Drama, Konflik, dan Kebangkitan: Kisah Inter Milan Juara di Era Cristian Chivu
Richard Andreas | 5 Mei 2026 19:49
Bola.net - Perayaan gelar juara Inter musim ini terasa berbeda. Di tengah sorak-sorai San Siro, Cristian Chivu justru memilih berdiri di belakang, membiarkan para pemain menikmati momen yang mereka perjuangkan sepanjang musim.
Kendati demikian, di balik sikap sederhana itu, tersimpan kisah tentang bagaimana seorang pelatih membangkitkan tim yang sempat retak, kehilangan arah, bahkan dianggap sudah habis.
Inter akhirnya memastikan Scudetto ke-21 mereka, dan di balik pencapaian itu, ada peran besar Chivu yang bekerja dalam senyap, mengikat kembali ruang ganti yang nyaris pecah dan mengubah luka menjadi kekuatan.
Dari Luka Musim Lalu ke Kebangkitan

Inter datang ke musim ini dengan beban berat. Mereka kehilangan gelar Serie A di hari terakhir musim 2024/2025, lalu dipermalukan PSG dengan skor telak di final Liga Champions hanya beberapa hari kemudian.
Situasi itu membuat banyak pihak menilai Inter sudah mencapai akhir siklus. Kepercayaan diri runtuh, dan fondasi tim mulai dipertanyakan.
Masalah semakin rumit ketika Lautaro Martinez secara terbuka mengkritik rekan setimnya, Hakan Calhanoglu, soal komitmen. Rumor transfer ke Galatasaray ikut memperkeruh suasana.
Dari luar, Inter terlihat seperti tim yang siap runtuh. Namun di dalam, cerita yang berbeda sedang dibangun.
Peran Cristian Chivu

Chivu datang menggantikan Simone Inzaghi dengan pengalaman yang terbatas sebagai pelatih tim utama. Namun ia membawa sesuatu yang tidak bisa diukur dengan statistik: empati.
Ia sendiri pernah melewati momen kritis dalam kariernya sebagai pemain, saat mengalami cedera kepala serius pada 2010. Pengalaman itu membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola dan kehidupan.
“Ini tim tidak pernah kehilangan kebersamaan,” kata Nicolo Barella, menggambarkan dampak pendekatan Chivu.
Alih-alih memaksakan ide baru, Chivu memilih menjaga stabilitas. Ia mempertahankan sistem 3-5-2 yang sudah dibangun sejak era Antonio Conte dan dikembangkan Inzaghi.
Keputusan itu terbukti krusial. Di tengah tekanan dan konflik, Inter tetap solid sebagai satu kesatuan.
Mengatasi Krisis dan Cedera

Perjalanan menuju gelar tidak berjalan mulus. Inter dihantam cedera dan performa yang naik turun sepanjang musim.
Lautaro tetap tajam meski sempat absen dalam sejumlah laga, sementara Calhanoglu hanya tampil sporadis tapi tetap menentukan. Denzel Dumfries juga harus menepi lama karena cedera.
Di lini belakang, para pemain senior seperti Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij mulai tergerus usia. Rotasi dan manajemen pemain menjadi kunci.
Chivu juga berani memberi ruang bagi pemain muda seperti Francesco Pio Esposito. Ia menjadi bagian penting dalam transisi generasi di skuad Inter.
Semua itu membuat Inter tetap kompetitif, bahkan saat kondisi tim tidak ideal.
Serangan Jadi Senjata Utama Inter Milan
Berbeda dengan tradisi Serie A yang identik dengan pertahanan kuat, Inter justru menang lewat produktivitas gol.
Mereka mencetak jauh lebih banyak gol dibanding rival seperti Napoli dan AC Milan.
Pendekatan ini menjadikan Inter sebagai tim yang lebih direct dan agresif. Bahkan di Eropa, hanya beberapa klub seperti Bayern Munich dan Barcelona yang lebih produktif.
Chivu membuktikan bahwa di Italia, kemenangan tidak selalu harus datang dari pertahanan terbaik. Kadang, mencetak lebih banyak gol sudah cukup untuk menjadi juara.
Tantangan di Eropa dan Masa Depan
Meski dominan di liga, Inter masih menyisakan pekerjaan rumah di Eropa. Mereka tersingkir lebih awal dari Liga Champions, termasuk kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt.
Kekalahan tersebut menunjukkan bahwa Inter masih perlu berkembang dalam laga-laga besar.
Presiden klub, Beppe Marotta, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil keputusan berani yang diperhitungkan.
Sementara itu, direktur olahraga Piero Ausilio sudah menatap masa depan, termasuk rencana investasi pemain muda Italia.
Chivu sendiri tetap fokus. Setelah pesta gelar, ia langsung mengalihkan perhatian ke final Coppa Italia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Link Streaming Milan vs Lecce di Serie A, 21 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Real Madrid: Giuliano Simeone
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:32
-
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Dean Huijsen Diusir, Los Blancos Tumbang di Derby
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:16
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
-
Hasil Man City vs Sunderland: Brobbey Hattrick, The Citizens Tetap Keluar sebagai Pemenang
Liga Inggris 20 September 2026, 21:59
-
Hasil Bournemouth vs Liverpool: Gol Isak Bawa The Reds Menang Tipis
Liga Inggris 20 September 2026, 21:53
-
Link Streaming Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 21:45
-
Link Streaming Fulham vs Man Utd di Premier League, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 21:15
-
Link Streaming Atletico Madrid vs Real Madrid di La Liga, 20 September 2026
Liga Spanyol 20 September 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

