FIFA Beri Sanksi Presiden FIGC Karena Kasus Rasisme
Editor Bolanet | 5 November 2014 21:36
- Ketua federasi sepak bola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio mendapat hukuman tidak bisa memegang jabatan apa pun di badan sepakbola dunia (FIFA) selama enam bulan terkait komentar rasisnya bulan Agustus lalu.
Badan sepak bola Eropa (UEFA) juga telah menjatuhkan sanksi serupa kepada pria 71 tahun itu.
Keputusan FIFA ini juga merupakan pukulan baru bagi FIGC yang dalam investigasi internal menegaskan bahwa Tavecchio terbukti bersalah.
Tavecchio telah mengakibatkan protes ketika ia membuat komentar menyebut pemain asal Afrika dengan nama fiktif Opti Poba 'makan pisang' saat kampanye calon ketua FIGC. Ia merujuk pada sedikitnya kesempatan bagi pemain muda Italia di klub-klub profesional.
Di Inggris, mereka mengidentifikasi pemain yang datang dan, jika mereka profesional, mereka diizinkan main. Tapi kita disini (Italia), kita mendapati 'Opti Poba' yang sebelumnya makan pisang dan tiba-tiba menjadi pemain utama di Lazio, kata Tavecchhio ketika berbicara di sidang liga amatir Italia Agustus lalu.
FIFA mengatakan bahwa Tavecchio tidak boleh menduduki posisi apa pun di FIFA selama enam bulan mulai 7 Oktober 2014.
Kasus terkait komentar rasis dibuat Tavecchio selama kampanye. FIFA tegas menentang sebagai bentuk diskriminasi, demikian pernyataan FIFA.
Pasal tiga statuta FIFA menjelaskan larangan diskriminasi terhadap seseorang berdasar warna kulit, ras, suku, bangsa, gender, bahasa, agama, opini politik, kesehatan, kelahiran atau orientasi seksual.
Sebagai ketua federasi sepak bola negara terkemuka, Tavecchio biasanya juga diperhitungkan untuk duduk di komite FIFA. (reu/dzi)
Badan sepak bola Eropa (UEFA) juga telah menjatuhkan sanksi serupa kepada pria 71 tahun itu.
Keputusan FIFA ini juga merupakan pukulan baru bagi FIGC yang dalam investigasi internal menegaskan bahwa Tavecchio terbukti bersalah.
Tavecchio telah mengakibatkan protes ketika ia membuat komentar menyebut pemain asal Afrika dengan nama fiktif Opti Poba 'makan pisang' saat kampanye calon ketua FIGC. Ia merujuk pada sedikitnya kesempatan bagi pemain muda Italia di klub-klub profesional.
Di Inggris, mereka mengidentifikasi pemain yang datang dan, jika mereka profesional, mereka diizinkan main. Tapi kita disini (Italia), kita mendapati 'Opti Poba' yang sebelumnya makan pisang dan tiba-tiba menjadi pemain utama di Lazio, kata Tavecchhio ketika berbicara di sidang liga amatir Italia Agustus lalu.
FIFA mengatakan bahwa Tavecchio tidak boleh menduduki posisi apa pun di FIFA selama enam bulan mulai 7 Oktober 2014.
Kasus terkait komentar rasis dibuat Tavecchio selama kampanye. FIFA tegas menentang sebagai bentuk diskriminasi, demikian pernyataan FIFA.
Pasal tiga statuta FIFA menjelaskan larangan diskriminasi terhadap seseorang berdasar warna kulit, ras, suku, bangsa, gender, bahasa, agama, opini politik, kesehatan, kelahiran atau orientasi seksual.
Sebagai ketua federasi sepak bola negara terkemuka, Tavecchio biasanya juga diperhitungkan untuk duduk di komite FIFA. (reu/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















