Gianluigi Buffon Ungkap Gabung ke Juventus Kali Kedua Adalah Kesalahan Terbesarnya
Editor Bolanet | 22 Maret 2023 02:05
Bola.net - Pada tahun 2018, Juventus dan Gianluigi Buffon sepakat untuk mengakhiri masa bakti yang penuh legenda. Sang penjaga gawang mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terhebat sepanjang masa selama 17 tahun.
Namun, ketika banyak yang memperkirakan bahwa sang pemain Italia akan segera menggantungkan sarung tangannya, ia justru mengejar kejayaan lebih lanjut dengan bergabung bersama PSG.
Meskipun demikian, pengalamannya di Les Parisiens hanya berlangsung selama satu tahun, karena ia memutuskan untuk menghidupkan kembali cintanya dengan Bianconeri pada tahun 2019. Buffon menjadi cadangan untuk Wojciech Szczesny selama dua tahun sebelum kembali ke Parma pada tahun 2021.
Buffon merupakan pemain paling ikonik dalam sejarah sepak bola Italia dan Juventus. Ia pertama kali bergabung dengan Bianconeri pada tahun 2001 dari Parma dan kemudian menjadi pemain kedua dengan penampilan terbanyak untuk mereka dengan 685 pertandingan.
Simak komentar Buffon di bawah ini.
Gabung Juventus Kesalahan Terbesar
Meskipun demikian, Buffon menganggap kembalinya dia ke Juventus sebagai kesalahan terbesar dalam kariernya, karena dia dan keluarganya sudah menikmati kehidupan di Paris.
"Di PSG, saya mendapatkan pengalaman terbaik dalam hidup saya dan pergi adalah kesalahan terbesar dalam karier saya," ujar pemain berusia 45 tahun itu kepada Bobo TV via Calciomercato.
"Anak-anak saya masih bertanya kepada saya mengapa kami meninggalkan Paris. Saya merasa seperti orang bebas di sana. Saya pergi ke museum, berbicara bahasa Prancis...dan saya pikir saya tidak akan pernah melihat kualitas yang sama lagi," lanjut sang kiper.
Tak Mau Jadi Opsi Kedua
Kemudian, Buffon juga menceritakan di balik alasannya mengapa dirinya memutuskan cabut dari Parc des Princes. Ia tak mau menjadi pilihan kedua di skuad PSG saat itu.
"Saya menyerahkan 10 juta euro. Mereka ingin memainkan Alphonse Areola dan saya tidak bisa menerimanya. [Menjadi kiper pilihan kedua] adalah sesuatu yang hanya bisa saya terima di Juventus, itulah yang saya lakukan tetapi itu juga sulit," ungkapnya.
PSG tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions di tangan Manchester United pada 2019 setelah kesalahan Buffon pada leg kedua di Paris. Ia juga mengungkapkan bahwa pertandingan tersebut merupakan partai terburuknya bersama Les Parisiens.
"Pertandingan melawan Manchester United di Liga Champions tetap menjadi penyesalan terbesar dalam hidup saya," tegasnya.
Maurizio Sarri Jadi Tumbal
Ketika kembali ke Juventus pada 2019-20, Buffon mendapati Maurizio Sarri sebagai pelatih. Juru taktik asal Tuscan itu memenangkan gelar, tetapi tidak memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang di klub dan di dalam ruang ganti, sehingga ia dipecat setelah hanya satu tahun di klub.
"Sayangnya, terkadang Anda harus mempertahankan pilihan tertentu dan membuat musuh untuk diri Anda sendiri. Saya pikir pelatih [Sarri] hampir segera pergi tergantung pada hasilnya.
"Kami masih berbicara satu sama lain, saya memiliki kenangan indah dengannya. Saya mencoba untuk membantunya. Ada yang tidak berhasil, namun itu bisa saja berhasil," tambahnya.
Sumber: Bobo TV via Calciomercato
Penulis: Yoga Radyan
Klasemen Serie A 2022/23
Baca Juga:
Inter Milan Putuskan Talak Cerai Romelu Lukaku
Gagal Penuhi Target Ini, AC Milan Bakal Pecat Stefano Pioli?
Sudah Bawa AC Milan ke Perempat Final Liga Champions, Nasib Stefano Pioli Masih Terancam!
Jadwal Lengkap Serie A 2022/2023
Andai 15 Poin Juventus Dikembalikan: Posisi ke-2 Klasemen dan AC Milan Terlempar dari 4 Besar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

