Kisah Alex Manninger di Juventus: Jadi 'Korban' Latihan Del Piero dan Kagumi Ketenangan Gigi Buffon
Afdholud Dzikry | 6 April 2026 08:55
Bola.net - Mantan kiper Juventus, Alex Manninger, baru-baru ini berbagi kisah menarik seputar perjalanan kariernya di Turin. Pria asal Austria ini mengenang masa-masanya saat berseragam Si Nyonya Tua bersama para legenda besar.
Manninger merasa terhormat bisa menjadi bagian dari sejarah klub raksasa Italia tersebut. Baginya, bergabung dengan Juventus adalah sebuah takdir yang akhirnya terpenuhi setelah sempat tertunda sepuluh tahun.
Kiper yang juga pernah membela Arsenal ini mengaku sangat terkesan dengan atmosfer di dalam tim. Ia merasa lingkaran kariernya menjadi lengkap setelah sempat gagal bergabung di masa muda.
Saat itu, Juventus lebih memilih memboyong Edwin van der Sar ketimbang dirinya. Namun, Manninger tidak menyerah hingga akhirnya kesempatan itu datang kembali di penghujung karier.
Latihan Tambahan Bareng Del Piero
Selama berada di Juventus, Manninger berperan sebagai deputi bagi penjaga gawang utama, Gianluigi Buffon. Peran ini membuatnya sering menghabiskan waktu lebih lama di lapangan latihan bersama Alessandro Del Piero.
Ia mengungkapkan bahwa sang kapten sering memintanya bertahan setelah sesi latihan resmi berakhir. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengasah kemampuan eksekusi bola mati.
"Ketika saya menjadi nomor dua bagi Gigi Buffon, dia (Del Piero) akan menahan saya selama berjam-jam di akhir latihan. Begitu banyak tantangan, dan begitu banyak tawa. Dia sangat memukau saya, terutama dengan penaltinya. Dia adalah seorang sniper," ungkap Manninger.
"Ale juga seorang pegolf yang hebat. Sesekali kami membicarakan hal itu. Cepat atau lambat kami akan saling menantang, seperti yang kami lakukan pada penalti dan tendangan bebas di Juventus," lanjutnya.
Kekaguman pada Ketenangan Gianluigi Buffon
Selain Del Piero, sosok Gianluigi Buffon juga meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Manninger. Ia mengaku selalu terheran-heran dengan mentalitas yang dimiliki oleh kiper terbaik dunia tersebut.
Manninger sering memperhatikan bagaimana Buffon bersikap di bawah tekanan pertandingan yang sangat tinggi. Ketenangan Buffon dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal bagi manusia biasa.
"Dia luar biasa, sungguh. Dia tidak pernah membuat saya meragukan kehebatannya. Saya takjub dengan ketenangan yang dia miliki," ujar Manninger memuji mantan rekan setimnya itu.
"Saya selalu bertanya kepadanya, 'bagaimana kamu melakukannya, Gigi?'. Saya merasa terhormat bisa bermain bersamanya dan untuk Juventus secara umum," pungkasnya mengenang masa indah di Turin.
Revolusi Mental di Bawah Antonio Conte
Manninger juga menjadi saksi hidup bagaimana Antonio Conte mengubah wajah Juventus yang sempat terpuruk. Musim terakhir Manninger di Turin bertepatan dengan musim pertama Conte sebagai pelatih kepala.
Ia melihat langsung bagaimana Conte menanamkan mental juara sejak hari pertama di kamp pelatihan pramusim. Saat itu, Juventus baru saja mengakhiri musim di peringkat ketujuh selama dua tahun beruntun.
"Sejak awal, dia adalah satu-satunya orang yang percaya bisa memenangkan Scudetto. Kami datang dari dua kali finis di peringkat ketujuh dan serangkaian pilihan buruk dari klub," jelasnya.
"Dia 'membangun kembali gereja di tengah kota' seperti yang biasa kalian orang Italia katakan," tutup Manninger merujuk pada keberhasilan Conte mengembalikan kejayaan Si Nyonya Tua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Ajukan Tawaran Perdana untuk Bomber PSG Ini
Liga Italia 4 Juli 2026, 16:00
-
Eks Real Madrid Ini Jadi Pembelian Kedua Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 4 Juli 2026, 14:00
-
RESMI: AC Milan Datangkan Goncalo Ramos dari PSG
Liga Italia 30 Juni 2026, 21:20
LATEST UPDATE
-
Loh! Manchester United Putuskan Batal Rekrut Ederson!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:20
-
Man of the Match Spanyol vs Belgia: Lamine Yamal
Piala Dunia 11 Juli 2026, 05:05
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












