Hari Ini 18 Tahun yang Lalu: Kala Inter Merana dan Juventus Bersorak di 5 Mei 2002
Yaumil Azis | 5 Mei 2020 11:20
Bola.net - Ada satu momen yang tersimpan rapi dalam sejarah panjang pentas Serie A. Pada tanggal 5 Mei 2002, Juventus sukses merengkuh gelar Scudetto dan membuat pemain Inter Milan tenggelam dalam tangis pilu.
Sudah bukan rahasia lagi kalau kedua tim merupakan musuh abadi yang menghiasi Serie A. Bahkan pertandingan antara kedua tim tersebut sampai memiliki nama khusus sendiri, yakni Derby d'Italia.
Derby d'Italia selalu menyajikan pertandingan yang intens antara kedua tim karena melibatkan gengsi. Tak peduli apakah salah satunya sedang terpuruk atau dua-duanya tengah berjaya, laga Derby d'Italia selalu patut untuk dinanti.
Duel antara kedua tim ini sudah berlangsung sejak tahun 1909 silam. Dari sejarah yang panjang itu, ada satu laga yang masih membekas di benak penggemar Juventus maupun Inter Milan sampai sekarang.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Inter sedang Perkasa, Juventus Mengejar
Kisah ini terjadi pada musim 2001/02. AS Roma berstatus sebagai juara bertahan pada saat itu. Namun publik lebih memilih Inter Milan sebagai jagoannya untuk jadi juara Serie A pada edisi tersebut.
Sebanyak 102 juta euro dihabiskan oleh Inter untuk mendekorasi skuatnya dengan pemain bintang. Francesco Toldo, Marco Materazzi, hingga Sergio Conceicao adalah sederet nama yang diboyong Inter kala itu. Belum lagi dipadukan dengan sosok-sosok penting yang sudah ada di Nerazzurri seperti Christian Vieri, Ronaldo Nazario, serta Clarence Seedorf.
Benar saja, dengan kekuatan yang segitu dahsyatnya, Inter berhasil memuncaki klasemen cukup lama. Mulai bulan Maret hingga menjelang kompetisi berakhir, klub asuhan Hector Cuper itu tidak tergoyahkan. Aroma juara mulai tercium, kutukan gagal juara yang bertahan selama 13 tahun sudah hampir selesai.
Di sisi lain, Juventus dan AS Roma terus memberikan tekanan. Mereka juga tampil dengan baik dan hanya tertinggal tipis dari Inter Milan. Sampai pada akhirnya tibalah pekan terakhir Serie A yang sangat menentukan.
Pekan Terakhir yang Menentukan
Ketiga klub tersebut menjalani partai tandang. Inter bertamu ke markas Lazio, Juventus mengunjungi rumah Udinese, sementara Roma menyambangi kandang Torino.
Ketiga pertandingan ini sarat akan kepentingan. Lazio, contohnya, tidak ingin AS Roma mengambil tahta Serie A dan menjadi juara lagi seperti di musim berikutnya. Itulah kenapa mereka kemudian mendukung Inter Milan.
Olimpico Roma, yang merupakan basis Lazio dan juga AS Roma, dipenuhi warna biru-hitam yang merupakan seragam utama Inter. Tidak hanya fans Inter sendiri, penggemar Lazio pun mengenakannya. Itu menunjukkan bahwa Inter sedang berada di hadapan kemenangan yang mudah untuk digapai.
Pertandingan pun dimulai. Inter sempat unggul 2-1 berkat aksi Christian Vieri dan Luigi di Biagio. Namun sebelum babak pertama usai, Lazio berhasil menyamakan kedudukan berkat gol kedua dari Karel Poborsky.
Inter Merana, Juventus Bersorak
Mimpi buruk itu datang di babak kedua. Diego Simeone membuat penonton terdiam usai mencetak gol pada menit ke-55. Saat Nerazzurri berusaha mengejar, mereka malah kebobolan lagi berkat aksi Simone Inzaghi di menit ke-73.
Laga berakhir dengan kemenanga Lazio 4-2. Pada akhirnya, semua kegembiraan hanya berada di tangan Lazio. Karena Roma gagal mengambil puncak klasemen dan hanya menempati peringkat kedua setelah menang atas Torino dengan skor 1-0 berkat gol dari Antonio Cassano.
Bagaimana dengan Juventus? Sial bagi Inter Milan, klub berjuluk Bianconeri tersebut berhasil mengantongi tiga poin setelah berhasil mengalahkan Udinese dengan skor 2-0. Aroma keberuntungan sudah tercium sejak penyerang andalannya, David Trezeguet, mencetak gol di awal permainan.
Alessandro Del Piero kemudian menggandakan keunggulan Juventus menjadi 2-0 saat pertandingan baru berjalan selama 11 menit. Skor tidak berubah sampai wasit meniupkan peluit panjang. Juventus pun merengkuh titel Serie A yang ke-26 pada tanggal 5 Mei 2002.
Kekecewaan Ronaldo Nazario
Kenangan buruk itu masih terekam jelas di benak Ronaldo, yang sangat mendambakan trofi Serie A untuk menghiasi karirnya.
"Saya memikirkannya berkali-kali. Saya pikir kami masuk ke lapangan dengan keyakinan yang terlalu berlebihan bahwa kami akan menang," ujar Ronaldo seperti yang dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Saya pikir Cuper mengusung susunan pemain yang salah dengan menaruh terlalu banyak pemain di lini tengah. Kesalahan individual juga terlibat dalam permainan. Momen itu adalah salah satu kekecewaan terbesar saya dalam hidup," lanjutnya.
Pada tahun itu juga, Ronaldo memutuskan untuk hengkang dari Inter Milan. Ia memilih Real Madrid sebagai klub labuhan berikutnya. Keputusan itu sendiri tidak pernah dibayangkan oleh Ronaldo yang sudah menganggap Inter sebagai rumahnya sendiri.
"Kami mencapai titik di mana saya tidak bisa tahan lagi dengan Cuper: dia tidak baik terhadap saya. Saya tidak tahu apakah keputusan saya akan berubah dengan Scudetto. Saya yakin Massimo Moratti bakalan mengirimnya pergi dan itu adalah kejutan yang menjijikkan buat saya."
"Pada saat itu, dengan bangga, saya memilih pergi. Kota yang pernah mencintai saya sekarang membenci dan saya harus dilindungi polisi. Itu berat," tandasnya.
Baca juga:
Intip Yuk, Aktivitas Seru Paulo Dybala Selama Isolasi Mandiri Akibat Virus Corona
Quotes Terbaik Andrea Pirlo: Tentang Pirlinho, Free-kick, hingga PlayStation
Tidak Ada Kontrak Baru, Hanya Ada Jalan Kosong untuk Juventus Merekrut Chiesa
Gara-Gara Corona, Paulo Dybala Tak Mengira Betapa Kangennya Dia Bermain Lagi
Cristiano Ronaldo Sudah Tiba di Turin, Jalani Isolasi 14 Hari Sebelum Kembali Berlatih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

