Gagal Menang, Penalti Ambyar, Tapi Juventus Dinilai Ada di Jalan yang Benar
Afdholud Dzikry | 4 Januari 2026 13:02
Bola.net - Turin masih geram. Satu poin dari kandang sendiri melawan Lecce terasa hambar, mengganjal di tenggorokan. Juventus menghamburkan segudang peluang, termasuk sebuah penalti yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Kekecewaan itu nyata. Sorotan media langsung mengarah pada sang eksekutor yang gagal, Jonathan David, mempertanyakan pilihan, menyulut kontroversi.
Luciano Spalletti memilih jalan lain. Sang pelatih justru berdiri di depan untuk menangkis segala tudingan. Bagi dia, narasi pertandingan ini bukan tentang satu titik putih yang melayang.
Di ruang wawancara, pelatih asal Italia itu membeberkan fakta lain. Ia melihat denyut nadi yang mulai kuat, sebuah fondasi yang lebih berharga dari sekadar dua poin.
Inilah pembelaan tanpa syarat dan visi tegas yang ia suarakan.
Performanya Naik, Akurasinya yang Masih Mengkhianati
Spalletti tak mau timnya tenggelam dalam kekecewaan. Alih-alih, ia menyodorkan secercah cahaya dari performa tim yang ia nilai menunjukkan lompatan kualitas.
“Kami memainkan pertandingan yang bagus, pertandingan yang sangat bagus,” tegasnya dengan mata berbinar.
Ia mengakui hasil akhir memang pahit. Namun, bagi Spalletti, ada kemajuan struktural yang jauh lebih penting untuk dilihat. Itulah pondasi yang harus dipertahankan.
Masalahnya, dominasi itu tak terbaca di papan skor. Sang pelatih dengan jujur membedah satu titik lemah yang masih membelenggu anak asuhnya.
“Kami perlu meningkatkan pilihan kami di dalam kotak penalti. Kami banyak sekali memasukkan bola ke area berbahaya. Baik di babak pertama maupun kedua, tapi tak pernah menemukan sentuhan tepat untuk mengarahkannya. Di situlah kami harus tumbuh,” ujarnya membeberkan analisis teknis.
Pembelaan untuk David
Gemuruh kritisisme seputar penalti gagal tak membuat Spalletti goyah. Sikapnya justru bulat. Ia menolak mentah-mentah budaya mencari kesalahan individu.
“Dia adalah eksekutor penalti dan dia melakukannya dengan sangat baik. Dia membuat pilihan yang tepat, menendang ke tengah. Hanya saja tendangannya tidak cukup diangkat,” papar Spalletti dengan tenang, membela pilihan teknis sang pemain.
Ia pun mengingatkan semua orang bahwa di skuadnya, bakat mengeksekusi penalti bukan barang langka. Ada nama-nama lain yang sama bisa diandalkan.
“Locatelli adalah eksekutor penalti. Yildiz adalah eksekutor penalti," lanjutnya.
“Keputusan-keputusan ini lahir dalam momen, dalam gejolak emosi pertandingan. Ini tidak bekerja seperti yang mungkin dibayangkan dari luar,” tandasnya.
Lupakan Angka, Fokus pada Denyut yang Kini Berdetak Kuat
Bagi Spalletti, pertandingan ini sudah harus disimpan dalam lemari arsip. Pesannya jelas: mari melangkah ke depan dengan ritme permainan yang sudah mulai terbentuk.
“Pertandingan ini sudah berlalu. Kami tidak memenangkannya, kami hanya meraih imbang.”
“Tapi jika kami terus bermain seperti ini, kami akan memenangkan banyak pertandingan. Sekarang kami harus memastikan kami mengambil poin di laga-laga berikutnya,” tutupnya dengan nada optimistis yang terasa tulus.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Selangkah Lagi Lepas Lois Openda ke Lyon
Liga Inggris 24 Juli 2026, 09:39
-
Luka Modric Resmi Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2027
Liga Italia 24 Juli 2026, 05:14
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST UPDATE
-
Tinggalkan Real Madrid, Gonzalo Garcia Bakal Mengadu Nasib ke Inggris?
Liga Spanyol 27 Juli 2026, 19:00
-
Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
Liga Italia 27 Juli 2026, 18:33
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
Liga Inggris 27 Juli 2026, 18:30
-
AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
Liga Italia 27 Juli 2026, 18:26
-
Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
Liga Italia 27 Juli 2026, 18:22
-
Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
Liga Italia 27 Juli 2026, 17:48















