Giuseppe Marotta Sebenarnya Tak Setuju Juventus Rekrut Cristiano Ronaldo

Aga Deta | 6 Juni 2026 17:51
Giuseppe Marotta Sebenarnya Tak Setuju Juventus Rekrut Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo saat membela Juventus dalam pertandingan leg kedua babak 8 besar Liga Champions melawan Porto di Stadion Allianz, Selasa (9/3/2021). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Giuseppe Marotta membuka kembali kisah panjang kariernya di sepak bola yang telah berlangsung selama 50 tahun. Presiden Inter Milan itu mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepakat ketika Juventus memutuskan merekrut Cristiano Ronaldo pada 2018.

Ronaldo didatangkan Juventus dari Real Madrid dengan nilai transfer yang diyakini mencapai 112 juta euro. Selama tiga musim di Turin, megabintang Portugal tersebut mencetak 101 gol dalam 134 pertandingan di semua kompetisi.

Advertisement

Ronaldo pada akhirnya meninggalkan Juventus setelah meraih lima gelar bersama Bianconeri. Marotta menegaskan bahwa perbedaan pandangan soal transfer Ronaldo bukan alasan dirinya meninggalkan Juventus.

Selain membahas masa lalunya di Juventus, Marotta berbicara mengenai ambisi bersama Inter. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan pensiun apabila berhasil membawa Nerazzurri menjuarai Liga Champions.

1 dari 4 halaman

Marotta Tak Sepakat dengan Transfer Ronaldo ke Juventus

Marotta Tak Sepakat dengan Transfer Ronaldo ke Juventus

Selebrasi bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Damac. (c) AlNassrFC

Marotta mengakui dirinya memiliki pandangan berbeda ketika Juventus memutuskan mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat tersebut tidak berkaitan dengan berakhirnya masa tugasnya di Turin.

“Saya tidak setuju dengan perekrutan Cristiano Ronaldo, tetapi itu bukan akhir dari hubungan saya dengan Juventus. Katakan saja bahwa ketika pemilik klub melangkah maju, maka manajer harus mengambil satu langkah ke belakang," ujar Marotta kepada La Gazzetta dello Sport.

“Saya memiliki banyak kenangan indah di Juventus, dan saya tetap menjalin hubungan yang baik dengan Andrea Agnelli," sambung Marotta.

2 dari 4 halaman

Liga Champions Jadi Mimpi Besar Bersama Inter

Liga Champions Jadi Mimpi Besar Bersama Inter

Selebrasi pemain Inter Milan usai mengalahkan Parma dan memastikan Scudetto ke 21. (c) AP Photo/Luca Bruno

Marotta mengakui bahwa Liga Champions masih menjadi target terbesar yang ingin diwujudkannya bersama Inter Milan. Ia menilai pencapaian itu akan menjadi puncak dari perjalanan panjangnya di dunia sepak bola.

Sepanjang kariernya, tim-tim yang dipimpinnya sudah empat kali mencapai final kompetisi Eropa. Namun, seluruh kesempatan tersebut berakhir dengan kekalahan.

"Mimpi saya berikutnya? Akan terlalu mudah jika saya mengatakan Liga Champions," ucap Marotta.

"Tentu saja saya ingin memenanginya bersama Inter. Tim-tim saya sudah bermain di empat final dan kalah semuanya. Jika kami memenangkan Liga Champions, saya bisa pensiun," lanjut Marotta.

3 dari 4 halaman

Tanggapi Mourinho dan Kritik Marotta League

Tanggapi Mourinho dan Kritik Marotta League

Selebrasi skuad Inter Milan usai menjuarai Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Marotta juga menanggapi komentar Jose Mourinho yang membandingkan skuad Inter saat ini dengan tim peraih treble musim 2010. Menurutnya, tidak tepat membandingkan pemain dari generasi yang berbeda.

“Mourinho mengatakan bahwa tidak ada satu pun pemain dari tim Chivu yang akan bermain untuk Inter versinya? Itu pendapatnya. Saya percaya bahwa para pemain yang memenangkan Scudetto dan Coppa Italia adalah atlet-atlet hebat dan semuanya adalah juara," jelas Marotta.

“Bagi saya, itu tidak adil, sama seperti tidak adil membandingkan atlet dari era yang berbeda seperti Maradona dan Pele. Sepak bola telah berubah, dan akan terus berubah.”

Selain itu, ia turut menyoroti kritik yang kerap muncul di media sosial melalui tagar Marotta League. Marotta menilai banyak kritik datang dari orang-orang yang tidak memahami situasi sebenarnya.

"Para pejuang keyboard itu tidak tahu apa pun tentang orang-orang yang mereka bicarakan. Mereka terburu-buru menghakimi tanpa mengetahui fakta. Yang mereka lakukan hanyalah melempar lumpur," tegas Marotta.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A