Dusan Vlahovic, Kepingan yang Hilang di Lini Serang Juventus
Gia Yuda Pradana | 11 Februari 2026 14:32
Bola.net - Dusan Vlahovic terakhir tampil untuk Juventus pada 29 November 2025 sebelum cedera pangkal paha membuatnya menepi cukup lama. Absennya penyerang asal Serbia itu terasa jelas karena tim kehilangan sosok target utama di area depan.
Juventus masih mampu bersaing dalam beberapa laga tanpa Vlahovic. Namun, tidak adanya figur penuntas serangan membuat alur permainan kerap berhenti di sepertiga akhir lapangan.
Situasi kontrak Vlahovic juga menambah ketidakpastian karena ada peluang ia pergi pada akhir musim. Akan tetapi, klub tetap berharap masa baktinya di Turin berakhir dengan catatan positif jika perpisahan benar-benar terjadi.
Peran Penting yang Tak Tergantikan

Kegagalan mendatangkan striker baru pada bursa transfer musim dingin membuat proses pemulihan Vlahovic menjadi sangat krusial. Ketajaman dan kekuatan fisiknya adalah kualitas yang tidak terlihat konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Tim kini bermain lebih agresif dan mengalirkan bola ke sisi sayap dengan intensitas tinggi, tapi peluang sering tidak berujung gol. Kehadiran Vlahovic diyakini bisa mengubah pola serangan itu menjadi lebih efektif karena ia terbiasa menyelesaikan peluang di kotak penalti.
Mantan penyerang Italia, Giampaolo Pazzini, menilai tipikal permainan Vlahovic sangat sesuai dengan gaya menyerang yang sekarang dijalankan tim. Ia melihat penyerang Serbia itu sebagai jawaban atas kebutuhan utama di lini depan.
“Dalam serangan, Vlahovic adalah pemain yang sangat dirindukan Juventus, karena sekarang tim banyak melakukan umpan silang dan menyerang sehingga ia akan menjadi sosok yang sempurna,” ujar Pazzini. Pernyataan itu menunjukkan keyakinan bahwa produktivitas gol Juventus akan meningkat jika Vlahovic kembali memimpin lini depan.
Menatap Fase Penentuan Musim

Musim telah memasuki tahap krusial dengan jadwal padat dan tekanan tinggi di setiap pertandingan. Kembalinya Vlahovic diharapkan terjadi pada momen yang tepat untuk memberi dorongan moral sekaligus teknis.
Adaptasi cepat terhadap sistem yang lebih cair menjadi tantangan utama bagi pemain berusia 26 tahun itu. Jika mampu menemukan ritme sejak laga pertama, kontribusinya bisa sangat menentukan dalam persaingan papan atas.
Harapan besar kini tertuju pada proses pemulihan yang berjalan sesuai rencana. Juventus menunggu kepingan terakhir untuk melengkapi lini serang mereka menjelang bulan-bulan penentuan musim.
Sumber: juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Perjudian Taktik Carrick Mengubah Arah Pertandingan dalam Hitungan Detik
Chelsea vs Leeds United: Konsekuensi Besar dari Kesalahan Kecil
West Ham vs Man Utd: 5 Pemain Terburuk Manchester United di London Stadium
5 Pelajaran dari West Ham vs Man Utd: Kelelahan Mulai Terasa, Masalah Lama Kembali Menghantui
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Neymar Masih Cadangan?
Piala Dunia 29 Juni 2026, 11:34
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs RD Kongo, 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 21:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Ekuador 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 20:00
-
Jadwal Wimbledon 2026: Video Review Hadir Pertama Kalinya! Saksikan di Vidio
Tenis 29 Juni 2026, 17:22
-
Update Kondisi Terkini Matthijs De Ligt: Kapan Bisa Comeback di MU?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 17:13
-
Xabi Alonso Ingin Boyong Eks Arsenal Ini ke Chelsea?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:53
-
Klub EPL Ini Siap Tikung MU untuk Transfer Felix Nmecha
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:44
-
Marquinhos Ingatkan Brasil Tak Remehkan Jepang
Piala Dunia 29 Juni 2026, 16:17
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41












