Gian Piero Gasperini Ubah Roma Menjadi Penantang Serius Scudetto
Aga Deta | 27 November 2025 21:35
Bola.net - AS Roma kini menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di Serie A musim ini. Perubahan besar itu tidak lepas dari sentuhan taktis Gian Piero Gasperini.
Mereka bertengger di puncak klasemen ketika laga krusial melawan Napoli semakin mendekat. Situasi ini menunjukkan perkembangan signifikan dibanding musim sebelumnya.
Fondasi yang dibangun Claudio Ranieri musim lalu memberikan pijakan kuat bagi Gasperini. Roma hanya kalah sekali pada paruh kedua musim 2024/2025 dan hampir lolos ke Liga Champions.
Gasperini kemudian memoles struktur yang sudah terbentuk tanpa perubahan drastis. Dengan pendekatan yang lebih disiplin, Roma tampil efisien dan sulit ditembus.
Perubahan Identitas Taktis di Era Gasperini

Roma tetap menggunakan formasi tiga bek yang diwariskan Ranieri. Wesley dan Zeki Celik mengisi peran wingback, sementara Pellegrini dan Matias Soule menjadi motor kreativitas.
Selama sembilan tahun di Atalanta, Gasperini dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan permainan ofensif terbuka. Namun musim ini ia kembali ke pendekatan yang lebih konservatif demi kestabilan tim.
Roma bukan tim paling produktif di liga dengan hanya mencetak 15 gol dari 12 laga. Meski begitu, pendekatan pragmatis membuat mereka lebih efektif dalam mengontrol pertandingan.
Penguasaan bola Roma mencapai 58.6 persen per laga dan kebobolan hanya 0.5 per 90 menit. Angka itu menjadi bukti pendekatan defensif mereka berjalan sangat baik.
Kukuhnya Struktur Bertahan Roma

Salah satu kekuatan terbesar Roma adalah rendahnya kualitas peluang yang mereka berikan kepada lawan. Hanya 57.60 persen tembakan lawan terjadi di dalam kotak penalti, dengan rata rata 0.11 xG per tembakan.
Mile Svilar menjadi figur sentral dalam keberhasilan ini. Ia tampil sangat solid dan kini menjadi pemain dengan rating tertinggi di skuad Roma menurut FotMob.
Svilar mencatatkan persentase penyelamatan 85.4 persen dan enam clean sheet. Ia juga mencegah 4.5 gol dan baru kebobolan enam kali sepanjang musim.
Di depannya, Gianluca Mancini menjadi dinding kokoh dengan torehan tekel, intersepsi, dan blok terbanyak di tim. Kombinasinya bersama Evan Ndicka membuat lini belakang Roma sulit ditembus.
Soule, Sang Penggerak Kreativitas Roma

Performa lini depan Roma belum stabil, tetapi Matias Soule menjadi pengecualian. Ia tampil sebagai pemain paling kreatif sekaligus paling konsisten dalam fase menyerang.
Soule memainkan peran sebagai gelandang serang kanan dalam formasi 3-4-2-1. Duetnya dengan Pellegrini memberi variasi serangan meski penyerang utama belum tampil optimal.
Evan Ferguson yang dipinjam dari Brighton baru mencetak satu gol dan satu assist. Artem Dovbyk sebagai pesaingnya juga belum memberikan dampak maksimal.
Soule mencetak empat gol dan dua assist dari 12 pertandingan Serie A. Ia mencatatkan sepuluh peluang tercipta, 34 sentuhan di kotak penalti, dan ratusan operan sukses yang menunjang serangan Roma.
Etos Kerja Soule dan Harapan Roma ke Depan

Selain kreativitas, Soule juga memiliki etos kerja luar biasa. Ia agresif menekan lawan, merebut bola 14 kali di sepertiga akhir, dan memenangi 42 duel.
Performa seperti itu membuatnya menjadi aset paling penting Roma di area final. Gasperini jelas sangat terbantu oleh kontribusi dua arah dari sang pemain Argentina.
Roma kini memuncaki klasemen setelah 12 laga untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Hal ini memunculkan harapan besar bagi para pendukung.
Namun Gasperini tetap mencoba meredam euforia. Ia menegaskan bahwa mimpi boleh, tetapi perjalanan menuju Scudetto masih panjang dan penuh tantangan.
Sumber: FotMob
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Panathinaikos vs Roma 30 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 28 Januari 2026, 17:08
-
Neraka Matchday 8 Liga Champions 2025/2026: Salah Sedikit, Bisa Ambyar Semua!
Liga Champions 28 Januari 2026, 17:07
-
Prediksi Aston Villa vs RB Salzburg 30 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 28 Januari 2026, 16:56
-
Benfica vs Real Madrid: Ketika Sang Murid Menguji Kesaktian Sang Guru
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:46
-
Prediksi M. Tel-Aviv vs Bologna 30 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 28 Januari 2026, 16:46
LATEST UPDATE
-
Giuliana Vigile Mendadak Viral: Asisten Wasit Spek Bidadari dari Serie D Italia
Bolatainment 28 Januari 2026, 21:39
-
Manchester United Berpotensi Raup Lebih dari Rp4 Triliun dari Hak Nama Stadion Baru
Liga Inggris 28 Januari 2026, 21:09
-
Proliga 2026: Tampil di Rumah Sendiri, Gresik Phonska Plus Bidik Kemenangan Penuh
Voli 28 Januari 2026, 20:33
-
Live Streaming Athletic Club vs Sporting - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:18
-
Live Streaming Pafos vs Slavia Praha - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:17
-
Live Streaming Ajax vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:16
-
Live Streaming Club Brugge vs Marseille - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Villarreal - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:14
-
Live Streaming PSV vs Bayern - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:10
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04





