Drama Napoli vs Verona, Antonio Conte Ngamuk: Haruskah Hojlund Amputasi Lengannya?
Editor Bolanet | 8 Januari 2026 15:06
Bola.net - Hasil imbang 2-2 antara Napoli vs Hellas Verona menyisakan cerita panas. Antonio Conte tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai laga yang diwarnai keputusan kontroversial tersebut.
Sang juara bertahan sejatinya menunjukkan mental baja di lapangan. Mereka sukses bangkit dan menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol lebih dulu dari tim tamu.
Namun, sorotan utama tertuju pada serangkaian keputusan wasit yang dinilai aneh oleh Conte. Mulai dari penalti untuk Verona hingga dianulirnya gol Rasmus Hojlund karena dianggap handball.
Pelatih asal Italia itu merasa timnya berada di pihak yang dirugikan oleh insiden-insiden kunci tersebut. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi daya juang pasukannya yang menolak menyerah di tengah situasi sulit.
Sarkasme tajam pun tak terelakkan saat Conte membahas keputusan wasit yang menganulir gol strikernya. Ia mempertanyakan logika pengadil lapangan dengan pertanyaan retoris yang menohok.
Sarkasme Conte Soal Insiden Hojlund

Conte sebenarnya mencoba berbesar hati menerima keputusan penalti yang diberikan kepada lawan. Namun, ia tak menampik bahwa ada rasa janggal dalam evaluasi wasit di momen tersebut.
"Keputusan penalti adalah evaluasi yang aneh, tapi kami menerimanya," ujar Conte kepada DAZN usai pertandingan.
Emosinya baru benar-benar tumpah saat membahas insiden handball Rasmus Hojlund. Bagi eks pelatih Chelsea ini, posisi tangan pemainnya adalah gerakan alami yang mustahil dihindari dalam duel fisik.
"Dua episode negatif itu bisa membunuh siapa saja, tapi tim bereaksi dengan baik. Dan soal Hojlund, sejujurnya saya tidak tahu di mana dia harus menaruh lengannya, apa yang harus dia lakukan, mengamputasinya? Ini menjadi sulit, tapi kami terus melangkah," keluh Conte dengan nada tinggi.
Ia menegaskan bahwa laga semacam ini sangat berisiko bagi timnya. Ada perasaan campur aduk antara kecewa dengan hasil akhir dan bangga melihat respon para pemain mengejar ketertinggalan.
"Tidak hanya kekecewaan. Ini adalah pertandingan di mana Anda berisiko kalah, ada dua episode negatif bagi kami di mana kami bisa melakukan yang lebih baik," tambahnya.
Fokus Penuh Menatap Inter Milan
Hasil mengecewakan kontra Verona kini harus segera dilupakan demi fokus ke laga mahabarata selanjutnya. Napoli dijadwalkan akan meladeni tantangan berat dari Inter Milan.
Conte enggan terjebak dalam perdebatan siapa yang lebih difavoritkan dalam duel nanti. Ia memilih berhati-hati dalam berucap demi menjaga kondusivitas tim jelang laga krusial.
"Saya tidak tertarik mendiskusikan itu. Jika saya mengatakan sesuatu, itu akan menyebabkan kekacauan," tegasnya menghindari polemik.
Meski begitu, ia tak menutup mata terhadap kekuatan calon lawannya. Inter dinilai memiliki kualitas luar biasa, terbukti dengan rekam jejak mereka di kompetisi Eropa belakangan ini.
"Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat kuat yang telah mencapai dua final Liga Champions dalam dua tahun. Kami akan pergi ke sana dengan tekad dan keinginan untuk memberikan segalanya," imbuh Conte.
Merasa Diperlakukan Berbeda di Italia
Di luar aspek teknis, Conte juga menumpahkan unek-uneknya soal narasi media di Italia. Ia merasa kerap disalahartikan ketika memberikan komentar objektif mengenai rival-rival Napoli.
Ia membela diri terkait pujian yang baru-baru ini ia lontarkan untuk Inter, AC Milan, dan Juventus. Menurutnya, itu hanyalah bentuk respek terhadap sejarah klub-klub besar tersebut.
"Saya tidak mengatakan hal yang aneh. Saya hanya memberikan pujian kepada Inter, Milan, dan Juventus serta sejarah mereka," jelasnya.
Conte menutup sesi wawancara dengan perasaan bahwa dirinya menjadi sasaran empuk kritik yang tidak adil. Ia membandingkan perlakuan yang ia terima dengan pelatih lain saat membahas kinerja wasit.
"Jika saya berbicara tentang wasit, terjadi keributan. Jika orang lain melakukannya, tidak terjadi apa-apa. Saya mengerti saya adalah figur media, tapi ini hanya terjadi pada saya di Italia," pungkas Conte.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 11 September 2026, 11:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Udinese 15 September 2026
Liga Italia 13 September 2026, 01:18
-
Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
Liga Eropa Lain 13 September 2026, 00:08
-
Man of the Match Chelsea vs Hull City: Joao Pedro
Liga Inggris 12 September 2026, 23:39
-
Man of the Match Liverpool vs Fulham: Jeremy Jacquet
Liga Inggris 12 September 2026, 23:33
-
Prediksi Sassuolo vs Juventus 14 September 2026
Liga Italia 12 September 2026, 23:17
-
Hasil Chelsea vs Hull City: Berbagi Poin di Stamford Bridge
Liga Inggris 12 September 2026, 23:16
-
Hasil Liverpool vs Fulham: The Reds Tertahan Tanpa Gol
Liga Inggris 12 September 2026, 23:10
-
Link Live Streaming Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 12 September 2026, 23:02
-
Link Live Streaming Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 23:00
-
Prediksi Elversberg vs Bayern 13 September 2026
Bundesliga 12 September 2026, 22:06
-
Hasil BRI Super League: Bali United dan Borneo FC Raih Kemenangan
Bola Indonesia 12 September 2026, 21:29
-
Prediksi Man Utd vs Man City 13 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 21:09
-
Prediksi Levante vs Barcelona 13 September 2026
Liga Spanyol 12 September 2026, 20:13
-
Link Live Streaming Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 12 September 2026, 20:00
-
Link Live Streaming Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


