Juventus Keok, Cristiano Ronaldo Pemain Terburuk di Lapangan?
Richard Andreas | 19 Juni 2020 06:00
Bola.net - Cristiano Ronaldo selalu memenangi 11 final beruntun untuk klub dan negara sejak Agustus 2014 sampai Juni 2019. Namun, hanya dalam setahun terakhir, dia sudah menelan dua kekalahan beruntun di partai final -- pengalaman pertama sepanjang kariernya.
Kekalahan pertama terjadi di final Supercoppa Italiana, 22 Desember 2019 lalu. Saat itu, bermain di Arab Saudi, Ronaldo tidak bisa menyelamatkan Juventus dari amukan Lazio. Mereka takluk 1-3 dan gagal jadi juara.
Bulan-bulan berlalu, kekalahan kedua terjadi pada final Coppa Italia yang masih segar. Melawan Napoli, Juve harus mengaku kalah di babak adu penalti.
Pada pertandingan inilah penampilan Ronaldo jadi sorotan. Bintang Portugal itu dianggap main buruk. Benarkah? Menukil Goal internasional, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Kekalahan Menyakitkan
Coppa Italia mungkin bukan prioritas Ronaldo, tapi kekalahan tetap menyakitkan. Dia jelas frustrasi karena tidak sempat menendang penalti karena posisinya sebagai penendang kelima.
Memang tidak ada jaminan Ronaldo bisa mengeksekus penalti dengan sempurna. Sebab, pekan lalu dia gagal memaksimalkan kesempatan penalti kontra AC Milan di semifinal.
Singkatnya, setelah jeda tiga bulan, Ronaldo yang sekarang masih belum mencapai level seperti seharusnya. Dia main buruk, tidak memaksimalkan peluang, dan sedang tidak percaya diri.
Meski demikian, kekalahan Juve bukan sepenuhnya kesalahan Ronaldo. Sekarang pertanyaannya bukan apakah Ronaldo bermain buruk, tapi mengapa dia bermain buruk?
Gaya Sepak Bola Sarri
Menjawab pertanyaan itu tidak mudah, tapi kabarnya fans Juve menyalahkan Maurizio Sarri atas penampilan buruk Ronaldo. Pasalnya, taktik Sarri disebut tidak cocok dengan pemain-pemain Juve yang sekarang.
Sarri punya gaya bermain khusus yang dikenal dengan sebutan Sarriball. Permainan inilah yang membuat Ronaldo kesulitan, meski ini haya sebatas asumsi.
Bagaimanapun, sebenarnya masalah Juve ini sudah muncul sejak beberapa bulan lalu, bahkan sebelum jeda. Tercatat, Juve hanya bisa memetik 4 kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Sarri didatangkan Juve tidak hanya untuk jadi juara, tapi melakukannya dengan permainan apik. Saat ini, di tidak bisa melakukan keduanya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
- Belum Niat Pensiun, Dani Alves Tebar Pesona Pada AC Milan
- Cristiano Ronaldo Panen Kecaman, Sang Kakak Pasang Badan
- Juventus Dikalahkan Napoli, Luca Toni Serang Cristiano Ronaldo
- Gattuso Bawa Napoli Kalahkan Juventus, Galliani Ikut Girang
- Meski Belum Sebagus Pirlo, Sandro Tonali Disebut Sudah Siap Bermain di Klub Besar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















