Jalan Ninja Como untuk Bersaing di Serie A: Belanja Gila Hingga Neraca Minus 110 Juta Euro

Richard Andreas | 3 Februari 2026 20:48
Jalan Ninja Como untuk Bersaing di Serie A: Belanja Gila Hingga Neraca Minus 110 Juta Euro
Selebrasi skuad Como dalam laga versus Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Bola.net - Como 1907 mencuri perhatian jelang dan sesudah promosi ke Serie A bukan hanya karena performa di lapangan, tetapi juga lewat aktivitas transfer yang tidak lazim bagi klub pendatang baru. Dalam dua musim terakhir, pergerakan mereka di bursa menunjukkan skala ambisi yang jarang terlihat.

Data transfer terbaru menunjukkan Como mendatangkan belasan pemain dengan total pengeluaran jauh melampaui pemasukan. Mengutip Transfermarkt Como menerima pendapatan sebesar 16,18 juta euro, tapi membuat pengeluaran sebesar 126,89 juta euro.

Advertisement

Artinya, neraca keuangan klub tercatat minus sekitar 110,71 juta euro, angka yang menempatkan Como sejajar dengan klub-klub mapan dari sisi belanja bersih.

Strategi agresif semacam ini apakah berarti Como sedang membangun fondasi jangka panjang, atau mengambil jalan cepat dengan risiko besar demi segera bersaing di papan atas Serie A?

1 dari 4 halaman

Belanja Agresif Dua Musim Beruntun

Belanja Agresif Dua Musim Beruntun

Selebrasi pemain Como, Maximo Perrone bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Pisa, 6 Januari 2026. (c) Alessandro La Rocca/LaPresse via AP

Aktivitas belanja Como tidak terjadi dalam satu jendela transfer saja, melainkan akumulasi dari dua musim beruntun. Sejak musim 2024/2025, klub sudah menunjukkan kesediaan mengeluarkan dana besar demi membentuk skuad kompetitif.

Pada fase awal tersebut, Como menginvestasikan lebih dari 20 juta euro untuk pemain-pemain baru. Langkah ini menjadi fondasi awal sebelum klub meningkatkan intensitas belanja pada musim berikutnya.

Memasuki musim 2025/2026, skala pengeluaran meningkat signifikan. Beberapa laporan transfer menyebut Como siap mengalokasikan 80 hingga 100 juta euro hanya dalam satu jendela musim panas.

Akumulasi dari dua periode inilah yang membuat neraca transfer Como terjerembap ke angka minus 110,71 juta euro, berdasarkan data pasar terkini.

2 dari 4 halaman

Profil Rekrutan: Antara Siap Pakai dan Investasi

Profil Rekrutan: Antara Siap Pakai dan Investasi

Selebrasi Martin Baturina dalam laga Como vs Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Pola rekrutmen Como memperlihatkan kombinasi antara pemain siap pakai dan aset masa depan. Beberapa nama direkrut dengan nilai tinggi, menandakan tuntutan dampak instan di Serie A.

Masuknya pemain seperti Alex Vales dan Maximo Perrone mencerminkan kebutuhan akan pengalaman dan stabilitas, terutama di lini belakang. Ini bukan rekrutan spekulatif, melainkan keputusan kompetitif.

Como juga mendatangkan pemain muda bernilai jual seperti Jesus Rodriguez, Martin Baturina, dan Jayden Addai. Investasi ini mengandung dimensi bisnis, bukan semata kebutuhan taktis jangka pendek.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa belanja besar Como tidak sepenuhnya impulsif, melainkan dirancang untuk memberi keseimbangan antara performa dan nilai aset.

3 dari 4 halaman

Peran Pelatih dan Arah Proyek

Peran Pelatih dan Arah Proyek

Nico Paz dan Luka Modric beraksi dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Perubahan arah Como tidak lepas dari peran Cesc Fabregas yang kini memegang kendali penuh sebagai pelatih kepala. Preferensi taktisnya turut memengaruhi jenis pemain yang dibidik klub di bursa transfer.

Fabregas cenderung menginginkan pemain dengan pemahaman taktik matang dan pengalaman di liga elite Eropa. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa target datang dari klub-klub besar dan liga papan atas.

Dengan dukungan pemilik klub, Fabregas mendapatkan ruang untuk membentuk skuad sesuai visinya. Namun, kebebasan ini juga membawa ekspektasi tinggi terhadap hasil di lapangan.

Jika performa tidak sejalan dengan investasi, tekanan akan datang lebih cepat dibanding klub promosi pada umumnya.

4 dari 4 halaman

Risiko Besar di Balik Ambisi

Defisit keuangan sebesar 106,77 juta euro menempatkan Como dalam posisi berisiko jika hasil olahraga tidak segera mengikuti. Serie A dikenal kompetitif, dan belanja besar tidak selalu berbanding lurus dengan stabilitas.

Meski begitu, Como dan Fabregas berhasil membuktikan bahwa investasi yang tepat dan merekrut pemain-pemain yang tepat juga bisa membawa dampak positif.

Musim lalu, Como finis di peringkat ke-10 klasemen akhir Serie A, catatan yang cukup impresif untuk tim debutan.

Musim ini, mereka lebih mengejutkan lagi. Como sekarang ada di peringkat ke-6 klasemen sementara dan terbukti mampu bersaing dengan tim papan atas.

LATEST UPDATE