Inter Milan Main Apik karena Motivasi, Bukan karena Tekanan
Richard Andreas | 6 Januari 2022 05:30
Bola.net - Inter Milan tengah memimpin persaingan menuju scudetto musim 2021/22. Pasukan Simone Inzaghi unggul dengan 46 poin dari 19 pertandingan, cukup jauh dari rival-rivalnya.
Tidak ada yang menduga Inter bisa kembali memuncaki klasemen Serie A dan memimpin balapan menuju gelar juara. Pasalnya, mereka sempat kesulitan bermain apik di awal musim.
Inter tampak masih berusaha menyesuaikan diri dengan kehadiran Simone Inzaghi sebagai pelatih baru. Oleh sebab itu mereka diduga bakal kesulitan menyamai level bermain seperti musim lalu.
Meski begitu, kini Inter terbukti bisa kembali memimpin klasemen sementara. Apa rahasianya?
Motivasi, bukan tekanan
Permainan Inter mungkin belum mencapai level terbaiknya, tapi paling tidak mereka tahu caranya untuk menang. Insaghi mengakui pujian untuk timnya terasa menyenangkan, tapi justru di momen seperti itulah Inter harus membuktikan diri.
"Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, kami membutuhkan antusiasme di sekitar tim berasal dari motivasi, bukan dari tekanan. Kami tahu bahwa kami memimpin klasemen dan setiap tim akan mencoba membuat kami kesulitan," ujar Inzaghi di Football Italia.
"Tidak ada yang menyebut kami favorit juara dua bulan lalu, sekarang mereka berkata demikian karena kami ada di puncak. Pujian memang bagus, tapi tujuan kami adalah meraih trofi."
"Saya sudah pernah melakukannya di Lazio dan sekarang ingin melakukannya kembali di sini," imbuhnya.
Laga tidak pasti
Inter Milan seharusnya menyambangi Bologna dalam duel lanjutan Serie A, Kamis (6/1/2022) sore ini. Namun, ada kemungkinan pertandingan tersebut bakal ditunda karena kondisi kedua tim tidak ideal.
"Ini pertandingan rumit, Bologna mengalahkan Sassuolo 3-0 sebelum jeda Natal dan kami tahu betapa bagusnya pelatih Sinisa Mihajlovic. Kami harus memberikan performa apik," lanjut Inzaghi.
"Menurut saya, ketidakpastian seperti ini tidak bagus bagi siapa pun dalam dunia sepak bola. Sulit bersiap menyambut pertandingan, Anda harus siap mengubah personil dan strategi begitu ada perubahan."
"Hal ini sudah terjadi dalam dua tahun terakhir, semua pihak berada di situasi yang sama," tandasnya.
Sumber: Football Italia
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Gara-Gara Covid-19, Duel Bologna vs Inter Milan Kemungkinan Ditunda
- Demi Kejar inter, AC Milan Incar Tiga Poin Saat Jumpa AS Roma
- Manuver Transfer Juventus: Mauro Icardi Ditukar dengan Moise Kean?
- Kabar Buruk untuk Milan, Harga Sven Botman Naik Hari Rabu ini
- AC Milan vs AS Roma, Tomori: Sama Sulitnya Seperti yang Pertama
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Napoli vs Torino 7 Maret 2026
Liga Italia 5 Maret 2026, 18:51
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persis 5 Maret 2026
Bola Indonesia 4 Maret 2026, 13:18
-
Liga Italia 4 Maret 2026, 12:41

LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Bulu Tangkis 6 Maret 2026, 09:16
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 6 Maret 2026, 08:55
-
Berapa Uang yang Didapat Juventus Jika Aston Villa Menebus Douglas Luiz?
Liga Italia 6 Maret 2026, 08:36
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 07:51
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37














