Imbas Drama Derby d'Italia, Pelatih Milan Tuntut Revolusi VAR dan Perubahan Aturan Offside

Editor Bolanet | 18 Februari 2026 12:40
Imbas Drama Derby d'Italia, Pelatih Milan Tuntut Revolusi VAR dan Perubahan Aturan Offside
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Massimiliano Allegri akhirnya angkat bicara mengenai gelombang kontroversi yang melanda Serie A pasca laga panas Derby d'Italia. Pelatih AC Milan ini menyoroti perdebatan soal diving, objektivitas VAR, hingga satu aturan spesifik yang menurutnya harus segera diubah.

Komentar ini disampaikan Allegri dalam konferensi pers jelang laga tunda Milan melawan Como. Laga ini sendiri sejatinya digelar akhir pekan lalu, namun digeser karena bentrok dengan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di San Siro.

Advertisement

Meski fokus pada timnya, Allegri tak bisa menghindari pertanyaan seputar insiden kartu merah Pierre Kalulu dan aksi diving Alessandro Bastoni di laga Inter Milan vs Juventus. Namun, alih-alih menyiram bensin ke dalam api, Allegri menawarkan perspektif teknis yang menarik.

1 dari 4 halaman

Ogah Habiskan Energi untuk Polemik

Mantan pelatih Juventus ini memilih tidak terjebak dalam detail insiden spesifik yang melibatkan mantan klubnya itu. Bagi Allegri, membahas hal yang sudah berlalu hanya akan membuang energi yang seharusnya difokuskan untuk Milan.

Ia menegaskan bahwa timnya harus menggunakan "kacamata kuda" dan fokus pada performa sendiri.

"Banyak orang sudah bicara (soal Derby), jadi percuma bagi kami untuk terus melanjutkannya," ujar Allegri dilansir dari TMW.

"Kami harus menyimpan energi untuk diri sendiri, tidak membuangnya untuk apa yang terjadi pada orang lain," tegasnya.

"Hal terpenting adalah ada orang-orang kompeten yang bekerja meningkatkan objektivitas VAR, karena situasi-situasi tersebut seharusnya tidak bisa diperdebatkan," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Sepak Bola Modern Menyulitkan Wasit

Menariknya, Allegri justru memberikan pembelaan kepada para pengadil lapangan terkait isu diving. Menurutnya, kecepatan sepak bola modern menjadi tantangan terbesar bagi wasit untuk mengambil keputusan presisi secara real-time.

Faktor fisik dan tempo permainan saat ini dinilai sudah jauh berbeda dibandingkan era-era sebelumnya.

"Sepak bola sudah menjadi sangat cepat, ini tidak mudah bagi wasit," kata Allegri memberikan pandangannya.

"Kecepatan bola, permainan, dan fisik pemain berbeda dengan kondisi 30 atau 40 tahun lalu," imbuhnya.

"Kita perlu meningkatkan VAR dan mencari solusi, dan saya yakin mereka akan melakukannya. Ini bukan sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Mari mencoba mencapai objektivitas," harap pelatih berusia 57 tahun itu.

3 dari 4 halaman

Usulkan Perubahan Aturan Offside

Poin paling kritis yang disampaikan Allegri bukan soal diving, melainkan celah aturan offside. Ia merasa ada ketidakadilan dalam protokol saat ini yang sering merugikan tim bertahan.

Allegri mendesak otoritas liga untuk meninjau ulang situasi di mana serangan yang diawali offside justru berujung pada tendangan penjuru bagi tim penyerang.

"Menurut pendapat saya, satu hal yang mutlak perlu diubah adalah ketika ada offside dan aksi tersebut berakhir dengan tendangan sudut," cetus Allegri.

"Tendangan sudut itu seharusnya tidak diberikan sama sekali," tuntutnya.

4 dari 4 halaman

Pasrah Soal Subjektivitas

Ketika didesak kembali mengenai maraknya aksi diving—seperti yang dilakukan Bastoni—Allegri tampak lebih pragmatis. Ia menilai hal tersebut seringkali berada di area abu-abu yang bergantung pada interpretasi wasit.

Ia mengakui bahwa menjelaskan kompleksitas aturan sepak bola kepada publik bukanlah hal yang mudah.

"Itu subjektivitas, tergantung pada kebijakan wasit. Tidak ada yang bisa kita lakukan soal itu," ujar Allegri pasrah.

"Saya saja kesulitan memilih susunan pemain, apalagi mengatakan apa yang harus dilakukan VAR. Permainan sepak bola tidak mudah dijelaskan, kita tidak bisa mendoktrin semua orang. Apa yang terjadi pada hari Sabtu mengecewakan semua orang, tapi saya pikir yang paling kecewa adalah para protagonis dari kejadian itu sendiri," tutupnya.

LATEST UPDATE