Inter Milan Tak Bisa Belanja Gila-gilaan seperti Klub Premier League
Aga Deta | 30 Juli 2026 05:55
Bola.net - Giuseppe Marotta mengakui Inter Milan tidak memiliki kemampuan finansial untuk bersaing dengan klub-klub Premier League di bursa transfer. Presiden Nerazzurri itu menegaskan klubnya harus mencari jalan lain untuk tetap kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Marotta saat Inter menjalani tur pramusim di Australia. Ia berbicara mengenai tantangan finansial yang kini dihadapi klub-klub Serie A dibandingkan kompetisi Inggris.
Inter memang melewati musim panas yang cukup sulit di bursa transfer. Beberapa target, termasuk Marco Palestra, gagal didatangkan setelah pemain tersebut memilih bergabung dengan Chelsea.
Meski demikian, Marotta memastikan Inter tidak akan mengubah prinsip klub hanya demi mengejar kekuatan finansial rival-rival dari Inggris. Menurutnya, identitas dan pengelolaan klub tetap menjadi fondasi utama kesuksesan.
Inter Pilih Kreativitas daripada Belanja Besar

Marotta menilai Serie A pernah menjadi pusat sepak bola dunia pada era 1980-an dan 1990-an. Namun, kondisi tersebut kini berubah karena kekuatan ekonomi Premier League berkembang jauh lebih pesat.
Menurutnya, Inter tidak mungkin mengejar ketertinggalan tersebut hanya dengan mengeluarkan dana besar. Karena itu, klub harus mengandalkan kreativitas, kompetensi, dan motivasi dalam membangun skuad.
"Pada era 1980-an dan 1990-an, Serie A menjadi acuan sepak bola di seluruh dunia," ujar Marotta kepada Globo TV.
"Kini keseimbangan itu telah berubah dan kesenjangan ekonomi sangat jelas terlihat. Kami tidak bisa berpikir untuk mengejar jarak tersebut dengan menghabiskan uang dalam jumlah besar. Respons kami harus berbeda, yaitu mengandalkan kreativitas, kompetensi, dan motivasi.
"Gagasan bahwa siapa yang menghabiskan uang paling banyak otomatis akan menang justru bertentangan dengan esensi olahraga. Anda harus membangun tim yang memiliki nilai, dengan memaksimalkan kualitas manajemen, pelatih, staf, dan para pemain," tegas Marotta.
Prinsip Kepemimpinan Jadi Fondasi Inter

Marotta telah menjalani berbagai peran sepanjang kariernya di dunia sepak bola. Setelah Oaktree mengambil alih kepemilikan Inter dari Suning, ia dipercaya naik jabatan dari general manager menjadi presiden klub.
Pengalaman panjang itu membuatnya memiliki prinsip yang kuat dalam memimpin Inter. Ia menegaskan bahwa arah klub ditentukan oleh orang-orang yang dipilih untuk bekerja bersama dan nilai yang dibangun di dalam organisasi.
"Seorang manajer hebat pernah mengajarkan kepada saya bahwa seorang presiden memiliki dua hak mendasar, yaitu memilih orang-orang yang akan bekerja bersamanya dan menentukan nilai-nilai yang ingin dijadikan dasar membangun klub," kata Marotta.
"Itulah prinsip yang selalu menjadi pedoman dalam setiap keputusan saya. Kami memiliki keselarasan penuh dengan pemilik baru dan mampu memulai berbagai proyek penting, termasuk pembangunan stadion baru yang menjadi langkah besar untuk menjadikan Inter semakin modern," lanjut Marotta.
Inter Tetap Memburu Semua Gelar

Inter menutup musim lalu dengan meraih gelar Serie A dan Coppa Italia. Namun, langkah mereka di Liga Champions tidak berjalan sesuai harapan sehingga evaluasi dilakukan menjelang musim baru.
Meski demikian, Marotta memastikan target klub tidak berubah. Ia ingin Inter tetap tampil kompetitif di seluruh kompetisi dan mempertahankan budaya juara yang telah lama melekat pada klub.
"Ekspektasi kami tetap sama seperti sebelumnya. Inter mengikuti setiap kompetisi dengan tujuan meraih hasil terbaik," ujar Marotta.
"Klub ini telah memenangkan begitu banyak trofi sepanjang sejarahnya dan hal itu menggambarkan identitas kami lebih dari kata-kata apa pun. Kami adalah klub yang terbiasa menang, tetapi di balik setiap kemenangan selalu ada semangat, perjuangan, etos kerja, dan rasa memiliki," tutup Marotta.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







