Inter vs Napoli: Conte Mengamuk lalu Membisu, Asisten Pelatih Beri Penjelasan

Afdholud Dzikry | 12 Januari 2026 14:16
Inter vs Napoli: Conte Mengamuk lalu Membisu, Asisten Pelatih Beri Penjelasan
Selebrasi gelandang Napoli, Scott McTominay merayakan gol ke gawang Inter Milan di lanjutan Serie A, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Antonio Conte memilih bungkam seribu bahasa. Padahal sebelumnya, teriakan "memalukan" sempat ia lontarkan dengan berapi-api tepat di depan wajah ofisial keempat di pinggir lapangan Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.

Drama kartu merah dan emosi yang meledak mewarnai hasil imbang 2-2 antara Napoli kontra Inter Milan. Sang pelatih kepala menolak hadir di sesi konferensi pers pasca-laga, meninggalkan asistennya, Cristian Stellini, untuk menghadapi cecaran media.

Advertisement

Laga ini memang menguras emosi kubu tamu. Partenopei sempat tertinggal dua kali, termasuk lewat penalti Hakan Calhanoglu yang memicu amarah Conte, namun gol Scott McTominay sukses menyelamatkan wajah Napoli.

Stellini pun hadir membawa pesan diplomatis. Ia mencoba mengalihkan sorotan dari kontroversi wasit ke mentalitas baja para pemainnya yang menolak menyerah.

1 dari 3 halaman

Fokus pada Reaksi, Bukan Kontroversi

Keputusan Conte untuk absen di hadapan mikrofon bukan tanpa alasan. Setelah insiden penalti Amir Rrahmani terhadap Henrikh Mkhitaryan yang berujung pengusirannya, pelatih asal Italia itu merasa lebih bijak untuk menepi demi menghindari sanksi lebih lanjut.

Stellini menegaskan bahwa timnya enggan terjebak dalam polemik keputusan wasit yang mewarnai pekan-pekan sulit mereka belakangan ini, termasuk saat ditahan imbang Verona di laga sebelumnya.

"Sejujurnya saya tidak ingin membahas insiden penalti itu, karena kami sudah mengalami minggu yang agak rumit dalam hal tersebut," ujar Stellini kepada DAZN Italia.

"Jadi, yang terbaik adalah melihat melampaui hal itu dan fokus pada performa hebat tim ini," tambahnya.
Sang asisten menjelaskan bahwa ketidakhadiran Conte murni bentuk antisipasi. Emosi sesaat setelah kartu merah dianggap berisiko jika langsung dikonfrontasi dengan pertanyaan awak media.

"Setelah kartu merah di pertandingan sebelumnya, dia memutuskan untuk tidak datang ke sini. Semoga dia tidak diusir keluar lagi di masa depan, maka itu tidak akan terjadi lagi dan semua orang akan senang," kelakar Stellini.

2 dari 3 halaman

Mentalitas Juara di Giuseppe Meazza

Mengejar ketertinggalan dua kali di kandang tim sekuat Inter bukanlah perkara mudah. Namun, reaksi skuad Napoli pasca-hukuman penalti justru menjadi bukti ketangguhan mental mereka di mata staf pelatih.

Bagi Stellini, kemampuan bangkit di situasi sulit adalah sinyal positif bahwa Napoli masih memiliki DNA pesaing gelar juara.

"Reaksi setelah penalti memberi kami kepercayaan diri dan kekuatan yang besar. Kami memiliki tim yang membuktikan sekali lagi di arena yang sulit dan melawan lawan yang kuat," tegasnya.

"Kami puas dengan karakter, determinasi, dan kualitas yang kami tunjukkan malam ini," lanjut Stellini.

Apresiasi serupa datang dari petinggi klub. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, turut menyoroti badai cedera yang menimpa tim lewat unggahan di media sosial, membayangkan potensi skuadnya jika tampil dengan kekuatan penuh.

"Pertandingan yang luar biasa! Napoli yang fantastis. Dengan 9 pemain yang absen hampir sepanjang musim, apa yang bisa dicapai Napoli sekarang (jika skuad utuh)?" tulis De Laurentiis.

3 dari 3 halaman

Kebugaran Fisik dan Progres Hojlund

Menariknya, Napoli hanya melakukan dua pergantian pemain dibanding Inter yang menghabiskan jatah lima substitusi. Hal ini menunjukkan tingkat kebugaran pemain inti yang prima meski opsi rotasi sangat terbatas.

Stellini mengakui bahwa timnya harus bersabar dengan keterbatasan opsi pemain, namun ia memuji kondisi fisik anak asuhnya yang mampu menekan lawan hingga akhir laga.

"Kami berada dalam kondisi fisik yang baik, dan sudah seperti itu cukup lama. Kami belum memiliki opsi untuk banyak merotasi, dan kami harus sedikit lebih bersabar dengan itu," jelas Stellini.

Sorotan khusus juga diberikan kepada Rasmus Hojlund. Didatangkan dari Manchester United menyusul cedera Romelu Lukaku, sang striker muda mulai menunjukkan adaptasi positif meski minim waktu latihan akibat jeda internasional pada September dan Oktober lalu.

"Meskipun begitu, dia (Hojlund) melakukan begitu banyak usaha dan kerendahan hati, dia bekerja setiap hari untuk berkembang, dan kami ingin menjadikannya striker yang lengkap. Perjalanannya masih panjang, tapi dia sudah melakukannya dengan sangat baik," puji Stellini.

Hasil imbang ini menjaga persaingan papan atas Serie A tetap ketat. Inter masih memimpin dengan 43 poin, dibuntuti Milan (40 poin) dan Napoli (39 poin), di mana ketiga tim masih memiliki tabungan satu laga tunda.

LATEST UPDATE