Galliani Gusar Lihat Roma Diuntungkan 'Gol Hantu'
Editor Bolanet | 7 Januari 2015 11:42
- CEO AC Milan, Adriano Galliani mengungkapkan pendapatnya terkait insiden gol kontroversial yang terjadi dalam laga antara vs AS Roma semalam (06/01). Pada laga tersebut, Roma menang 1-0 berkat gol David Astori yang memicu banyak perdebatan.
Kala itu, bola sundulan Astori menerpa mistar gawang dan memantul sedikit di belakang garis gawang Udinese sebelum diamankan oleh kiper Orestis Karnezis. Dalam tayangan ulang, terlihat bahwa bola tersebut belum sepenuhnya melewati garis gawang, yang merupakan syarat sah terjadinya gol dalam peraturan FIFA.
Yang membuat Galliani gusar adalah peristiwa serupa pernah dialami juga oleh timnya, dengan keputusan wasit yang berbeda. Saat Milan menghadapi Udinese pada 30 November silam, sundulan Adil Rami dari tayangan ulang tampak sudah sepenuhnya melewati garis gawang sebelum ditepis keluar oleh Karnezis.
Gol tersebut tak disahkan oleh wasit, namun Rossoneri tetap menang dengan skor 2-0. Dua kontroversi tersebut membuat Galliani merasa sudah saatnya Serie A menerapkan teknologi garis gawang alih-alih menugaskan asisten wasit tambahan.
Udinese hanya tidak beruntung, hal-hal semacam ini sering terjadi dalam sepakbola. Ketika Milan mengalaminya lewat gol Rami, gol tidak disahkan. Ini membuktikan bahwa di dunia olahraga teknologi terkadang dibutuhkan, sama seperti penerapan Hawk's Eye di dunia tenis, ungkap Galliani seperti dilansir Gazzetta Dello Sport.
Gol Astori seharusnya tidak sah, karena bola terlihat masih menyentuh garis. Saya berharap kontroversi tak terulang di masa yang akan datang, perstiwa semacam ini bisa mempengaruhi kompetisi.[initial]
(gds/mri)
Kala itu, bola sundulan Astori menerpa mistar gawang dan memantul sedikit di belakang garis gawang Udinese sebelum diamankan oleh kiper Orestis Karnezis. Dalam tayangan ulang, terlihat bahwa bola tersebut belum sepenuhnya melewati garis gawang, yang merupakan syarat sah terjadinya gol dalam peraturan FIFA.
Yang membuat Galliani gusar adalah peristiwa serupa pernah dialami juga oleh timnya, dengan keputusan wasit yang berbeda. Saat Milan menghadapi Udinese pada 30 November silam, sundulan Adil Rami dari tayangan ulang tampak sudah sepenuhnya melewati garis gawang sebelum ditepis keluar oleh Karnezis.
Gol tersebut tak disahkan oleh wasit, namun Rossoneri tetap menang dengan skor 2-0. Dua kontroversi tersebut membuat Galliani merasa sudah saatnya Serie A menerapkan teknologi garis gawang alih-alih menugaskan asisten wasit tambahan.
Udinese hanya tidak beruntung, hal-hal semacam ini sering terjadi dalam sepakbola. Ketika Milan mengalaminya lewat gol Rami, gol tidak disahkan. Ini membuktikan bahwa di dunia olahraga teknologi terkadang dibutuhkan, sama seperti penerapan Hawk's Eye di dunia tenis, ungkap Galliani seperti dilansir Gazzetta Dello Sport.
Gol Astori seharusnya tidak sah, karena bola terlihat masih menyentuh garis. Saya berharap kontroversi tak terulang di masa yang akan datang, perstiwa semacam ini bisa mempengaruhi kompetisi.[initial]
Baca Juga
Tambal Sisi Kiri, Milan Bidik Fullback River Plate
Agen Benarkan Minat Milan Pada Schone
Tersia-sia di Milan, Empoli Ingin Selamatkan Saponara
Niang Akui Capai Kata Sepakat Dengan Wenger
Milan Kirim Pazzini ke Burnley?
Diego Lopez Simpan Hasrat Kembali ke Madrid
Barca Ingin Tarik Mastour Dari Milan
Cari Attacante Baru, Milan Incar Okaka
'Kranevitter Inginkan Milan Atau Inter'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Soal Manu Kone ke Manchester United, Ini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 20 Juli 2026, 12:00
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















