From Hero to Zero! 11 Pemain AC Milan Dengan Performa Paling Bapuk Pada 2021
Asad Arifin | 16 Maret 2021 12:39
Bola.net - AC Milan menunjukkan penurunan performa yang signifikan pada 2021 ini. Dari puncak klasemen Serie A, Milan kini tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang sukses melakukan kudeta.
Milan racikan Stefano Pioli kini mulai akrab dengan kekalahan. Mereka sempat kalah dua laga beruntun pada akhir Januari, lawan Atalanta dan Inter Milan.
Rossoneri kemudian juga gagal menang pada empat laga beruntun pada periode Februari. Paling baru, Milan kalah dengan skor 1-0 dari Napoli pada pekan ke-27 Serie A di San Siro.
Sejumlah pemain tampil buruk untuk Milan pada 2021 ini. Siapa saja mereka? Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Theo Hernandez

Theo Hernandez menjadi ikon kecemerlangan Milan pada awal musim 2020/2021. Theo tampil heroik saat Milan bermain imbang 2-2 atas Parma, juga saat Milan menang dramatis atas Lazio lewat golnya pada menit akhir.
Namun, pada 2021, Theo seolah tenggelam. Aksi eksplosifnya dari sisi kiri mulai jarang nampak. Area yang ditempati Theo justru acap kali menjadi titik lemah dan sasaran serangan balik kubu lawan Milan.
Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic dipuja bak pahlawan ketika tampil menentukan awal musim 2020/2021. Ibrahimovic seolah memberi harapan bahwa Milan telah bangkit dan siap meraih gelar scudetto Serie A.
Namun, Ibrahimovic belakangan justru jadi pesakitan. Dia masih mencetak banyak gol, tapi juga membuat kontroversi. Kartu merah di laga melawan Inter Milan jadi momen yang buruk. Beruntung dia tak mendapat hukuman atas insiden yang terjadi.
Ibrahimovic, sebelum cedera, gagal mencetak gol pada empat laga terakhir bersama Milan.
Alessio Romagnoli

Posisi Romagnoli belakangan mulai tergeser menyusul kehadiran Fikayo Tomori. Romagnoli harus berjuang untuk menemukan performa terbaiknya seperti pada paruh pertama musim 2020/2021.
"Saya tidak percaya ini masalah fisik, kami harus berhenti salah dalam memberikan umpan dan memberikan lebih banyak opsi umpan," ucap Pioli terkait performa Romagnoli usai Milan kalah dari Spezia.
Brahim Diaz

Brahim Diaz tampil menjanjikan di awal musim, terutama pada laga Liga Europa. Diaz menjadi opsi lain bagi Stefano Pioli ketika harus bermain tanpa Hakan Calhanoglu di lini tengah.
Namun, memasuki 2021, ketika Calhanoglu absen karena cedera, Diaz gagal tampil menentukan. Dia hanya membuat satu assist dari 11 laga yang sudah dimainkan tahun ini. Diaz harusnya bisa memberi lebih banyak lagi.
Samu Castillejo

Castillejo tampil bagus pada akhir 2020 lalu. Pada periode akhir November dan awal Desember, dia mampu mencetak tiga gol untuk Milan. Namun, Castillejo tenggelam pada 2021.
Castillejo tidak mencetak satu pun gol maupun assist untuk Milan pada 2021. Castillejo telah memainkan 17 laga pada 2021, tanpa kontribusi gol sama sekali.
Mario Mandzukic

Milan berjudi terlalu besar saat mengontrak Mandzukic. Sebab, dia tidak bermain secara kompetitif sejak Maret 2020. Apalagi, dia sudah tidak lagi muda. Usianya sudah 34 tahun.
Mandzukic mengalami cedera, bahkan ketika belum pernah bermain penuh untuk Milan. Mantan pemain Juventus itu belum mencetak satu pun gol maupun assist bagi Milan pada lima laga yang dimainkan.
Jens Petter Hauge

Hauge sempat menjadi angin segar bagi Milan pada awal musim 2020/2021 ini. Hauge datang dan segera menjadi supersub bagi Milan. Aksinya acap kali mengubah jalannya laga.
Terlepas dari minimnya menit bermain yang didapat, Hauge tak lagi menentukan bagi Milan. Hauge belum mencetak gol maupun membuat assist sepanjang 2021 untuk Rossoneri.
Gianluigi Donnarumma

Donnarumma mencatat tiga laga tanpa kebobolan pada empat laga awal 2021. Namun, performa kiper andalan timnas Italia kemudian menurun. Donnarumma acap kali tampil buruk pada laga-laga yang krusial.
Donnarumma kebobolan tiga gol saat Milan berjumpa Juventus. Lalu, saat lawan Inter Milan, jumlah gol yang sama juga bersarang di gawang kiper berusia 22 tahun. Sebagai kapten, ketika Romagnoli absen, dia juga gagal mengangkat moral rekannya.
Rafael Leao

Rafael Leao membuka 2021 dengan sangat baik, dua gol dan satu assist pada tiga laga pertama. Akan tetapi, setelah itu, tidak ada gol lain yang tercipta. Leao juga hanya menambah satu assist lagi.
Milan sebenarnya patut bersyukur punya Leao. Sebab, dia cukup jarang mengalami cedera dan bisa bermain di banyak posisi. Namun, Rafael Leao telah absen mencetak gol pada 14 laga terakhir.
Alexis Saelemaekers

Saelemaekers menjadi andalan Milan untuk posisi winger kiri. Hanya saja, pemain asal Belgia itu tidak pernah benar-benar menjadi teror bagi lini belakang lawan.
Saelemaekers belum mencetak satu pun gol untuk Milan pada 2021. Dia mendapat kartu kuning lebih banyak [4] dari jumlah assist [2] yang dibuat. Saelemaekers juga mendapat satu kartu merah konyol saat melawan Lazio.
Sandro Tonali

Tonali mendapat kesempatan bermain lebih banyak pada 2021. Sebab, Ismael Bennacer mengalami cedera dan harus absen untuk waktu yang cukup lama.
Hanya saja, Tonali belum mampu tampil sesuai harapan. Tonali belum sempat mendapat kartu merah tidak perlu di laga melawan Benevento, yang untungnya Milan menang 2-0 pada laga itu.
Dari 12 laga yang dimainkan Tonali pada 2021, dia hanya empat kali tampil penuh.
Stefano Pioli

Stefano Pioli tentu saja berada di balik semua hasil buruk yang didapat Milan. Pioli seolah tidak punya banyak opsi dari sisi taktikal dan gagal melecut semangat juang para pemain Milan.
Pioli acap kali berlindung pada dalih 'tim ini sedang berkembang dan butuh proses' setiap kali Milan gagal meraih kemenangan. Kini, kinerja pelatih 55 tahun mulai dipertanyakan para fans Milan walau pihak direksi masih percaya penuh padanya.
Baca Ini Juga:
- Membedah Formasi 3-4-2-1 Ronald Koeman Yang 'Sulap' Barcelona Jadi Tangguh
- Wolves 0-1 Liverpool, The Reds Masih Tumpul
- 5 Pelajaran Duel Wolverhampton vs Liverpool: Berani 'Kotor' Itu Baik
- Rapor Pemain Barcelona Saat Menang Lawan Huesca: Lionel Messi Memang The GOAT!
- 5 Fakta Menarik Jelang Leg Kedua Real Madrid Vs Atalanta
- 5 Pemain Kunci Real Madrid untuk Singkirkan Atalanta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







