Inzaghi Tak Setuju Dengan Tindakan Walkout Constant
Editor Bolanet | 26 Juli 2013 15:32
- Kevin Constant belakangan menjadi sorotan di Italia usai tindakan walkout-nya dalam pertandingan Trofeo TIM melawan . Pemain asal Guinea tersebut kesal karena mendapatkan intimidasi rasial dari para suporter tim tuan rumah.
Banyak pihak bersimpati terhadap apa yang dialami Constant. Namun dalam kesempatan terpisah, CEO AC Milan, Adriano Galliani menyatakan bahwa tindakan meninggalkan lapangan tersebut tak boleh diulangi oleh pemain Rossoneri lainnya di lain waktu.
Eks attacante kenamaan Italia yang sekarang menjadi pelatih tim primavera Milan, Filippo Inzaghi, setuju dengan pendapat Galliani. Menurutnya, cara yang paling tepat untuk merespon tindakan rasial di lapangan adalah dengan tidak mempedulikannya.
Abaikan saja (tindakan rasial tersebut), itu satu-satunya solusi, ungkap Inzaghi seperti dilansir Gazzetta dello Sport.
Constant dibujuk Bonera untuk tidak walkout. (c) GDS
Kita tidak boleh terlihat rapuh di hadapan mereka, kita semua membenci tindakan tersebut. Jika seluruh stadion yang melakukan pelecehan rasial, maka berhenti bertanding adalah pilihan yang tepat. Jika tidak, maka kita hanya perlu menutup telinga dan fokus terhadap permainan.
Tindakan walk out bukan pertama kali ini diambil oleh penggawa Milan. Pada Januari lalu, Kevin-Prince Boateng melakukan tindakan yang sama dengan Constant ketika mendapatkan pelecehan rasial dari fans Pro Patria dalam sebuah pertandingan persahabatan. [initial]
Banyak pihak bersimpati terhadap apa yang dialami Constant. Namun dalam kesempatan terpisah, CEO AC Milan, Adriano Galliani menyatakan bahwa tindakan meninggalkan lapangan tersebut tak boleh diulangi oleh pemain Rossoneri lainnya di lain waktu.
Eks attacante kenamaan Italia yang sekarang menjadi pelatih tim primavera Milan, Filippo Inzaghi, setuju dengan pendapat Galliani. Menurutnya, cara yang paling tepat untuk merespon tindakan rasial di lapangan adalah dengan tidak mempedulikannya.
Abaikan saja (tindakan rasial tersebut), itu satu-satunya solusi, ungkap Inzaghi seperti dilansir Gazzetta dello Sport.
Kita tidak boleh terlihat rapuh di hadapan mereka, kita semua membenci tindakan tersebut. Jika seluruh stadion yang melakukan pelecehan rasial, maka berhenti bertanding adalah pilihan yang tepat. Jika tidak, maka kita hanya perlu menutup telinga dan fokus terhadap permainan.
Tindakan walk out bukan pertama kali ini diambil oleh penggawa Milan. Pada Januari lalu, Kevin-Prince Boateng melakukan tindakan yang sama dengan Constant ketika mendapatkan pelecehan rasial dari fans Pro Patria dalam sebuah pertandingan persahabatan. [initial]
Galliani: Walkout Bukan Respon Yang Tepat Bagi Tindakan Rasial
Kick it Out Racism: Jadi Korban Rasis, Constant Keluar Lapangan
(gds/mri)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59














