran yang cukup tajam. Ia menyoroti perilaku pemain Verona yang dianggap sengaja mengulur waktu, dan menilai cara tersebut sudah melewati batas dalam konteks pertandingan profesional.
Sindiran Spalletti untuk Direktur Verona

Saat dimintai komentar soal protes Sogliano, Spalletti mengaku tidak memahami inti keluhan tersebut. Ia merasa Juventus justru lebih mampu menahan diri, meski pemain Verona kerap terjatuh dan menghentikan alur permainan.
Pelatih asal Italia itu juga menilai taktik buang waktu yang dilakukan Verona cukup mengganggu ritme timnya. Meski demikian, ia memilih merespons dengan pernyataan ketimbang emosi, karena menurutnya kejadian di lapangan sudah berbicara dengan sendirinya.
"Saya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh direktur tersebut. Saya akan pergi dan melihat apa yang dia keluhkan, tapi saya benar-benar tidak memahaminya," ungkap Luciano Spalletti.
"Dia sedikit misterius, tapi kami tidak pernah berdiri dari bangku cadangan untuk mengeluh kapan pun pemainnya tergeletak selama 30 detik setelah setiap pelanggaran. Mereka mencoba menghabiskan setiap detik yang tersedia saat lemparan ke dalam, itu agak berlebihan," kecamnya.
Fokus Terganggu Drama Lapangan

Ketegangan di luar lapangan tampaknya berdampak langsung pada permainan Juventus. Para pemain terlihat ikut terseret emosi, dan beberapa di antaranya, termasuk Francisco Conceicao, menunjukkan reaksi kecewa saat ditarik keluar.
Situasi tersebut membuat Juventus kesulitan menjaga ketenangan saat menciptakan peluang. Mereka terlihat terburu-buru dalam penyelesaian akhir, sementara Verona terus memainkan tempo dengan cara yang memancing frustrasi.
"Kami tidak beruntung, dan dengan sedikit lebih banyak ketajaman kami bisa saja membalikkan keadaan, bahkan jika Anda tidak selalu bisa mengendalikan segalanya," ujar Spalletti menyesali hasil laga.
"Apa yang bisa kita lakukan adalah tetap berpikiran jernih di momen-momen penting, dan kita tidak melakukannya hari ini," sambungnya lagi.
Tekanan Zona Liga Champions
Hasil imbang ini memberikan tekanan tambahan bagi Juventus dalam persaingan empat besar. Meski secara permainan mereka mendominasi, hasil akhir justru merugikan ambisi klub musim ini. Spalletti mengakui bahwa tekanan untuk menang membuat timnya sedikit kehilangan kendali emosi.
Tensi di lapangan meningkat drastis setelah gol penyeimbang dari Dusan Vlahovic tercipta. Para pemain Juventus berusaha keras mencari gol kemenangan namun selalu terbentur pertahanan gerendel lawan. Hal inilah yang memicu ledakan emosi di pinggir lapangan antara staf kedua tim.
"Ketegangan meningkat setelah itu, Anda memiliki ketakutan untuk tidak berhasil, ketika semua orang memberi tahu Anda bahwa ini adalah pertandingan yang mudah dan Anda menemukan bahwa itu tidak mudah sama sekali," ungkap Spalletti.
"Kami harus selalu mengevaluasi apa yang terjadi, menganalisis berbagai hal, dan kemudian mencoba meningkatkan kemampuan untuk pertandingan berikutnya," pungkas Spalletti menutup wawancara.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 07:06Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 20 Juni 2026 07:55Prabowo Dorong Akademi Olahraga, Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun
-
Liputan6 19 Juni 2026 23:50Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami
-
Liputan6 19 Juni 2026 22:48Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti
-
Liputan6 19 Juni 2026 22:05Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi
-
Liputan6 19 Juni 2026 21:58Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas
-
Liputan6 19 Juni 2026 21:18Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan
HIGHLIGHT
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Ar...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263328/original/010998600_1781883632-40d61759-e5b4-4164-b814-01ba8afee642.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263345/original/081855100_1781887842-IMG_20260619_205520.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263286/original/078037600_1781877229-IMG_4038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263316/original/003749800_1781881522-IMG_4134.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263288/original/023085200_1781878706-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_20.31.33.jpeg)

