Kemarahan Khephren Thuram: Serangan Rasial ke Vinicius Jr Juga Menyakiti Saya!
Afdholud Dzikry | 15 Maret 2026 21:13
Bola.net - Bintang Juventus, Khephren Thuram, meluapkan kemarahannya atas serangan rasial yang menimpa Vinicius Jr di Liga Champions. Ia merasa hinaan yang diarahkan kepada pemain Real Madrid itu juga menyerang dirinya secara pribadi.
Gelandang internasional Prancis ini menegaskan bahwa identitas kulit hitam membuat setiap serangan rasial terasa sangat dekat. Ia tidak habis pikir mengapa warna kulit masih menjadi alasan seseorang menjadi target kebencian di tahun 2026.
Thuram merasa senasib dengan apa yang dialami Vinicius saat melawan Benfica Februari lalu. Baginya, pelecehan tersebut bukan sekadar insiden lapangan, melainkan serangan terhadap martabat manusia.
Putra dari legenda Lilian Thuram ini kini menuntut tindakan nyata yang lebih keras dari otoritas sepak bola. Ia menolak gagasan bahwa korbanlah yang harus mengalah dan meninggalkan lapangan pertandingan.
Solidaritas Thuram pada Vinicius Jr

Thuram bicara blak-blakan mengenai beban mental yang harus dipikul sebagai pemain kulit hitam di Eropa. Ia merasa setiap makian yang ditujukan kepada rekannya sesama pemain adalah ancaman bagi dirinya sendiri.
"Vinicius diserang, dan rasanya seolah-olah saya yang diserang. Itu bisa saja terjadi pada saya," ujar Thuram kepada Canal+.
Kekecewaan mendalam terlihat jelas saat ia mempertanyakan mengapa diskriminasi ini terus berulang. Baginya, alasan di balik kebencian tersebut sangat tidak masuk akal.
"Dan semua ini hanya karena saya berkulit hitam? Saya tidak punya jawaban untuk menghentikan ini di stadion," lanjut gelandang berusia 24 tahun tersebut.
Menolak Meninggalkan Lapangan

Isu pemain keluar lapangan (walkout) sebagai bentuk protes sering menjadi perdebatan hangat. Namun, Thuram memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai siapa yang seharusnya disingkirkan dari area pertandingan.
Ia menilai meninggalkan lapangan justru akan merugikan pemain yang sedang menjalankan profesinya dengan cinta. Thuram ingin fokus bermain tanpa harus terganggu oleh perilaku primitif di tribun.
"Meninggalkan lapangan mungkin bisa jadi solusi, tapi saya ingin bermain sepak bola. Ini pekerjaan saya, dan saya menikmati apa yang saya lakukan," tegas pemain bernomor punggung 19 ini.
Thuram mendesak adanya sanksi yang lebih berat agar memberikan efek jera bagi para pelaku. Ia ingin pelaku rasisme yang diusir, bukan korban yang terpaksa berhenti bertanding.
"Mengapa saya yang harus meninggalkan lapangan? Dialah yang seharusnya meninggalkan stadion. Kita harus menghentikan omong kosong ini dan mulai menanggapi hal-hal dengan serius," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wah, Sempat Ada Drama 'Perang Rumput' Sebelum Kick-Off Atletico vs Arsenal
Liga Inggris 30 April 2026, 16:46
-
Jose Mourinho Ingin Kembali ke Real Madrid, tapi Ada Kendala Besar
Liga Spanyol 30 April 2026, 16:36
-
Juventus Masuk Perburuan Nicolas Jackson dari Chelsea
Liga Italia 30 April 2026, 15:17
-
Gelandang Flop Manchester United Ditawarkan ke Juventus
Liga Italia 30 April 2026, 15:07
LATEST UPDATE
-
Jagoan! Arsenal 13 Laga Tak Terkalahkan di Liga Champions
Liga Champions 30 April 2026, 19:49
-
Inzaghi Kaget Inter Dikaitkan Skandal Wasit Serie A: Lebih Sering Dirugikan!
Liga Italia 30 April 2026, 19:19
-
Prediksi Osasuna vs Barcelona 3 Mei 2026
Liga Spanyol 30 April 2026, 19:17
-
Prediksi Arsenal vs Fulham 2 Mei 2026
Liga Inggris 30 April 2026, 18:26
-
Real Madrid Minta Tolong Toni Kroos untuk Rayu Jurgen Klopp?
Liga Spanyol 30 April 2026, 18:18
-
Link Live Streaming BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persib
Bola Indonesia 30 April 2026, 18:01
-
Prediksi Como vs Napoli 2 Mei 2026
Liga Italia 30 April 2026, 17:52
-
Meski Minim Gol, Duel Atletico vs Arsenal Punya Daya Tariknya Sendiri
Liga Champions 30 April 2026, 17:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20









