Konsep Permainan Mourinho: Main Bagus atau Jelek, Intinya Wajib Menang!
Yaumil Azis | 25 Juli 2021 05:41
Bola.net - Sebelum AS Roma, Henrikh Mkhitaryan punya pengalaman bermain di bawah arahan Jose Mourinho. Pengalaman itu membuatnya jadi paham dengan filosofi permainan pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.
'The Special One', begitu julukan Mourinho, merupakan salah satu pelatih tersukses di kancah sepak bola dunia. Sebanyak 25 gelar dari berbagai ajang telah ia dapatkan sejak meraih trofi Primeira Liga bersama FC Porto di tahun 2003 lalu.
Prestasi terbaik? Trofi Liga Champions yang diraih bersama Porto di akhir musim 2003/04 mungkin bisa mejadi jawaban. Sebab kala itu, Mourinho berhasil membawa Porto juara dengan embel-embel tim kuda hitam.
Sejak saat itu, Mourinho semakin akrab dengan kemenangan. Pria berusia 58 tahun tersebut telah mempersembahkan trofi untuk hampir setiap klub yang dilatihnya kecuali Benfica, Uniao de Leiria, dan Tottenham.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Semua Soal 3 Angka
Kegagalan meraih trofi bersama Tottenham membuat Mourinho kembali kehilangan pekerjaan. Untungnya, masa menganggur 'The Special One' tidak berlangsung lama karena Roma datang untuk meminang.
Beberapa pekan setelah surat pemecatan dari Tottenham terbit, Mourinho mencapai kesepakatan dengan AS Roma. Ia akan bereuni dengan beberapa mantan pemainnya termasuk di antaranya Henrikh Mkhitaryan.
Mourinho dan Mkhitaryan pernah bekerja sama di Manchester United selama dua musim. Mkhitaryan harusnya tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi, sebab dirinya sudah cukup mengenal filosofi bermain Mourinho.
"Mourinho sangat ambisius, dia selalu ingin menang. Dia tidak peduli apakah kami bermain bagus atau buruk, semuanya soal tiga angka. Semua tahu bahwa dia memenangkan hampir semua yang bisa dimenangkan" katanya ke Sky Sport Italia.
Mkhitaryan Bertahan
Kerja sama antara Mkhitaryan dengan Mourinho di Manchester United tidak berakhir indah. Mourinho-lah yang bertanggung jawab atas kepindahannya ke Arsenal di tahun 2018 sebagai alat tukar untuk mendapatkan Alexis Sanchez.
Mkhitaryan sendiri enggan mengungkit masa lalu. "Kami telah mendiskusikan ini bersama dan memulai dari awal pada level yang berbeda. Saya tahu apa yang dia minta dari pemainnya dan saya siap memberikan segalanya," jawabnya.
Pemain berkebangsaan Armenia itu tidak memiliki rencana meninggalkan Roma dalam waktu dekat ini. Ia memutuskan bertahan karena percaya dengan proyek yang diusung klub dan percaya bahwa Giallorossi akan meraih prestasi.
"Saya bertahan karena percaya pada proyek klub ini, saya jatuh cinta sejak hari pertama. Saya senang berada di sini, saya suka tim dan kotanya. Saya percaya bahwa kami bisa meraih sesuatu bersama Giallorossi," pungkasnya.
(Sky Sport Italia)
Baca juga:
Jose Mourinho Ngamuk Lihat Nicolo Zaniolo Ribut di Laga Uji Coba AS Roma
Akhirnya, Granit Xhaka Segera Tinggalkan Arsenal Menuju AS Roma
Digoda Inter Milan dan AS Roma, Alex Telles Putuskan Bertahan di MU
Jose Mourinho Tendang Pedro dari Skuad AS Roma
AS Roma Menang 1-0 Lawan Triestina di Uji Coba Pramusim
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















