Juventus Tidak Bermain Maksimal karena Kesalahan Sarri
Richard Andreas | 25 Juli 2019 14:30
Bola.net - Juventus membutuhkan drama adu penalti untuk mengalahkan Inter Milan pada laga uji coba pramusim bertajuk International Champions Cup (ICC), Rabu (24/7) malam WIB kemarin. Meski menang, permainan Juve belum maksimal.
Laga itu tertahan 1-1 pada waktu normal lewat gol bunuh diri Matthijs de Ligt dan gol Cristiano Ronaldo. Berlanjut ke adu penalti, Gianluigi Buffon jadi pahlawan dengan membantu Juve menang 4-3.
Bos Juve, Maurizio Sarri menyadari timnya tidak bermain maksimal. Permainan Juve belum benar-benar terbentuk, dengan beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.
Biar begitu, Sarri tetap percaya diri. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tidak Berbeda
Sebelum laga ini, Juve dikalahkan Tottenham Hotspur pada laga pramusim pertama mereka. Sarri melihat timnya masih butuh waktu, permainan Juve masih menunjukkan kelemahan yang sama.
"Pertandingan ini tidak jauh berbeda dengan laga kami melawan Tottenham, kesulitan pada awal dan dengan tempo rendah. Kami tampil sangat baik di babak kedua, menekan lawan dengan garis agresif tinggi pada bek sayap mereka," kata Sarri di Tribalfootball.
"Kami masih bisa berkembang, khususnya dalam hal memberikan tekanan intens untuk merebut bola ketika bertahan. Kami harus fokus bertahan dengan bergerak ke depan, juga tidak membiarkan mereka melewati kami."
"Kami melakukannya dengan baik pada 30 menit pertama di babak kedua, dengan lebih berani, lebih menekan lawan untuk merebut bola," lanjutnya.
Kesalahan Sarri
Di sisi lain, kesulitan Juve itu juga disebabkan oleh kesalahan Sarri. Dia meminta skuadnya berlatih terlalu keras pada pagi hari sebelum pertandingan. Tentu saja, cuaca di Nanjing, Cina tidak terlalu nyaman untuk pemain Eropa.
"Wajar kami butuh waktu untuk menemukan mentalitas yang tepat. Saya membuat kesalahan pagi ini, sebab saya meminta mereka berlatih selama 45 menit, kami merasa kelelahan karena cuaca panas," sambung Sarri.
"Saya berbicara pada pemain di ruang ganti bahwa kami bisa menerima kesalahan dalam pergerakan, tetapi saya tidak ingin melihat pemain yang pasif."
"Kami harus bertahan dengan menekan lawan di depan dan tidak berlari ke belakang, sepertinya pemain-pemain memahami pesan itu," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
Liga Italia 4 Juni 2026, 14:21
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
-
Anthony Martial Tinggalkan Klubnya Setelah Hanya 20 Laga
Bola Dunia Lainnya 7 Juni 2026, 04:55
-
Target Manchester United Berikutnya: Sandro Tonali
Liga Inggris 7 Juni 2026, 04:16
-
Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:54
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47










