Kalahkan Como, Dekati Scudetto, Bos Inter Milan Sindir Rival: Takut Juara Bukan DNA Nerazzurri

Afdholud Dzikry | 14 April 2026 10:23
Kalahkan Como, Dekati Scudetto, Bos Inter Milan Sindir Rival: Takut Juara Bukan DNA Nerazzurri
Selebrasi Denzel Dumfries dan pemain Inter Milan usai mencetak gol ke gawang Como 1907, pada 13 April 2026 di lanjutan Serie A. (c) dok.Inter.it

Bola.net - Inter Milan baru saja menunjukkan mentalitas baja saat menumbangkan Como dalam drama tujuh gol yang sangat mendebarkan. Kemenangan ini semakin mempertegas posisi mereka sebagai penguasa tunggal di puncak klasemen Serie A musim ini.

CEO Inter Milan, Beppe Marotta, merasa sangat bangga dengan karakter yang ditunjukkan oleh armada Nerazzurri. Ia melihat adanya kekuatan mental yang luar biasa untuk bangkit meski sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.

Advertisement

Marotta juga tidak melewatkan kesempatan untuk melontarkan sindiran halus kepada para rival terdekat mereka. Ia menyoroti fenomena tim-tim besar di Italia yang belakangan ini seringkali takut mematok target tinggi secara terbuka.

Keberhasilan meraih tiga poin di Stadio Sinigaglia menjadi sinyal kuat bagi seluruh pesaing di kompetisi domestik. Inter kini unggul sembilan poin dan mulai mencium aroma Scudetto dengan sangat nyata.

1 dari 3 halaman

Sindiran untuk Rival yang Penakut

Sindiran untuk Rival yang Penakut

Selebrasi Marcus Thuram dalam laga Serie A 2025/2026 antara Como vs Inter Milan, Senin (13/4/2026). (c) FC Internazionale Official

Marotta menanggapi candaan Cristian Chivu soal target tim yang seolah hanya ingin lolos ke zona Liga Champions saja. Menurutnya, candaan tersebut adalah bentuk protes terhadap tren pelatih di Italia yang gemar merendah secara berlebihan.

Ia menilai tim seperti Napoli dan Milan seharusnya tidak perlu malu mengakui ambisi juara mereka. Ketakutan untuk memasang target tinggi justru dianggap sebagai tanda kelemahan mentalitas dalam persaingan kasta tertinggi.

"Itu adalah lelucon untuk menunjukkan bahwa di Italia belakangan ini ada ketakutan terhadap target yang berani," ujar Beppe Marotta.

Pernyataan ini merujuk pada kebiasaan Antonio Conte dan Max Allegri yang seringkali enggan menyebut gelar juara sebagai tujuan utama klub mereka.

2 dari 3 halaman

DNA Juara dan Ambisi Tanpa Kesombongan

DNA Juara dan Ambisi Tanpa Kesombongan

Pemain Inter Milan Hakan Calhanoglu (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Roma di Milan, Italia, Minggu, 5 April 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Sebagai pemimpin klub besar, Marotta menegaskan bahwa Inter Milan tidak boleh memiliki mentalitas yang biasa-biasa saja. Baginya, ambisi untuk selalu meraih hasil maksimal adalah identitas yang sudah melekat kuat dalam sejarah panjang klub.

Inter dituntut untuk selalu berada di level tertinggi tanpa harus memandang remeh kekuatan lawan yang dihadapi. Marotta ingin para pemainnya tetap menginjak bumi meski saat ini berada di posisi yang sangat menguntungkan.

"Sebaliknya, Inter harus berani dan selalu mengincar hasil maksimal. Ini adalah bagian dari DNA sebuah klub pemenang, kami harus ambisius tanpa menjadi sombong," tegas Beppe Marotta.

3 dari 3 halaman

Sorotan Tajam Terhadap Keputusan VAR

Selain membahas masalah mentalitas, Marotta juga memberikan kritik keras terhadap keputusan penalti kontroversial yang didapatkan pihak Como. Ia menilai insiden tersebut seharusnya tidak sah jika wasit meninjau layar monitor VAR dengan lebih teliti.

Kontroversi tersebut hampir saja merugikan Inter jika saja skor berakhir imbang di menit-menit akhir pertandingan. Beruntung, kualitas pemain Nerazzurri mampu mengamankan poin penuh meskipun ada keputusan yang dianggap keliru oleh wasit.

"Saya pikir semua orang setuju bahwa itu bukan penalti, dan kami tidak marah karena akhirnya kami tetap menang," ungkap Beppe Marotta.

"Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi jika penalti itu menyebabkan hasil yang berbeda," pungkasnya dengan nada memperingatkan.

Marotta berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggara liga demi terciptanya keadilan di lapangan. Ke depannya, ia ingin adanya koordinasi yang lebih sinkron antara petugas VAR dan wasit utama.

LATEST UPDATE