Runtuhnya Juventus Jadi Alarm Keras bagi Wakil-wakil Italia di Eropa

Runtuhnya Juventus Jadi Alarm Keras bagi Wakil-wakil Italia di Eropa
Pemain Galatasaray Sacha Boey (kanan) mencetak gol pada laga leg pertama play-off Liga Champions antara Galatasaray vs Juventus di Istanbul, Turki, Selasa, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Khalil Hamra

Bola.net - Laga Galatasaray vs Juventus menjadi panggung kejutan besar pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions yang berlangsung penuh drama. Kekalahan telak 2-5 membuat wakil Italia itu berada di posisi genting sebelum tampil di kandang sendiri.

Pertandingan di Istanbul awalnya berjalan sesuai harapan Juventus setelah mereka mampu membalikkan keadaan di babak pertama. Akan tetapi, keunggulan tersebut runtuh total setelah Galatasaray tampil agresif pada paruh kedua laga.

Hasil ini bukan hanya persoalan skor bagi Juventus, tetapi juga membawa pesan penting bagi klub-klub Italia lainnya yang masih bertarung di kompetisi Eropa. Namun, kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi dan kedisiplinan tetap menjadi faktor penentu di level tertinggi.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kronologi Kekalahan Juventus

Kronologi Kekalahan Juventus

Pemain Juventus, Khephren Thuram (kiri), dan pemain Galatasaray, Baris Yilmaz, berebut bola dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Gabriel Sara membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-15 sebelum Teun Koopmeiners membawa Juventus unggul lewat dua gol beruntun pada menit ke-16 dan ke-32. Babak pertama berakhir dengan situasi yang terlihat terkendali bagi tim tamu.

Noa Lang menyamakan kedudukan pada menit ke-49 dan Davinson Sanchez menambah gol pada menit ke-60 untuk Galatasaray. Namun, kartu merah Juan Cabal pada menit ke-67 mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Dalam kondisi unggul jumlah pemain, Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-74 dan Sacha Boey menutup kemenangan pada menit ke-86. Keunggulan tiga gol ini memberi modal besar bagi Galatasaray jelang leg kedua.

Juventus kini harus mencetak empat gol tanpa balas di Turin untuk lolos ke babak berikutnya. Target tersebut menjadi tantangan berat menghadapi tim yang telah menunjukkan kualitas serangan efektif.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 21 Februari 2026
Juventus Juventus
21:00 WIB
Como Como

Peringatan bagi Klub Italia di Eropa

Peringatan bagi Klub Italia di Eropa

Pemain Juventus, Francisco Conceicao (kiri), berduel dengan pemain Galatasaray, Ismail Jakobs, laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Sepanjang beberapa musim terakhir, klub-klub Italia kembali tampil kompetitif di kancah kontinental, termasuk keberhasilan Inter Milan mencapai final Liga Champions musim lalu. Situasi itu membangun optimisme bahwa Serie A kembali memiliki kekuatan kolektif di Eropa.

Kekalahan Juventus di Istanbul memperlihatkan rapuhnya keunggulan jika tidak diimbangi stabilitas mental dan fisik. Kondisi ini menjadi alarm bagi tim Italia lainnya yang masih menjalani fase krusial kompetisi Eropa.

Masalah kedisiplinan juga muncul sebagai faktor penentu dalam pertandingan tersebut. Bermain dengan sepuluh orang membuat Juventus tidak mampu menahan tekanan bertubi-tubi dari Galatasaray.

Laga Galatasaray vs Juventus menjadi contoh bahwa satu momen krusial dapat mengubah arah kompetisi secara drastis. Klub-klub Italia perlu menjaga fokus penuh hingga menit akhir jika ingin bersaing di level elite.

Pandangan Giovanni Capuano

Pandangan Giovanni Capuano

Pemain Galatasaray, Victor Osimhen (kiri), berduel dengan pemain Juventus, Kenan Yildiz, dalam laga leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Jurnalis Italia, Giovanni Capuano, menilai keruntuhan Juventus di babak kedua sebagai pelajaran penting bagi tim-tim Italia lain. Pandangannya dimuat oleh media olahraga Tuttojuve setelah laga tersebut.

“Juventus runtuh di Istanbul dan mengorbankan peluang mereka di Liga Champions,” kata Capuano. “Membalikkan keadaan dalam satu pekan ke depan adalah pekerjaan besar, dan skala keruntuhan ini, termasuk kondisi fisik mereka, adalah peringatan bagi tim Italia lain di Eropa.”

Komentar tersebut menegaskan bahwa masalah Juventus bukan hanya soal taktik, tetapi juga kesiapan mental menghadapi tekanan pertandingan besar. Situasi ini memperlihatkan bahwa pengalaman saja tidak cukup tanpa stabilitas permainan.

Leg kedua di Turin akan menjadi penentu apakah Juventus mampu memulihkan harga diri atau harus mengakhiri perjalanan Eropa lebih cepat. Hasil laga Galatasaray vs Juventus pada pertemuan pertama kini tercatat sebagai alarm keras bagi seluruh wakil Italia di kompetisi Eropa.

Sumber: juvefc