Gasperini Bongkar Biang Kerok Kekalahan Roma: Bukan Wasit, Tapi Blunder Sendiri!
Afdholud Dzikry | 1 Desember 2025 09:24
Bola.net - Gian Piero Gasperini buka suara terkait kekalahan pahit AS Roma dari Napoli, Senin (1/12/2025) dini hari. Sang pelatih menyoroti proses terjadinya gol tunggal lawan yang memicu perdebatan.
Gasperini terpaksa menonton laga dari tribun Stadio Olimpico karena sanksi larangan mendampingi tim. Ia melihat timnya gagal bermain sesuai rencana dalam perburuan Scudetto ini.
Momen krusial terjadi saat Manu Kone terlibat duel dengan Amir Rrahmani di tepi kotak penalti. Wasit membiarkan laga terus berjalan hingga Napoli mencetak gol lewat serangan balik kilat.
Rekaman ulang menunjukkan adanya kontak, namun Gasperini mencoba objektif melihat situasi tersebut. Ia menilai insiden itu memang bisa menimbulkan banyak persepsi berbeda.
Analisis Insiden Manu Kone

Gasperini tidak sepenuhnya menyalahkan wasit meski terlihat kesal dari tribun penonton. Ia menyadari bahwa keputusan dalam situasi tekel seperti itu seringkali subjektif.
Pelatih veteran ini melihat adanya gerakan kaki lawan yang mengenai pemainnya setelah menyentuh bola. Namun, hal tersebut kerap dianggap wajar dalam duel perebutan bola.
"Insiden seperti ini bisa dilihat dari banyak cara berbeda, saya tidak akan mengatakan itu sangat jelas, karena pemain mengangkat kakinya setelah menyentuh bola dan mengenai kaki Kone," kata Gasperini kepada DAZN Italia.
"Kami melihat banyak tekel meluncur seperti itu yang akhirnya diberikan sebagai pelanggaran," lanjut Gasperini.
Blunder Fatal Lini Belakang
Terlepas dari kontroversi wasit, Gasperini lebih menyesalkan respons pertahanan timnya. Ia mengakui para pemain bertahan Roma kehilangan fokus saat transisi serangan balik.
Posisi Mario Hermoso dan Gianluca Mancini dinilai sudah tidak ideal saat serangan itu terjadi. Kesalahan penempatan posisi inilah yang menurutnya menjadi biang kerok utama kebobolan.
"Bagaimanapun juga, posisi kami masih sangat tidak seimbang dalam situasi itu dengan Hermoso dan Mancini yang keluar dari posisinya, begitu juga dengan bek sayap, jadi ada kesalahan kami sendiri dalam situasi ini yang seharusnya tidak kami biarkan," ujar Gasperini.
"Itu adalah kesalahan kami, satu-satunya momen kami benar-benar membiarkan serangan balik itu, bahkan di babak kedua ketika kami sedang mengejar ketertinggalan," tegasnya.
Filosofi Menyerang vs Bertahan
Kelemahan Roma dalam mengantisipasi serangan balik kembali terekspos di laga ini. Masalah serupa juga kerap terjadi di era pelatih sebelumnya, Ivan Juric dan De Rossi.
Namun, Gasperini menolak mengubah filosofinya menjadi lebih bertahan seperti Claudio Ranieri. Ia percaya gaya main menyerang adalah alasan Roma bisa bersaing di papan atas.
"Kami memiliki banyak pertandingan di mana kami kebobolan sangat sedikit gol. Selain itu, dengan bertahan lebih dalam, Anda membiarkan diri Anda terbuka untuk kebobolan berbagai jenis gol," jelas Gasperini.
"Kami memasuki pertandingan ini sebagai pemimpin Serie A karena gaya sepak bola kami, tetapi tentu saja harus ada keseimbangan dan perlindungan, yang tidak kami lakukan pada kesempatan itu," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
Liga Champions 26 Mei 2026, 14:41
-
Buruan! Juventus Kebut Transfer Alisson Becker Dari Liverpool
Liga Inggris 26 Mei 2026, 11:37
LATEST UPDATE
-
Rashford dan Manchester United Dinilai Sudah Tak Punya Jalan Kembali
Liga Inggris 27 Mei 2026, 09:00
-
Emoh Balik ke Real Madrid, Nico Paz Pilih Bertahan di Como
Liga Italia 27 Mei 2026, 08:13
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00











