Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan

Afdholud Dzikry | 21 Januari 2026 08:48
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Pelatih Napoli, Antonio Conte saat konferensi pers jelang laga melawan FC Copenhagen, 19 Januari 2026. (c) Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via AP

Bola.net - Antonio Conte tak bisa menyembunyikan kekecewaan berat usai Napoli gagal menang di Liga Champions. Partenopei hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Copenhagen yang bermain dengan 10 orang.

Hasil ini terasa sangat menyakitkan karena Napoli sejatinya memegang kendali penuh permainan. Mereka unggul jumlah pemain dan skor, namun membiarkan lawan bangkit.

Advertisement

Conte menilai pasukannya menyia-nyiakan peluang emas untuk mengunci posisi aman di klasemen. Sang pelatih bahkan menyebut timnya merusak situasi yang sudah sangat menguntungkan dengan tangan sendiri.

Kegagalan ini membuat posisi Napoli di kompetisi Eropa berada di ujung tanduk. Conte pun melontarkan kritik pedas terkait mentalitas skuadnya yang dianggap rapuh.

1 dari 4 halaman

Napoli Suka Mempersulit Diri Sendiri

Napoli Suka Mempersulit Diri Sendiri

Pemain FC Copenhagen, Mohamed Elyounoussi (kiri), dan pemain Napoli, Scott McTominay, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via AP

Conte tak habis pikir bagaimana timnya bisa gagal mengamankan tiga poin krusial. Padahal, situasi pertandingan sudah sangat memihak Napoli sejak kartu merah lawan.

Ia menggunakan analogi yang cukup keras untuk menggambarkan kebodohan timnya malam itu. Conte merasa Napoli mempersulit diri mereka sendiri tanpa alasan jelas.

"Rasanya seperti kami sedang mengendarai sepeda di jalan menurun," ujar Conte kepada Sky Sport Italia dengan nada frustrasi.

"Tapi entah bagaimana, kami berhasil membuatnya menjadi tanjakan sendirian," sambung pelatih asal Italia tersebut.

2 dari 4 halaman

Luka yang Harus Dirasakan Pemain

Luka yang Harus Dirasakan Pemain

Selebrasi gelandang Napoli, Scott McTominay usai mencetak gol ke gawang FC Copenhagen di Liga Champions. (c) Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via AP

Hasil imbang ini dianggap sebagai sebuah kekalahan mental oleh sang pelatih. Ia ingin rasa sakit dan kekecewaan ini juga dirasakan oleh seluruh pemain di ruang ganti.

Conte menuntut anak asuhnya untuk tidak mencari kambing hitam atas hasil memalukan ini. Introspeksi diri menjadi harga mati bagi skuad Napoli.

"Ini adalah hasil imbang yang menyakitkan saya, dan itu seharusnya juga menyakitkan bagi pemain saya," tegas Conte.

"Kami harus marah pada diri sendiri, karena ini adalah peluang emas, dan mungkin kami tidak menyadari apa yang dipertaruhkan," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Level Napoli Belum Cukup

Kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi sorotan tajam. Conte secara brutal menyebut level Napoli saat ini mungkin memang belum cukup untuk kompetisi elit Eropa.

Fakta bahwa mereka gagal menang melawan 10 pemain Copenhagen menjadi bukti nyata. Napoli dinilai belum memiliki mentalitas pembunuh yang dibutuhkan di Liga Champions.

"Ada kekecewaan karena kami tak bisa mengaturnya, jadi terbukti level kami saat ini tidak cocok untuk kompetisi ini," kritik Conte dengan pedas.

"Kami memiliki segalanya yang berjalan sesuai keinginan dan kami berhasil merusaknya. Kami harus merenungkan hal itu," keluhnya.

4 dari 4 halaman

Krisis Pemain Bukan Alasan

Napoli memang sedang dihantam badai cedera parah yang menimpa pilar utama. Pemain bintang seperti Kevin De Bruyne hingga David Neres harus absen.

Namun, Conte menolak menjadikan absennya para pemain tersebut sebagai alasan kegagalan. Melawan 10 orang, kemenangan seharusnya menjadi hal mutlak.

"Kami memegang kendali penuh, dengan 11 lawan 10, jadi meski kehilangan 10 pemain dan merasa lelah, Anda harus memenangkan laga ini," tuntut Conte.

"Apa yang perlu kami katakan malam ini adalah kami seharusnya menang, titik. Habis perkara," pungkasnya.

LATEST UPDATE