Kaleidoskop Serie A 2019: Era Baru Juventus dan Kebangkitan Inter Milan
Yaumil Azis | 28 Desember 2019 23:41
Bola.net - Pertandingan antara Sassuolo melawan Napoli yang digelar pada hari Senin (23/12/2019) resmi menjadi penutup ajang Serie A di tahun 2019. Sejumlah hasil yang menarik disajikan oleh beberapa klub penting.
Pekan ke-17 Serie A dimulai dengan laga antara Sampdoria melawan Juventus yang digelar pada Kamis (19./12/2019) di Stadio Comunale Luigi Ferraris. Bianconeri berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.
Hasil itu sempat membuat Juventus memuncaki klasemen sementara, sampai digusur kembali oleh Inter Milan. Klub besutan Antonio Conte itu mengalahkan Genoa dengan skor 4-0 pada Minggu (22/12/2019I di San Siro.
Yang mencolok adalah laga antara Atalanta melawan AC Milan. Tampil di hadapan pendukung setia yang memadati Atleti Azzuri d'Italia, Atalanta berhasil menuai kemenangan dengan skor telak 5-0 atas klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Menarik untuk disimak apa saja yang terjadi di pentas tertinggi Italia tersebut selama tahun 2019 ini. Scroll ke bawah untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Memudarnya Dominasi Juventus

Tidak bisa dimungkiri bahwa Italia masih belum bisa jauh dari kiprah apik Juventus. Mereka telah mendominasi kompetisi domestik sejak tahun 2011 hingga sekarang.
Di Serie A, Juventus tidak menemui kesulitan untuk menjadi seorang pemenang. Mereka memimpin puncak klasemen hingga pekan terakhir dengan keunggulan 11 poin atas tim yang menghuni peringkat kedua, Napoli.
Bahkan gelar Scudetto sudah pasti mereka miliki sejak bulan April 2019. Kemenangan atas Fiorentina membuat mereka, secara hitung-hitungan, sudah tak bisa terkejar lagi oleh Napoli yang menjadi pesaingnya.
Namun Juventus hanya mampu menjuarai Serie A. Mereka melempem di Coppa Italia. Perjalanan Cristiano Ronaldo dkk harus kandas di babak perempat final setelah mereka kalah atas Atalanta dengan skor 0-3.
Pada akhirnya, kompetisi tersebut menghasilkan pemenang baru setelah empat tahun lamanya. Klub tersebut adalah Lazio, yang pada babak final berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0.
Juventus Memasuki Era Peralihan

Dominasi Juventus selama lima tahun terakhir tak bisa lepas dari jasa sang pelatih, Massimiliano Allegri. Sejak dirinya tiba di tahun 2015 lalu, gelar Scudetto dan Coppa Italia tak pernah bisa lepas dari genggaman Juventus.
Namun pada akhirnya, sebuah era selalu menemui akhirnya. Allegri memutuskan mundur dari jabatannya dan kemudian digantikan oleh Maurizio Sarri, yang diketahui sebagai eks pelatih Napoli.
Sarri memberikan perubahan yang segar dalam permainan Juventus, walaupun belum sepenuhnya sempurna. Juventus mulai terlihat rajin menyerang dengan sajian permainan yang atraktif.
Namun, bicara soal hasil, Juventus masih belum memuaskan publik. Kendati baru menelan satu kekalahan di ajang Serie A, mereka acap kali meraih kemenangan dengan skor tipis. Tak bisa dimungkiri, Juventus sedang berada di masa transisi.
Sensasi di Bursa Transfer Musim Panas

Semua mata tertuju kepada Juventus dan Inter Milan pada bursa transfer musim panas kemarin. Kedua klub tersebut cukup aktif dalam mendatangkan nama-nama yang cukup mentereng di dunia sepak bola.
Juventus sukses mengamankan jasa bek muda berbakat asal Belanda, Matthijs De Ligt. Untuk mendapatkan tanda tangan pria berumur 20 tahun itu, mereka harus merogoh kocek sebesar 75 juta euro plus bonus.
Sementara itu, Inter Milan berhasil menghadirkan bomber asal Belgia, Romelu Lukaku. Proses kepindahannya cukup berbelit-belit hingga sang pemain baru tiba di Italia jelang bursa transfer ditutup.
Lukaku didatangkan dari Manchester United dengan mahar 75 juta euro. Selain itu, Inter Milan juga sukses mendapatkan jasa Alexis Sanchez dengan status pinjaman. Namun, pemain tersebut harus menepi untuk sementara karena cedera.
Kebangkitan Inter Milan

Pesaing Juventus pada musim ini bukan lagi Napoli, namun Inter Milan. Pergantian pada kursi kepelatihan memberikan dampak yang sangat signifikan kepada Nerazzurri.
Seperti yang diketahui, Inter Milan menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih berikutnya. Conte diangkat sebagai pengganti Luciano Spalletti yang didepak usai membawa Inter Milan kembali finis di empat besar.
Conte langsung mengubah wajah Inter sebagai salah satu klub yang berbahaya di Serie A. Sekarang ini, mereka tengah menduduki puncak klasemen sementara dan meraih poin yang sama dengan sang juara bertahan, Juventus.
Sama seperti Juventus, mereka juga baru menelan satu kekalahan saja. Rekor kebobolannya pun kian membaik, di mana mereka baru ada 14 bola yang bersarang ke gawang Samir Handanovic.
Rasisme yang Masih Hidup

Rasisme masih menjadi momok bagi Serie A di tahun 2019 ini. Bahkan bisa dikatakan lebih parah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kasus pertama terjadi pada bulan Maret, di mana Moise Kean menjadi sasaran ejekan bernada rasis dari oknum fans Cagliari. Eks striker Juventus itu bahkan sampai membalas dengan memprovokasi balik mereka usai mencetak gol.
Romelu Lukaku bahkan sudah merasakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat baru menjalani laga kedua Serie A bersama Inter Milan. Dan lagi-lagi, aksi rasis tersebut datang dari segelintir fans Cagliari.
Terakhir ada Mario Balotelli yang sekarang memperkuat klub promosi, Brescia. Ia mendapatkan ejekan dari suporter Hellas Verona. Balotelli bahkan harus dibujuk oleh pemain dari dua klub tersebut agar tidak meninggalkan permainan.
Baca Juga:
Kaleidoskop Ballon d'Or dan FIFA Best 2019: Kembali ke Pelukan Lionel Messi
Kaleidoskop 2019: Gejolak PSSI, Dominasi Bali United, Ragam Prestasi Timnas
Kaleidoskop Liga Champions dan Liga Europa 2019: Dominasi Inggris dan Patahnya Supremasi Real Madrid
Kaleidoskop Bundesliga 2019: Akhir Era Robbery dan Fenomena RB Leipzig
10 Momen MotoGP Paling Mencolok Sepanjang 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



