Inter Milan Raih Scudetto, Lautaro Martinez Akui Sempat Ada Hal yang Tak Disukai dalam Tim
Afdholud Dzikry | 4 Mei 2026 09:53
Bola.net - Inter Milan resmi mengunci gelar Serie A musim ini setelah menaklukkan Parma 2-0 di Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut memastikan Scudetto kembali ke tangan Nerazzurri di hadapan pendukung sendiri.
Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan menjadi pencetak gol dalam laga penentu itu. Thuram kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol di lima laga liga beruntun, sementara Mkhitaryan memastikan kemenangan lewat gol di babak kedua.
Perjalanan Inter menuju gelar tidak berlangsung mulus. Mereka sempat terpukul usai gagal meraih trofi di musim sebelumnya, ditambah perubahan besar di kursi pelatih ketika Simone Inzaghi digantikan Cristian Chivu.
Lautaro Martinez sebagai kapten tim juga sempat mengambil langkah tegas di awal musim. Ia melontarkan kritik kepada rekan setimnya demi menjaga standar dan komitmen dalam skuad, yang kemudian menjadi titik balik kebangkitan Inter.
Kejujuran Lautaro Martinez

Lautaro Martinez mengakui bahwa dirinya sempat menyampaikan kritik terbuka saat situasi tim tidak stabil. Ia menilai beberapa hal di dalam tim tidak berjalan sesuai harapan dan merasa perlu menyuarakannya.
Menurutnya, langkah tersebut lahir dari rasa tanggung jawab sebagai kapten, bukan emosi sesaat. Kini ia menilai keputusan itu ikut membantu membentuk karakter tim yang lebih solid.
"Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah saya pendam di dalam hati. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan," ujar Lautaro Martinez kepada DAZN Italia.
"Kami merasa sangat bahagia sekarang. Tidak mudah untuk memulai kembali setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi yang kami ikuti tepat di akhir, tetapi saya sangat senang hari ini dengan pencapaian ini," lanjutnya.
Dampak Cristian Chivu di Inter

Penunjukan Cristian Chivu sempat memunculkan keraguan karena minim pengalaman di level tertinggi. Namun, pelatih asal Rumania itu cepat memberikan dampak positif sejak awal kedatangannya.
Chivu membawa suasana kerja yang lebih segar dan menekankan pentingnya kebersamaan di dalam tim. Pendekatan tersebut membuat pemain lebih nyaman dan termotivasi dalam setiap sesi latihan.
"Pelatih bekerja sangat baik dengan membawa energi segar dan antusiasme. Jadi setelah empat tahun yang luar biasa bersama Simone, mungkin kami butuh perubahan suasana setelah Final Liga Champions itu," ungkap Lautaro.
"Chivu memastikan semua orang merasa dilibatkan dan bahkan bisa berlatih dengan senyuman, itu sangat membantu," tambahnya.
Ambisi Meraih Double Winner Musim Ini
Inter belum ingin berhenti setelah mengamankan Scudetto. Mereka masih membidik gelar Coppa Italia yang akan diperebutkan melawan Lazio di Stadio Olimpico.
Selain target tim, Lautaro juga masih bersaing dalam perebutan gelar top skor liga. Ia menegaskan bahwa semangat juara telah menjadi bagian dari identitas tim musim ini.
"Selalu ada lebih banyak ruang di lemari trofi! Ini adalah mentalitas saya dan juga Inter, jadi saya sangat bangga mengenakan seragam ini," tegasnya.
"Di liga yang seimbang seperti ini, kami berhasil menjaga fokus sebagai sebuah grup. Inilah hal terindah yang membuat saya terkesan, yakni persatuan dari tim ini," pungkas Lautaro.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20




















