Inter Milan Bangkit dari Kekecewaan Treble untuk Meraih Scudetto Serie A

Gia Yuda Pradana | 4 Mei 2026 07:04
Inter Milan Bangkit dari Kekecewaan Treble untuk Meraih Scudetto Serie A
Para pemain Inter Milan merayakan Scudetto ke-21 mereka setelah laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Inter Milan memastikan gelar Serie A musim 2025-26 setelah mengalahkan Parma dengan skor 2-0. Kemenangan ini mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Napoli.

Keberhasilan ini menjadi titik balik setelah musim lalu berakhir tanpa trofi meski sempat berada di jalur treble. Saat itu, Inter gagal di semua kompetisi utama dan menutup musim dengan kekecewaan besar.

Advertisement

Situasi tersebut memicu perubahan signifikan dalam struktur tim dan pendekatan permainan. Hasilnya terlihat jelas sepanjang musim ini dengan performa yang lebih stabil dan efisien.

Kini, Inter berpeluang menambah trofi dengan menghadapi Lazio di final Coppa Italia pada 13 Mei. Jika menang, mereka akan mengulang kesuksesan era Jose Mourinho pada 2010.

1 dari 4 halaman

Era Baru Bersama Cristian Chivu

Era Baru Bersama Cristian Chivu

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu (kanan) dan para pemainnya merayakan Scudetto ke-21 setelah laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Kepergian Simone Inzaghi membuka jalan bagi Cristian Chivu untuk mengambil alih kursi pelatih. Penunjukan ini sempat diragukan karena minim pengalaman di level tertinggi.

Chivu membawa pendekatan segar dengan gaya permainan agresif dan tekanan tinggi. Ia juga berhasil menghidupkan kembali harmoni ruang ganti serta memberi ruang bagi pemain muda.

Pengalamannya sebagai mantan pemain Inter menjadi nilai tambah dalam membangun koneksi dengan skuad. Ia memahami budaya klub dan mampu menerapkannya dalam strategi tim.

2 dari 4 halaman

Kebugaran dan Konsistensi Jadi Kunci

Kebugaran dan Konsistensi Jadi Kunci

Para pemain Inter Milan merayakan Scudetto ke-21 mereka setelah laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Salah satu masalah utama musim lalu adalah badai cedera yang mengganggu performa tim. Musim ini, kondisi fisik pemain jauh lebih terjaga berkat metode latihan baru.

Sebagian besar pemain inti mampu tampil konsisten sepanjang musim. Kapten Lautaro Martinez sempat absen, tapi kembali saat momen penentuan gelar.

Situasi ini berbeda dengan Napoli yang kehilangan banyak pemain penting akibat cedera. Absennya sejumlah pilar membuat pesaing utama gagal menjaga tekanan terhadap Inter.

3 dari 4 halaman

Bangkit dari Momen Sulit

Bangkit dari Momen Sulit

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) dan Nicolo Barella merayakan Scudetto usai laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 3 Mei 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Perjalanan Inter tidak sepenuhnya mulus sepanjang musim. Mereka sempat tersingkir dari kompetisi Eropa dan mengalami penurunan performa di liga.

Kekalahan di derby serta hasil kurang maksimal sempat memangkas jarak poin di klasemen. Namun, kemenangan penting 5-3 di markas Roma menjadi titik balik kebangkitan.

Sejak laga tersebut, Inter kembali menemukan ritme permainan terbaik. Mereka menutup musim dengan konsistensi tinggi dan memastikan gelar tanpa tekanan berarti.

Dominasi domestik ini menegaskan transformasi Inter dari tim yang gagal total menjadi juara meyakinkan. Fokus, kebugaran, dan kepemimpinan baru menjadi fondasi utama keberhasilan mereka musim ini.

Sumber: AP

4 dari 4 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE