Juventus dan DNA Juara yang Perlahan Pudar
Gia Yuda Pradana | 20 Desember 2025 14:27
Bola.net - Juventus masih tercatat sebagai klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Italia, tetapi aura dominasi itu kian menipis. Juventus kini lebih sering berada dalam fase mencari bentuk, bukan memaksakan kehendak di level tertinggi.
Dalam beberapa musim terakhir, capaian prestasi tidak lagi sejalan dengan reputasi besar yang melekat. Gelar liga terakhir pada 2020 menjadi penanda awal periode yang lebih rapuh, terutama saat tuntutan tertinggi datang di kompetisi besar.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang identitas tim. Bukan hanya soal sistem permainan, tetapi juga karakter pemain yang dahulu membentuk mental pemenang.
Juventus Mulai Kehilangan Identitas

Juventus menaruh harapan pada Luciano Spalletti untuk mengembalikan arah klub, tapi ini bukan fase perombakan pertama sejak 2021. Optimisme tetap ada, tetapi komposisi skuad saat ini belum menghadirkan figur yang membuat lawan merasa terintimidasi.
Pada era sebelum 2020, menghadapi Juventus identik dengan ujian mental yang berat. Akan tetapi, rasa gentar itu perlahan menghilang karena ketegasan dan ketahanan yang dulu menjadi ciri khas tidak lagi konsisten terlihat.
Masalah yang dihadapi juga melampaui aspek teknis dan taktik. Namun, tantangan utama berada pada pemulihan nilai-nilai internal yang dulu menyatukan ruang ganti dan tribun.
Apa yang Hilang dari Juventus?

Pengamat Walter Veltroni menilai ada tipe pemain tertentu yang kini tidak lagi hadir di skuad. Ia mencontohkan figur yang benar-benar mewakili jiwa klub dan membawa pengaruh besar di momen krusial.
“Lichtsteiner adalah contoh pemain yang mewujudkan Juve, dan Totti pernah mengatakan ia sangat sulit dihadapi,” kata Veltroni. “Mandzukic juga mewakili DNA Juventus, dan tipe pemain seperti itu kini tidak ada.”
Veltroni juga menilai Paulo Dybala sebagai figur terakhir yang mampu menjembatani emosi dengan kualitas. Menurutnya, Spalletti memiliki hati dan kecerdasan untuk menyambung kembali benang perasaan yang sempat terputus.
Bagi Juventus, pemulihan identitas tidak bisa instan melalui hasil satu musim. Namun, menemukan kembali pemain dengan keberanian, loyalitas, dan ketegasan bisa menjadi titik balik yang menentukan arah masa depan klub.
Sumber: Tuttojuve, juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Tempat Menonton Juventus vs Roma: Tayang di Mana?
Berita Juventus: Andrea Cambiaso Main Jelek? Spalletti Pasang Badan dan Siapkan 'Terapi' Khusus
Juventus vs Roma: Adu Taktik Guru dan Murid? Spalletti Bongkar Rahasia Gaya Main Gasperini
Juventus vs Roma dan Potensi Comeback Arkadiusz Milik Setelah 550 Hari
Skandal Transfer Mandragora: Udinese Diseret ke Pengadilan, Juventus Terlibat Lagi?
Prediksi Juventus vs Roma 21 Desember 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Selandia Baru vs Belgia: Leandro Trossard
Piala Dunia 27 Juni 2026, 12:37
-
Klasemen Akhir Grup H: Spanyol Perkasa, Cape Verde Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Juni 2026, 09:23
LATEST UPDATE
-
MU Putuskan Lepas Striker Muda Berbakat Mereka di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 13:30
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan yang Menanti Timnas Portugal?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 13:00
-
Siapa Lawan Timnas Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 12:00
-
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, 29 Juni - 4 Juli 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:50
-
Man of the Match Aljazair vs Austria: Riyad Mahrez
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:19
-
Man of the Match Yordania vs Argentina: Giovani Lo Celso
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







