Ibaratkan Tinju, Conte Klaim Napoli Harusnya 'Menang Angka' Lawan Roma
Editor Bolanet | 16 Februari 2026 12:23
Bola.net - Antonio Conte tak bisa menyembunyikan rasa bangganya meski Napoli hanya bermain imbang 2-2 kontra AS Roma. Menurutnya, Partenopei layak mendapatkan hasil lebih dari sekadar satu poin di Stadio Diego Armando Maradona.
Sang pelatih bahkan mengibaratkan duel sengit tersebut layaknya pertandingan tinju. Dominasi dan semangat juang anak asuhnya dinilai unggul dalam perhitungan poin jika aturan itu berlaku di sepak bola.
Laga ini memang berjalan di bawah bayang-bayang krisis cedera yang menghantam skuad Napoli. Namun, dukungan suporter lewat spanduk raksasa sebelum kick-off sukses membakar semangat para pemain di lapangan.
Pesan itu menegaskan bahwa meski nasib tim belum jelas, fan akan tetap setia karena pemain dianggap telah menghormati jersey kebanggaan kota. Bagi Conte, koneksi emosional inilah yang menjadi bahan bakar utama timnya.
Apresiasi untuk Loyalitas Tanpa Batas

Conte merasa tersentuh dengan pengakuan tulus dari tribun penonton. Baginya, apresiasi fan di tengah situasi sulit bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
"Sudah sepantasnya kami berterima kasih kepada para penggemar, karena sama sekali tidak bisa dianggap remeh bahwa mereka akan mengakui apa yang kami lakukan musim ini," ujar Conte kepada DAZN Italia.
Mentalitas pantang menyerah menjadi kunci apresiasi tersebut. Para pemain dinilai telah bertarung habis-habisan demi lambang klub di dada meski dalam kondisi terjepit.
"Fakta bahwa mereka mengakui kami berjuang untuk Napoli, menghormati seragam ini dan tidak menyerah, itu adalah pesan yang luar biasa bagi para pemain. Saya tahu apa yang mereka hadapi dan bagaimana kami berhasil melewati beberapa bulan terakhir," tambahnya.
Napoli vs Roma Seperti Duel Liga Inggris
Pertandingan berjalan panas dengan Napoli yang dua kali tertinggal oleh gol Donyell Malen, namun dua kali pula bangkit lewat aksi Leonardo Spinazzola dan Alisson Santos. Conte melihat daya juang untuk menyamakan kedudukan ini sebagai bukti mentalitas baja.
"Bangkit dua kali untuk menahan Roma juga bukan hal yang mudah, dan saya pikir jika ini adalah pertandingan tinju, kami akan menang angka," tegas Conte memberikan analogi.
Intensitas tinggi dan pressing ketat dari kedua tim membuat pelatih asal Italia itu teringat pada atmosfer Premier League. Kini, fokus mereka terkunci pada 13 laga sisa yang akan menentukan nasib mereka di kompetisi Eropa musim depan.
"Itu adalah permainan menghibur yang dimainkan pada tingkat intensitas tinggi, ada kesulitan bermain karena tekanan yang begitu tinggi dari kedua tim. Itu adalah pertandingan gaya Inggris," analisis eks pelatih Chelsea tersebut.
Dampak Instan Rekrutan Januari
Sorotan khusus diberikan kepada dua rekrutan anyar, Giovane dan Alisson Santos, yang menjadi aktor gol penyama kedudukan di menit akhir. Conte membuka kartu bahwa kedatangan mereka tak lepas dari strategi penyeimbangan neraca keuangan klub yang mengharuskan jual-beli pemain.
"Baik Giovane maupun Alisson adalah pemain muda yang direkrut klub pada bulan Januari, karena kami memiliki batasan transfer dan harus menjual terlebih dahulu agar bisa membeli untuk menyeimbangkan pembukuan," jelas Conte.
Meski waktu adaptasi sangat minim, keduanya menunjukkan kerendahan hati untuk belajar sistem permainan. Alisson dinilai lebih agresif dalam duel satu lawan satu, sementara Giovane lebih bertipe striker murni.
"Mereka bahkan belum berlatih bersama kami selama dua minggu, jadi mereka perlu memahami pergerakan kami. Mereka telah membuat perubahan besar dalam karier mereka, tetapi mereka menunjukkan kerendahan hati dan siap meluangkan waktu untuk memahami cara kami melakukan sesuatu di sini," pujinya.
Tak Mau Cengeng Soal Cedera Pemain
Kabar kurang sedap datang dari Amir Rrahmani yang tampak mengalami cedera engkel, kontras dengan kembalinya Billy Gilmour setelah absen lama. Namun, Conte menolak menjadikan badai cedera sebagai alasan klise yang membosankan.
"Saya jujur tidak tahu bagaimana kondisi Rrahmani, tapi itu tidak akan membuat banyak perbedaan pada titik ini," ujarnya dengan nada realistis.
Sang pelatih memilih fokus pada solusi taktis daripada meratapi nasib. Baginya, siapa pun yang tersedia harus siap tempur untuk laga berikutnya tanpa banyak alasan.
"Kami tidak bisa selalu berbicara tentang cedera, kalau tidak itu menjadi bodoh. Kami harus fokus pada apa yang kami miliki untuk pertandingan berikutnya, jika dia siap maka kami akan senang, jika tidak maka kami akan mencari solusi," pungkas Conte tegas.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

